Kamelia menjelaskan dirinya tidak menilai hubungan dengan Ammar Zoni dari sudut romantis, melainkan fokus pada kesejahteraan sang aktor. Ia mengungkapkan kehadirannya semata-mata untuk membantu Ammar melalui masa pemulihan dari ketergantungan narkotika. Kepada sejumlah wartawan, ia menegaskan niatnya adalah karena kemanusiaan dan keinginan melihat Ammar bangkit.
Kamelia mengakui ada pihak dari lingkaran dekat Ammar yang tidak menyukainya. Namun ia memilih mengesampingkan hal tersebut dan mengarahkan fokus pada tujuan utama, yaitu keadilan serta proses penyembuhan. Ia menegaskan dirinya tidak menuntut imbalan apa pun dan tidak menaruh syarat pernikahan.
Ia menyatakan siap menerima konsekuensi apa pun jika jalannya tidak berujung pada pernikahan. Menurutnya, jodoh tidak bisa dipaksa dan dirinya tetap percaya bahwa kebaikan akan kembali pada dirinya. Kamelia menegaskan dirinya akan tetap ikhlas membantu walau tak ada balasan dari Ammar.
Garis Takdir
Kamelia mengatakan bahwa takdir soal jodoh tidak bisa dipaksa. Yang terpenting baginya adalah Ammar bisa hidup lebih baik dan bebas dari persoalan. Ia tetap optimis meski masa depan hubungan mereka belum pasti.
Ia menekankan kehadirannya sebagai pendamping, bukan pengganti pasangan. Ia berharap semua orang menghormati proses pemulihan Ammar. Jika garis takdir menuntun ke arah lain, ia siap menerima.
Kebahagiaan Ammar menjadi fokus utama baginya. Ia percaya berbuat baik akan membuahkan kebaikan kembali. Terlepas dari pelaminan, niatnya adalah membantu Ammar dengan tulus.
Kepada Publik
Kamelia meminta publik memisahkan isu asmara dari proses pemulihan. Ia mengharapkan dukungan yang bersifat empatik, bukan spekulasi. Ia menegaskan fokusnya pada keselamatan dan kesehatan Ammar.
Ia menyatakan kesiapan bertanggung jawab atas konsekuensi apa pun. Sikapnya mencerminkan komitmen pada prinsip kebaikan lillahi ta'ala. Ia percaya penanaman kebaikan akan kembali, meskipun tidak datang langsung dari Ammar.
Pernyataan ini menambah dinamika publik mengenai hubungan Ammar Zoni dan Kamelia. Media diminta menjaga jarak dan menghormati proses hukum serta rehabilitasi. Kedua pihak berharap situasi ini bisa memberi perhatian pada isu kesehatan mental.
