Jungkook BTS Ungkap Diet OMAD, Ini Penjelasannya

Lifestyle Nadia Safira Putri 24 Mei 2026 00:10 WIB 6
Jungkook BTS Ungkap Diet OMAD, Ini Penjelasannya

Jungkook BTS mengungkapkan bahwa dirinya menjalani diet dengan pola makan satu kali sehari atau One Meal A Day (OMAD). Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara bersama Rolling Stone UK, saat ia menjelaskan rutinitas makan dan olahraganya.

Pola diet tersebut kembali menarik perhatian publik karena dikaitkan dengan penurunan berat badan dan kebiasaan hidup sehat. Namun, di balik popularitasnya, OMAD tetap perlu dipahami dengan cermat agar tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan.

Diet OMAD Jungkook BTS

Jungkook menyebut dirinya sedang diet dan hanya makan satu kali dalam sehari. Ia juga mengatakan bahwa dirinya menantikan waktu makan itu dengan penuh antusias.

Pernyataan tersebut langsung memicu rasa penasaran penggemar dan publik luas. Banyak orang kemudian mencari tahu seperti apa sebenarnya pola makan OMAD yang dijalani idol K-Pop tersebut.

OMAD merupakan singkatan dari One Meal A Day, yaitu pola makan yang membatasi asupan hanya dalam satu waktu tertentu. Dalam praktiknya, seseorang biasanya hanya makan sekali dalam sehari dan berpuasa di luar jam tersebut.

Metode ini sering dikaitkan dengan upaya mengurangi asupan kalori. Karena hanya ada satu waktu makan, jumlah kalori harian cenderung lebih rendah dibandingkan pola makan biasa.

Cara kerja pola OMAD

Diet OMAD termasuk salah satu bentuk puasa yang membatasi konsumsi makanan dan minuman berkalori pada periode tertentu. Pada umumnya, seseorang memilih satu waktu makan, seperti malam hari, untuk memenuhi kebutuhan hariannya.

Dalam beberapa variasi, ada yang tetap mengonsumsi camilan ringan dalam jumlah terbatas. Meski demikian, sebagian pelaku OMAD memilih tidak mengonsumsi apa pun yang mengandung kalori selama masa puasa.

Durasi waktu makan biasanya berlangsung sekitar satu jam. Setelah itu, tubuh kembali memasuki fase puasa hingga jadwal makan berikutnya.

Karena jendela makan sangat singkat, pola ini menuntut disiplin tinggi. Selain itu, pemilihan makanan harus diperhatikan agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.

Manfaat dan risikonya

Sejumlah orang memilih OMAD karena berharap dapat menurunkan berat badan. Dengan pembatasan waktu makan, tubuh berpotensi mengalami defisit kalori yang membuat berat badan turun.

Sebuah penelitian yang dikutip dari Healthline menyebutkan bahwa pembatasan asupan kalori selama empat jam pada malam hari dapat menghasilkan penurunan lemak tubuh lebih besar. Hasil itu dibandingkan dengan pola makan tiga kali sehari pada orang dewasa sehat.

Selain penurunan berat badan, puasa intermiten seperti OMAD juga kerap dikaitkan dengan pengendalian pola makan. Meski begitu, manfaatnya tidak selalu sama pada setiap orang.

Risiko tetap perlu diperhatikan, terutama jika asupan nutrisi menjadi tidak seimbang. Karena itu, pola makan ini sebaiknya dijalankan dengan pertimbangan yang matang dan pemantauan kondisi tubuh.

Pertimbangan sebelum mencoba

OMAD tidak cocok untuk semua orang, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Orang dengan kebutuhan energi tinggi atau riwayat gangguan makan perlu lebih berhati-hati sebelum mencobanya.

Jika dilakukan tanpa perencanaan, diet ini bisa membuat tubuh kekurangan protein, serat, vitamin, dan mineral. Dalam jangka panjang, hal tersebut dapat berdampak pada stamina dan metabolisme.

Para ahli umumnya menekankan pentingnya kualitas makanan dalam satu kali makan tersebut. Menu yang seimbang, dengan protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, serta sayuran, menjadi kunci agar tubuh tetap mendapat nutrisi memadai.

Di sisi lain, olahraga rutin seperti yang dilakukan Jungkook juga berperan dalam menjaga kebugaran. Kombinasi pola makan yang terukur dan aktivitas fisik teratur dinilai lebih aman dibanding hanya mengandalkan pembatasan makan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!