Marc Jacobs Masuk Babak Baru di Bawah WHP Global

Lifestyle Nadia Safira Putri 29 Mei 2026 03:53 WIB 3
Marc Jacobs Masuk Babak Baru di Bawah WHP Global

Marc Jacobs memasuki babak baru setelah hampir tiga dekade berada di bawah naungan LVMH, menyusul kesepakatan final penjualan merek tersebut kepada WHP Global pada Kamis, 14 Mei 2026. Transaksi ini menandai perubahan besar dalam perjalanan salah satu label fashion paling dikenal di dunia, meski nilai penjualannya tidak diumumkan ke publik.

Dalam kesepakatan itu, G-III Apparel Group juga ikut mengambil bagian kepemilikan melalui perusahaan patungan baru bersama WHP Global. Di tengah pergantian pemilik, Marc Jacobs dipastikan tetap memegang peran penting sebagai pendiri dan creative director yang akan memimpin arah koleksi runway serta visi kreatif brand.

Marc Jacobs dan WHP Global

Kesepakatan ini menempatkan Marc Jacobs di bawah kendali WHP Global, perusahaan yang juga menaungi Vera Wang, Rag & Bone, dan G-Star. Langkah tersebut memperluas portofolio fashion WHP Global di segmen merek premium dan gaya hidup. Perubahan ini sekaligus membuka fase baru bagi pengelolaan bisnis Marc Jacobs.

Masuknya G-III Apparel Group melalui perusahaan patungan menambah kekuatan komersial dalam struktur kepemilikan baru. Kolaborasi itu diharapkan memberi ruang lebih luas bagi pengembangan distribusi dan strategi pasar. Namun, rincian finansial transaksi tetap disimpan rapat oleh para pihak terkait.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai implikasi operasional dari akuisisi tersebut. Meski demikian, pasar fashion menilai perpindahan kepemilikan ini dapat memperkuat ekspansi merek. Kejelasan peran kreatif Marc Jacobs menjadi faktor yang paling disorot dalam kesepakatan ini.

LVMH Tutup Bab Panjang

LVMH menyebut Marc Jacobs sebagai desainer dengan kreativitas langka dan visi yang unik. Pujian itu menunjukkan besarnya kontribusi sang desainer selama hampir 30 tahun bersama grup mewah asal Prancis tersebut. Hubungan panjang keduanya menjadi salah satu kolaborasi paling berpengaruh di industri fashion.

Penjualan ini sekaligus menutup satu bab penting dalam portofolio LVMH. Selama berada di bawah grup itu, Marc Jacobs berkembang menjadi label global dengan identitas kuat. Keputusan untuk melepas merek tersebut mencerminkan penyesuaian strategi bisnis di sektor mode mewah.

Meski berpisah secara kepemilikan, hubungan emosional antara Marc Jacobs dan LVMH tetap terlihat erat. Pernyataan publik Bernard Arnault memperlihatkan penghargaan terhadap jejak kreatif sang desainer. Hal ini menegaskan bahwa transaksi bisnis tidak selalu menghapus ikatan sejarah di industri fashion.

Marc Jacobs Tetap Memimpin

Di tengah perubahan kepemilikan, Marc Jacobs dipastikan tetap bertahan sebagai pendiri dan creative director. Ia masih akan mengarahkan koleksi runway serta menentukan arah estetika labelnya. Keputusan ini menjadi kabar penting bagi para penggemar dan pelaku industri mode.

Keberlanjutan peran kreatif tersebut dinilai penting untuk menjaga identitas brand. Sosok pendiri kerap dianggap sebagai penjaga nilai dan karakter utama sebuah label fashion. Dengan tetap hadir di posisi kunci, transisi kepemilikan diharapkan berjalan lebih stabil.

Penetapan Marc Jacobs sebagai pemimpin kreatif juga memberi sinyal kontinuitas bagi pasar. Para konsumen biasanya menaruh perhatian besar pada konsistensi gaya saat sebuah brand berganti tangan. Karena itu, keberadaan Jacobs menjadi elemen yang menjaga kepercayaan terhadap merek tersebut.

Ucapan Terima Kasih Marc Jacobs

Marc Jacobs menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bernard Arnault dan grup LVMH melalui unggahan Instagram. Ia menyebut dukungan, kepercayaan, dan keyakinan yang diberikan selama hampir 30 tahun terakhir sebagai pengalaman yang sangat berarti. Ungkapan itu menunjukkan penghormatan atas perjalanan panjang yang telah dilewati bersama.

Dalam pernyataannya, Jacobs juga menegaskan bahwa bekerja bersama keluarga Arnault dan LVMH merupakan sebuah kehormatan besar. Nada apresiasi itu memperlihatkan hubungan profesional yang tetap hangat meski kepemilikan brand berubah. Sikap tersebut mencerminkan transisi yang berlangsung secara elegan di tengah dinamika bisnis fashion.

Reaksi publik terhadap unggahan itu menyoroti kedewasaan hubungan antara pendiri dan pemilik lama. Banyak pihak menilai pesan tersebut memberi kesan positif atas pergantian kendali brand. Di industri fashion, perpisahan yang tertib seperti ini menjadi contoh penting bagi merek lain yang menghadapi perubahan serupa.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!