Jungkook BTS Ungkap Diet OMAD, Ini Penjelasannya

Lifestyle Anindya Kirana Putri 24 Mei 2026 08:14 WIB 7
Jungkook BTS Ungkap Diet OMAD, Ini Penjelasannya

Jungkook BTS mengungkapkan bahwa dirinya menjalani diet dengan pola makan satu kali sehari atau OMAD, dalam sebuah wawancara dengan Rolling Stone UK. Pengakuan itu menarik perhatian publik karena pola makan tersebut kerap dikaitkan dengan penurunan berat badan dan puasa intermiten.

Personel termuda BTS itu juga menyebut rutin berolahraga pada pagi dan sore hari. Kombinasi pola makan OMAD dan aktivitas fisik membuat banyak orang penasaran, sekaligus ingin mengetahui seperti apa metode diet tersebut diterapkan.

Diet OMAD Jungkook BTS

OMAD adalah singkatan dari One Meal A Day, yaitu pola makan yang membatasi asupan kalori hanya pada satu kali makan dalam sehari. Dalam praktiknya, seseorang yang menjalani diet ini berpuasa sepanjang hari dan hanya makan pada waktu yang dipilih.

Jungkook mengatakan bahwa ia sangat menantikan satu kali waktu makan tersebut karena sepanjang hari dirinya hanya makan sekali. Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana disiplin menjadi bagian penting dari pola makan yang ia jalani.

Meski terdengar sederhana, OMAD bukan sekadar menunda makan. Pola ini tetap menuntut pengaturan asupan kalori, pilihan makanan, dan kebiasaan harian yang konsisten.

Cara Kerja Diet OMAD

Diet OMAD termasuk bentuk puasa intermiten karena ada periode tanpa konsumsi makanan dan minuman berkalori. Dalam sebagian besar penerapannya, jendela makan berlangsung sekitar satu jam.

Selama periode puasa, sebagian orang memilih tidak mengonsumsi apa pun yang mengandung kalori. Namun, ada juga yang membatasi pola ini dengan satu atau dua camilan ringan di luar waktu makan utama.

Efek utama dari OMAD biasanya berasal dari defisit kalori. Saat asupan lebih sedikit dibandingkan kebutuhan tubuh, penurunan berat badan dapat terjadi secara bertahap.

Manfaat dan Risikonya

Sejumlah orang memilih OMAD karena berharap bisa menurunkan berat badan dengan lebih cepat. Beberapa penelitian menunjukkan pembatasan waktu makan dapat membantu mengurangi lemak tubuh pada orang dewasa sehat.

Meski demikian, hasil diet tetap dipengaruhi banyak faktor, termasuk tipe tubuh, komposisi menu, dan aktivitas fisik. Karena itu, hasil yang diperoleh setiap orang bisa berbeda jauh.

Di sisi lain, pola makan ekstrem berpotensi menimbulkan rasa lapar berlebih, kelelahan, dan sulit memenuhi kebutuhan gizi harian. Kondisi ini membuat OMAD tidak selalu cocok untuk semua orang.

Panduan Menjalani OMAD

Bagi yang ingin mencoba OMAD, pemilihan makanan saat jendela makan menjadi hal yang sangat penting. Menu sebaiknya tetap seimbang, mengandung protein, serat, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat.

Selain itu, asupan cairan perlu dijaga agar tubuh tetap terhidrasi selama periode puasa. Keseimbangan cairan dapat membantu tubuh tetap bugar, terutama jika pola makan disertai olahraga rutin seperti yang dilakukan Jungkook.

Sebelum memulai diet OMAD, konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat disarankan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Pendekatan yang aman akan membantu seseorang menilai apakah pola ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!