Joglo Ayu Tenan Tembus Pasar Singapura dan Jepang

Lifestyle Clara Monica 13 Mei 2026 19:53 WIB 8
Joglo Ayu Tenan Tembus Pasar Singapura dan Jepang

Perhiasan Joglo Ayu Tenan telah menembus pasar internasional melalui pameran perhiasan di Singapura. Koleksi kalung Gudeg Jogja menjadi ikon yang menarik perhatian. Pameran Singapore International Jewelry Expo pada 2021 dan 2022 menjadi momentum penting bagi brand tersebut.

Tak berhenti di Singapura, Joglo Ayu Tenan melangkah ke Jepang untuk memamerkan karya bertema budaya Jawa dengan sentuhan modern. Salah satu karya menonjol menampilkan bahan kulit dengan teknik patah sungging, reinterpretasi wayang kulit menjadi aksesoris elegan. Keberhasilan itu didukung komitmen ramah lingkungan serta sertifikasi CHSE yang diraih dari Kementerian Pariwisata, dan kapasitas produksinya mencapai 500 pcs per bulan.

Ekspansi internasional

Perhiasan Joglo Ayu Tenan telah menembus pasar internasional melalui pameran perhiasan di Singapura. Koleksi kalung Gudeg Jogja menjadi ikon yang menarik perhatian. Pameran Singapore International Jewelry Expo pada 2021 dan 2022 menjadi momentum penting bagi brand tersebut.

Produk yang dipamerkan menonjolkan unsur budaya Jawa dengan desain modern. Keberadaan mereka menunjukkan kombinasi tradisi dan inovasi yang relevan dengan pasar fashion Asia. Saksi mata menunjukkan antusiasme pengunjung terhadap gaya etnik yang ramah lingkungan.

Prestasi tersebut memperluas jaringan distribusi di kawasan Asia Tenggara dan mulai menarik mitra regional. Produk mereka dipasarkan sebagai pilihan aksesori etnik yang tahan pakai. Keberhasilan Singapura menjadi batu loncatan menuju pasar lain.

Bahan dan teknik

Tak berhenti di Singapura, Joglo Ayu Tenan melangkah ke Jepang untuk memamerkan karya bertema budaya Jawa dengan sentuhan modern. Di Osaka, mereka memamerkan produk berbasis budaya Jawa dengan sentuhan modern. Salah satu karya menonjol adalah perhiasan berbahan kulit dengan teknik patah sungging, reinterpretasi wayang kulit menjadi aksesoris elegan.

Teknik patah sungging sendiri mengangkat nilai seni tradisional ke dalam aksesori kontemporer. Proses produksi mempertahankan kehalusan kulit sambil menonjolkan motif etnik. Perpaduan tersebut mengundang minat konsumen Jepang terhadap produk etnik yang bisa dipakai sehari-hari.

Keberhasilan Osaka membuka peluang kerja sama dengan komunitas lokal. Kolaborasi tersebut memperkaya variasi produk dengan warna dan material baru. Rencana ekspansi lebih lanjut menunjukkan potensi pasar Asia yang luas.

Nilai budaya CHSE

Nilai budaya Asia menjadi benang merah bagi upaya Joglo Ayu Tenan. Kedua pihak menunjukkan kesamaan budaya yang memudahkan penetrasi pasar regional. Produk ramah lingkungan bisa dikenakan oleh wanita maupun keluarga di Jepang.

Joglo Ayu Tenan aktif memproduksi aksesoris fesyen dan dekorasi rumah berbahan ramah lingkungan. Produk meliputi kalung, gelang, anting, hingga busana dari pewarna alam tanpa polyester. CHSE dari Kementerian Pariwisata menegaskan komitmen tersebut.

Saat ini kapasitas produksi mencapai 500 pcs per bulan bersama komunitas lokal. Awalnya tempat itu hanya menjadi ruang berkumpul para pengrajin perhiasan. Seiring waktu, ruang tersebut berkembang menjadi titik temu berbagai komunitas di Yogyakarta, mulai mahasiswa, pengrajin, hingga UMKM.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!