Produk keripik singkong Yammy Babeh milik PT Gemilang Agro Inovasi resmi menembus pasar Brunei Darussalam melalui ekspor perdana senilai USD 18.000 atau sekitar Rp 288 juta. Pengiriman satu kontainer 20 kaki ini menjadi capaian penting bagi pelaku UMKM difabel asal Sukabumi yang terus mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Ekspor tersebut dilepas secara simbolis di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu.
Usaha yang didirikan Ade Soelistyowati, penyandang disabilitas tuna rungu, kini menjalin kerja sama dengan SP Setia SDN BHD asal Brunei untuk pengiriman berkelanjutan. Keberhasilan ini tidak hanya membuka pasar baru, tetapi juga memperlihatkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk bersaing di level internasional. Capaian itu turut mendapat perhatian dari pemerintah dan pelaku industri yang hadir dalam seremoni pelepasan ekspor.
Ekspor Perdana ke Brunei
Keripik singkong Yammy Babeh diproduksi dari bahan baku singkong lokal yang diolah secara higienis. Produk ini dikemas modern agar memenuhi standar pasar global dan kebutuhan konsumen luar negeri. Dengan pendekatan tersebut, PT Gemilang Agro Inovasi mampu meningkatkan daya saing produk UMKM di tengah persaingan ekspor yang ketat.
Ekspor perdana ke Brunei Darussalam dilakukan dalam skema satu kontainer 20 kaki dengan nilai transaksi USD 18.000. Kerja sama ini menjadi pintu masuk bagi distribusi yang lebih teratur ke pasar internasional. Selain Brunei, perusahaan juga telah mulai menjajaki pemasaran produk turunan mangrove ke Korea Selatan.
Pelepasan ekspor berlangsung di Gedung Juang 45 Sukabumi dan dihadiri sejumlah pejabat negara. Hadir dalam kesempatan itu Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri PPPA Arifah Fauzi, dan Bupati Sukabumi Ayep Zaki. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap pertumbuhan UMKM berorientasi ekspor.
Perjuangan Di Tengah Keterbatasan
Ade Soelistyowati menjalankan usaha ini bersama suaminya yang tengah berjuang melawan stroke. Meski menghadapi kondisi keluarga yang berat, keduanya tetap mempertahankan operasional usaha dengan disiplin dan komitmen tinggi. Situasi tersebut justru memperkuat semangat mereka untuk terus bertahan dan berkembang.
Di tengah keterbatasan itu, PT Gemilang Agro Inovasi tetap membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Saat ini perusahaan mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi. Kehadiran tenaga kerja tersebut membantu memperluas dampak ekonomi usaha di tingkat lokal.
Ade mengatakan dirinya ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Ia menilai dukungan berbagai pihak sangat penting agar produk lokal bisa naik kelas dan menembus pasar internasional. Pernyataan itu mencerminkan tekad pelaku usaha kecil untuk bertahan di tengah tantangan yang tidak ringan.
Dukungan Pemerintah
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi pencapaian PT Gemilang Agro Inovasi. Ia menilai keberhasilan tersebut membuktikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta. Menurutnya, sinergi itu menjadi kunci memperkuat daya saing pelaku usaha mikro di pasar global.
Maman juga menegaskan bahwa pemerintah akan memberi perhatian lebih kepada pelaku usaha disabilitas. Atas arahan Presiden Prabowo, mereka akan diprioritaskan untuk mendapatkan pembinaan, pelatihan, dan penguatan usaha. Kebijakan itu diharapkan dapat mendorong lebih banyak wirausaha difabel masuk ke rantai nilai ekspor.
Menurut pemerintah, keberhasilan ekspor seperti yang dicapai Ade menjadi contoh nyata bahwa kesempatan ekonomi harus terbuka bagi semua kalangan. Pendekatan inklusif dinilai dapat memperluas basis pelaku usaha tangguh di berbagai daerah. Dengan dukungan yang tepat, UMKM difabel berpeluang memberi kontribusi lebih besar bagi ekonomi nasional.
Peran Pertamina
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menilai ekspor Yammy Babeh sejalan dengan upaya mendorong wirausaha lokal agar menembus pasar dunia. Ia menyebut Pertamina percaya setiap individu memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada ekonomi bangsa. Karena itu, dukungan kepada UMKM binaan akan terus diperkuat secara konsisten.
Fadjar menjelaskan bahwa keberhasilan PT Gemilang Agro Inovasi menunjukkan semangat inklusivitas, inovasi, dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan. Menurut dia, UMKM binaan yang mampu ekspor membuktikan bahwa produk lokal memiliki kualitas kompetitif. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional.
Hingga Oktober 2025, Pertamina mencatat delapan UMKM berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Sejak awal tahun 2025, delapan UMKM binaannya telah mengirim produk ke berbagai negara. Langkah ini dinilai memberi nilai tambah bagi produk lokal sekaligus menciptakan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
