Ayu Azhari Ungkap Peran di Balik Film Suamiku Lukaku

Lifestyle Anindya Kirana Putri 29 Mei 2026 02:33 WIB 3
Ayu Azhari Ungkap Peran di Balik Film Suamiku Lukaku

Ayu Azhari tidak hanya tampil sebagai pemeran dalam film Suamiku Lukaku, tetapi juga terlibat membantu proses produksi di balik layar. Ia ikut mencari dan mengoordinasikan lokasi syuting yang dinilai tepat untuk menguatkan latar cerita film garapan SinemArt tersebut.

Aktris berusia 57 tahun itu menyebut Bangka sebagai lokasi utama syuting, sebuah pilihan yang juga punya makna emosional bagi keluarganya. Film yang dibintangi Acha Septriasa dan Baim Wong itu dijadwalkan tayang serentak pada 27, dengan harapan mendapat sambutan hangat dari masyarakat Bangka.

Peran Ayu Azhari di Balik Film

Ayu Azhari mengaku ikut mencari sejumlah lokasi yang potensial untuk kebutuhan produksi film Suamiku Lukaku. Ia sempat mempertimbangkan beberapa daerah, termasuk Palembang dan wilayah lain, sebelum akhirnya Bangka terpilih.

Menurut Ayu, proses tersebut berjalan cepat setelah pihak daerah memberikan respons positif. Ia mengatakan, surat kepada gubernur diterima dan tim kemudian mendapat kesempatan untuk melakukan survei lokasi.

Keterlibatan itu membuat Ayu merasa lebih dekat dengan proyek film ini. Ia menilai, dukungan dari pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam kelancaran pengambilan gambar.

Selain mendukung dari sisi teknis, Ayu juga merasa senang karena film tersebut dapat menampilkan keindahan Bangka. Ia berharap latar daerah itu ikut memberi nilai tambah pada cerita yang diangkat ke layar lebar.

Bangka Jadi Lokasi Utama

Bangka akhirnya dipilih sebagai lokasi syuting utama dalam film ini. Keputusan tersebut sekaligus memberi ruang bagi cerita yang membutuhkan suasana daerah yang kuat dan otentik.

Bagi Ayu, pilihan Bangka memiliki makna pribadi yang mendalam. Ia menyebut ayahnya lahir di Pangkal Pinang, sementara neneknya berasal dari Bangka.

Ia juga menuturkan bahwa keluarganya memiliki hubungan panjang dengan Bangka sejak sebelum kemerdekaan. Karena itu, keterlibatannya dalam film ini dianggap sebagai bagian dari jejak sejarah keluarga.

Ayu menyampaikan rasa syukur karena proses syuting dapat berjalan lancar. Ia berharap keterkaitan emosional tersebut menjadi berkah bagi terealisasinya film ini.

Pesan Kuat soal KDRT

Dalam film ini, Ayu Azhari memerankan tokoh Ibu Amina yang menjadi bagian penting dari alur cerita. Film tersebut mengangkat kisah rumah tangga Irfan dan Amina yang tampak harmonis di depan publik, tetapi menyimpan kekerasan di baliknya.

Ayu menilai pesan utama film ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa perempuan berhak hidup bahagia dan tidak boleh menormalisasi kekerasan dalam rumah tangga.

Menurutnya, suami dan istri sama-sama berhak memperoleh kebahagiaan dalam pernikahan. Karena itu, masyarakat perlu lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan fisik maupun verbal.

Ayu berharap film ini bisa mendorong perempuan berani bicara ketika mengalami KDRT. Ia menilai keberanian untuk bersuara adalah langkah penting agar kekerasan tidak terus berulang.

Edukasi untuk Generasi Muda

Ayu Azhari juga mengajak putranya, Lenon Tramp, menonton film tersebut sebagai bagian dari edukasi keluarga. Ia ingin generasi muda memahami bahaya hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship.

Baginya, film ini bukan hanya relevan untuk pasangan suami istri, tetapi juga untuk remaja dan anak muda. Pesan tentang hubungan yang penuh red flag dinilai penting agar mereka lebih waspada dalam memilih lingkungan pergaulan.

Ayu menyebut generasi Z perlu belajar mengenali pola hubungan yang merugikan sejak dini. Ia menilai kewaspadaan itu dapat mencegah dampak buruk pada pertemanan, keluarga, hingga lingkungan sekolah.

Ia menegaskan pentingnya self care dan kesehatan mental bagi anak muda. Menurutnya, kesadaran tersebut akan membantu generasi muda membangun masa depan yang lebih cerah dan sukses.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!