Jogja Financial Festival akan berlangsung pada 22-23 Mei 2026 di Jogja Expo Center, Jalan Raya Janti, Bantul, Yogyakarta. Acara ini menghadirkan pemangku kepentingan di sektor keuangan, mulai dari pembuat kebijakan hingga pelaku industri, untuk membahas literasi keuangan dan inklusi keuangan. Tujuan utamanya adalah memberikan wawasan praktis bagi generasi muda serta memajukan ekosistem keuangan nasional.
Festival ini sebelumnya berhasil digelar di Surabaya dan Medan dengan lebih dari 10.000 peserta. Kini Jogja dipilih sebagai tuan rumah untuk memperluas literasi keuangan bagi generasi muda.
Rangkaian Acara
Narasumber utama menghadirkan beberapa tokoh penting, antara lain Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, serta Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. Sesi ini menjadi fokus utama karena membahas arah kebijakan keuangan nasional dan regulasi sektor keuangan. Pertemuan tersebut menargetkan dialog konstruktif antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri.
Narasumber utama lainnya meliputi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, yang akan membuka sesi diskusi. Pengusaha CT Corp, Chairul Tanjung, juga akan berbagi pengalaman membangun bisnis dari nol hingga besar. Kehadiran akademisi diwakili Rektor Universitas Gadjah Mada, Ova Emilia, menambah sudut pandang akademik dalam forum tersebut.
Narasumber utama pun menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda, sebagai langkah preventif terhadap risiko finansial. Mereka menilai kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan sektor swasta perlu ditingkatkan. Hadirnya tokoh nasional diyakini bakal memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif.
Kelas Edukatif menyajikan rangkaian sesi praktis seputar literasi keuangan, dengan format edukatif yang interaktif. Hari pertama menghadirkan Edu Class LIKE IT bertajuk Financial Survival for Young Generation, diisi oleh perwakilan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS. Kelas ini dirancang untuk memberikan panduan praktis bagi pemegang usia muda dalam mengelola keuangan pribadi.
Kelas Edukatif juga menampilkan Edu Class Bank Mega & Michael Yeoh dengan topik Rp 10-100 Juta hari ini mau taruh di mana. Kelas ini berlangsung pukul 17.00-18.00 WIB, menawarkan solusi investasi skala kecil hingga menengah. Selain itu ada Edu Class Ekonomi Kreatif bersama Irene Umar pada pukul 17.00-18.00.
Kelas Edukatif pada hari kedua menghadirkan Entrepreneur Talk bersama Chairul Tanjung serta Hery Gunardi sebagai narasumber utama. Lalu ada Edu Class dengan Bank BNI, Edu Class dengan Bank Mandiri, dan Insurance Class bersama OJK, AAJI, serta IFG untuk memaparkan potensi produk keuangan non-bank. Sesi-sesi ini dirancang untuk memperluas wawasan praktis tentang perbankan, asuransi, dan inovasi keuangan bagi peserta.
Sesi Diskusi dan Dampak membahas arah kebijakan keuangan secara luas, termasuk peran regulator dan pemerintah. Sesi Business Talk bakal menghadirkan pejabat negara serta pelaku industri untuk membahas tantangan dan peluang sektor keuangan. Gubernur DIY dan Wali Kota Yogyakarta dijadwalkan hadir dalam beberapa sesi utama.
Sesi Diskusi dan Dampak juga menyoroti peran literasi keuangan dalam mendorong inklusi keuangan bagi masyarakat umum. Dari sisi praktisi, Chairul Tanjung akan berbagi pengalaman membangun bisnis, sementara akademisi diwakili Rektor UGM menambah sudut pandang ilmiah. Acara ini diharapkan memicu diskusi berkelanjutan tentang kebijakan dan inovasi keuangan nasional.
Sesi Diskusi dan Dampak turut diperkaya dengan hiburan seperti Jogja Run D City, Stand Up Comedy, hingga penampilan musik, yang bertujuan menjaga momentum publik. Kegiatan pendukung ini dipercaya meningkatkan partisipasi publik dan keterlibatan komunitas dalam literasi keuangan. Informasi mengenai pendaftaran acara disampaikan secara terbuka untuk memastikan akses luas bagi masyarakat.
