Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 28 Mei 2026 02:37 WIB 3
Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Keripik singkong buatan tangan dari Sukabumi resmi menembus pasar luar negeri setelah PT Gemilang Agro Inovasi melakukan ekspor perdana ke Brunei Darussalam. Pengiriman bernilai USD 18.000 atau sekitar Rp 288 juta itu dikirim dalam satu kontainer 20 kaki pada agenda pelepasan di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat.

Produk yang dipasarkan dengan merek Yammy Babeh ini digagas oleh Ade Soelistyowati, penyandang disabilitas tuna rungu, bersama suaminya yang tengah berjuang melawan stroke. Keberhasilan tersebut turut dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, serta Bupati Sukabumi Ayep Zaki.

Ekspor Keripik Singkong Sukabumi

Ekspor perdana ini menjadi tonggak penting bagi PT Gemilang Agro Inovasi yang selama ini mengolah singkong lokal menjadi camilan higienis dan modern. Produk Cassava Crackers Yammy Babeh disiapkan agar memenuhi standar pasar global, termasuk untuk pengiriman berkelanjutan ke Brunei Darussalam.

Kerja sama dengan SP Setia SDN BHD membuka peluang bisnis yang lebih luas bagi usaha tersebut. Selain menembus pasar Brunei, Ade juga mulai memasarkan produk turunan mangrove ke Korea Selatan.

Capaian ini menunjukkan bahwa produk olahan pangan lokal memiliki daya saing tinggi jika dikemas dengan baik dan konsisten menjaga mutu. Keberhasilan tersebut juga memperkuat posisi Sukabumi sebagai daerah yang melahirkan pelaku usaha kreatif dan tangguh.

Perjuangan Wirausaha Difabel

Ade Soelistyowati membangun usaha ini dengan kondisi keterbatasan fisik, namun tetap memilih untuk terus bergerak dan berinovasi. Ia menjalankan bisnis bersama suami yang masih menjalani pemulihan stroke, tanpa menghentikan semangat untuk mengembangkan usaha.

Di tengah tantangan keluarga, usaha tersebut justru mampu menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Saat ini, PT Gemilang Agro Inovasi mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi.

Ade menegaskan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi modal penting agar produk lokal naik kelas dan masuk pasar internasional.

Dukungan Pemerintah Dan BUMN

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi pencapaian tersebut sebagai bukti bahwa pelaku usaha mikro mampu bersaing di tingkat global. Ia menilai kolaborasi pemerintah, BUMN, dan sektor swasta menjadi kunci penguatan daya saing UMKM.

Maman juga menegaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan pelaku usaha disabilitas untuk mendapat pembinaan, pelatihan, dan penguatan usaha. Langkah itu dilakukan agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan memperluas pasar.

Dukungan serupa datang dari Pertamina melalui Vice President Corporate Communication, Fadjar Djoko Santoso. Ia menyebut keberhasilan Yammy Babeh sejalan dengan misi mendorong wirausaha lokal agar bisa menembus pasar dunia.

Ekspor Berkelanjutan UMKM Binaan

Pertamina menyampaikan bahwa hingga Oktober 2025 sudah ada delapan UMKM binaannya yang berhasil melakukan ekspor berkelanjutan. Pencapaian ini menunjukkan bahwa pembinaan yang konsisten dapat menciptakan dampak ekonomi yang nyata.

Fadjar menilai setiap individu memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada ekonomi bangsa, tanpa terkecuali. Karena itu, keberhasilan UMKM binaan dipandang sebagai contoh nyata inklusivitas, inovasi, dan keberlanjutan yang berjalan beriringan.

Perusahaan pelat merah itu berkomitmen memperluas dukungan kepada UMKM di seluruh Indonesia agar mampu menembus pasar global. Dengan tambahan nilai dari produk lokal, ekspor berkelanjutan diharapkan membuka lebih banyak lapangan kerja dan memperkuat ekonomi masyarakat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!