Tiwi Garut Sukses Kembangkan UMKM Madu

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 29 Mei 2026 03:48 WIB 2
Tiwi Garut Sukses Kembangkan UMKM Madu

Tiwi Nurhasanah, perempuan asal Garut, membuktikan bahwa rezeki dapat datang dari usaha kecil yang ditekuni dengan konsisten, bahkan dari budidaya lebah. Melalui Rumah Madu Simpul Hati, ia berhasil mengembangkan bisnis madu, produk turunan lebah, serta menguatkan ekonomi keluarga hingga mampu menguliahkan tiga anaknya.

Usaha yang dirintis dari bawah itu kini berkembang pesat berkat penjualan madu mentah, madu olahan, propolis, royal jelly, dan bee pollen. Dukungan pembinaan UMKM dari Pertamina juga membuka jalan bagi Tiwi untuk memperluas edukasi, kolaborasi, dan pemasaran produk lebah Nusantara.

Bisnis madu dari Garut

Rumah Madu Simpul Hati berawal dari tekad Tiwi untuk mengubah potensi alam menjadi sumber penghidupan. Ia memanfaatkan budidaya lebah sebagai fondasi usaha yang terus tumbuh dari waktu ke waktu.

Produk yang dijual tidak hanya madu dalam bentuk mentah, tetapi juga olahan bernilai tambah. Tiwi turut memasarkan propolis, royal jelly, dan bee pollen sebagai produk turunan yang diminati pasar.

Keberhasilan itu tidak datang dalam semalam, karena Tiwi membangun usaha dengan proses belajar yang panjang. Ia menjaga kualitas produk agar tetap dipercaya konsumen dan mampu bersaing dengan produk serupa.

Di tengah persaingan pasar, Tiwi tetap menonjolkan kekayaan lebah lokal sebagai keunggulan utama. Menurutnya, produk dari alam Indonesia memiliki kualitas yang layak diandalkan dan tidak kalah dari produk impor.

Edukasi madu untuk masyarakat

Tiwi menilai masih banyak masyarakat yang lebih percaya pada madu impor dibandingkan produk dalam negeri. Kondisi itu membuat dirinya fokus mengedukasi publik tentang manfaat madu dan produk turunannya.

Ia ingin masyarakat mengenal lebah Nusantara sebagai sumber manfaat kesehatan, bukan sekadar komoditas dagang. Baginya, madu adalah suplemen alami yang memberi nilai lebih bagi manusia dan lingkungan.

Perubahan mulai terasa setelah ada dukungan pendampingan dari Pertamina. Tiwi dapat lebih leluasa menjelaskan kualitas produk lokal kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan pembinaan.

Edukasi tersebut membantu membuka wawasan konsumen tentang potensi besar produk lebah Indonesia. Dari situ, kepercayaan terhadap madu lokal perlahan meningkat di pasar.

Pembinaan UMKM dari Pertamina

Pertamina memberikan pelatihan, mentoring, dan sertifikasi usaha untuk mendukung pengembangan Rumah Madu Simpul Hati. Program tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyebut pendampingan UMKM bertujuan mendorong kesejahteraan masyarakat. Ia menilai usaha kecil perlu didorong agar semakin mandiri dan berdampak luas.

Dukungan itu juga membuka peluang kerja sama dengan dunia akademik. Tempat usaha Tiwi kini kerap menjadi lokasi penelitian mahasiswa farmasi dari berbagai universitas di Indonesia.

Kolaborasi dengan peneliti dan apoteker membuat produk lebah mendapat sentuhan ilmu yang lebih kuat. Hal ini sekaligus membantu pengembangan produk kesehatan dan kosmetik berbasis lebah.

Harapan besar dari madu

Bagi Tiwi, kesuksesan usaha bukan hanya soal keuntungan, melainkan juga perubahan hidup keluarga. Hasil penjualan madu membantunya membiayai pendidikan tinggi ketiga anaknya.

Ia menyampaikan dua anaknya telah menempuh pendidikan hingga jenjang S2, sementara anak ketiga kini kuliah S1. Capaian itu menjadi kebanggaan besar karena dirinya dan suami hanya lulusan SMA.

Tiwi menilai pencapaian tersebut adalah hadiah terbesar dari kerja keras yang ia bangun selama ini. Ia berharap semakin banyak pelaku usaha yang percaya pada kekuatan produk lokal.

Ke depan, Tiwi ingin memiliki pabrik kosmetik atau produk kesehatan berbasis lebah alam Indonesia. Dengan semangat itu, ia terus melangkah sambil membawa misi memperkenalkan kekayaan lebah Nusantara ke pasar yang lebih luas.

Tag Terkait
#UMKM#madu#Pertamina

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!