Erin Serahkan Rekaman CCTV dalam Kasus Dugaan Penganiayaan

Lifestyle Anindya Kirana Putri 28 Mei 2026 03:46 WIB 2
Erin Serahkan Rekaman CCTV dalam Kasus Dugaan Penganiayaan

Rien Wartia Trigina atau Erin mendatangi kepolisian untuk memenuhi panggilan penyidik terkait laporan dugaan penganiayaan yang diajukan mantan asisten rumah tangganya, Herawati. Dalam pemeriksaan yang berlangsung di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026) malam, Erin menjalani Berita Acara Pemeriksaan selama beberapa jam.

Kuasa hukum menyebut Erin bersikap kooperatif dan menjawab 22 pertanyaan penyidik mengenai kronologi kejadian yang dipersoalkan. Di tengah proses itu, tim hukum juga menyerahkan rekaman CCTV yang diklaim menjadi bukti penting untuk membantah tuduhan penganiayaan.

Bukti CCTV Erin

Kuasa hukum Erin menegaskan bahwa rekaman CCTV tersebut telah dipelajari sebelum diserahkan kepada penyidik. Menurut mereka, tidak ada tindakan kekerasan sebagaimana yang dituduhkan oleh pelapor.

Stivany Agusia mengatakan pihaknya membawa satu unit recorder CCTV yang merekam kejadian di rumah Erin secara utuh. Ia menilai bukti itu penting untuk menunjukkan fakta yang sebenarnya terjadi di lokasi.

Adlina Amalia menambahkan bahwa isi rekaman dapat memperlihatkan secara rinci rangkaian peristiwa di rumah Erin. Ia menyebut bukti visual itu akan membantu penyidik menilai kebenaran dari pernyataan mantan ART tersebut.

Tuduhan Tak Terbukti

Pihak kuasa hukum membantah tuduhan bahwa Erin mencekik, mencakar, atau menodongkan pisau kepada Herawati. Mereka menilai narasi tersebut tidak sesuai dengan isi rekaman yang telah diperiksa.

Menurut mereka, adegan dan ucapan yang disampaikan pelapor dapat dilihat jelas melalui CCTV. Karena itu, pihak Erin meyakini tuduhan penganiayaan tidak berdasar.

Tim hukum juga menegaskan bahwa bukti yang diserahkan bukan sekadar pelengkap berkas pemeriksaan. Rekaman itu disebut menjadi alat utama untuk menguji seluruh keterangan yang beredar dalam kasus ini.

Pengawasan Rumah Erin

Kuasa hukum menjelaskan rumah Erin dilengkapi banyak kamera pengawas yang tersebar di berbagai titik. Jumlahnya disebut mencapai sekitar 12 unit CCTV.

Keberadaan banyak kamera itu dinilai membuat seluruh pergerakan di rumah terekam secara detail. Tim hukum mengaku telah memeriksa sistem pengawasan tersebut untuk memastikan tidak ada bagian yang terlewat.

Dengan kondisi itu, mereka menilai sulit bagi narasi yang tidak sesuai fakta untuk bertahan. Rekaman yang lengkap diyakini bisa menjawab berbagai tudingan yang diarahkan kepada klien mereka.

Proses Hukum Berjalan

Hingga kini, proses hukum atas laporan dugaan penganiayaan itu masih berjalan di kepolisian. Penyidik disebut masih memeriksa keterangan para pihak serta bukti yang sudah diserahkan.

Pihak Erin menyatakan akan tetap menghormati prosedur hukum yang berlaku. Mereka juga menegaskan seluruh langkah selanjutnya akan diserahkan kepada penyidik untuk ditelaah secara objektif.

Tim kuasa hukum berharap pemeriksaan yang berlangsung dapat mengungkap fakta secara terang benderang. Mereka menilai penyelesaian perkara ini harus bertumpu pada alat bukti dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!