Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, pelaku UMKM dituntut tidak hanya mengandalkan promosi untuk menjaga penjualan. Pemilik brand modest fesyen Kienka, Helda Amalia, menilai produk yang ingin bertahan di pasar harus memiliki identitas yang kuat dan konsisten.
Menurut Helda, ciri khas yang jelas membuat konsumen lebih mudah mengenali sebuah brand di tengah banyaknya pilihan. Ia mencontohkan Kienka yang mempertahankan motif bunga dengan palet warna pastel sebagai DNA produk sejak awal berdiri.
Ciri Khas Produk Kuat
Helda menegaskan bahwa brand yang ingin bersaing di era kompetitif harus memiliki DNA yang kuat. Identitas itu, menurut dia, bukan sekadar tampilan, tetapi juga harus tercermin pada desain, warna, dan karakter produk.
Kienka, kata dia, konsisten menggunakan motif bunga-bunga dengan warna pastel. Karakter visual tersebut tidak berubah sejak awal, sehingga mudah diingat oleh konsumen.
Konsistensi itu menjadi alasan mengapa produk tetap relevan di pasar. Dalam industri fesyen, kejelasan identitas sering kali menjadi pembeda utama di tengah persaingan yang padat.
Menentukan Target Konsumen
Selain menjaga ciri khas, Kienka juga fokus pada segmen pasar yang spesifik. Brand ini menyasar konsumen berusia sekitar 30 hingga 50 tahun yang ingin tetap tampil muda.
Pemilihan warna dan desain disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tersebut. Dengan pendekatan itu, produk lebih tepat sasaran dan mudah diterima pasar.
Helda menilai pemahaman terhadap target konsumen sangat penting dalam bisnis fesyen. Tanpa arah pasar yang jelas, produk berisiko kehilangan daya tarik meski promosi terus dilakukan.
Aktif Di Berbagai Fesyen
Untuk menjaga eksistensi, Kienka juga rutin mengikuti berbagai kegiatan fesyen week. Agenda itu dilakukan baik pada ajang nasional maupun melalui penyelenggaraan sendiri.
Partisipasi dalam kegiatan tersebut memberi ruang bagi brand untuk memperluas jangkauan. Selain itu, kehadiran di berbagai acara membantu memperkuat posisi produk di mata konsumen.
Helda menyebut strategi ini membuat produknya tetap hadir di tengah percakapan publik. Ia menilai eksposur yang berkelanjutan penting agar brand tidak mudah dilupakan.
Strategi Live Shopping
Helda juga membagikan cara agar live shopping tetap ramai dan menghasilkan penjualan. Menurut dia, host harus menarik agar mampu menciptakan suasana yang mendorong penonton segera membeli.
Ia menambahkan, rasa mendesak perlu dibangun secara tepat agar konsumen terdorong mengambil keputusan. Dalam praktiknya, pendekatan itu perlu dikemas secara natural agar tidak terasa memaksa.
Kienka juga menerapkan sistem open PO dengan menampilkan contoh produk lebih dulu. Produk dipromosikan selama tiga hingga lima hari, lalu pembelian dibuka pada waktu yang sudah ditentukan setelah kontennya diharapkan lebih viral.
