Jessica Iskandar Ungkap Masa Kelam dan Mental Breakdown

Lifestyle Anindya Kirana Putri 26 Mei 2026 10:24 WIB 3
Jessica Iskandar Ungkap Masa Kelam dan Mental Breakdown

Jessica Iskandar akhirnya membuka suara mengenai fase hidup paling kelam yang pernah ia alami. Ia mengaku sempat kehilangan arah, kehilangan diri sendiri, dan mengalami mental breakdown di tengah tekanan hidup yang berat.

Pengakuan itu disampaikan Jessica dalam acara SOS: Strength of Sensitivity bersama AVEENO di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026). Di hadapan publik, ibu tiga anak itu menuturkan bahwa perjalanan tersebut tidak mudah untuk dijalani maupun diungkapkan.

Jessica Iskandar dan Mental Breakdown

Jessica Iskandar mengakui pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Ia menyebut momen itu sebagai fase paling gelap yang membuatnya merasa tersesat.

Menurut Jessica, kondisi tersebut tidak muncul tiba-tiba. Tekanan dari luar, ditambah beban batin yang dipendam, membuat keadaan mentalnya semakin berat.

Ia menuturkan bahwa pada masa itu, dirinya merasa sulit berdamai dengan diri sendiri. Bahkan sebelum sempat memaafkan diri, ia sudah lebih dulu merasa dihakimi oleh banyak suara di sekitarnya.

Pernyataan terbuka ini menjadi langkah penting bagi Jessica. Dengan berbagi pengalaman, ia berharap tidak lagi menyimpan semua beban sendirian.

Tekanan yang Memperburuk Kondisi

Di balik penampilannya yang ceria, Jessica ternyata menyimpan luka yang tidak terlihat publik. Ia mengaku banyak hal berat yang pernah ia lalui dalam kehidupan pribadi.

Perjalanan itu mencakup perceraian, kegagalan dalam membangun rumah tangga, hingga pengalaman ditipu dalam jumlah besar. Rangkaian peristiwa tersebut memberi dampak emosional yang mendalam.

Jessica mengatakan ucapan orang di sekelilingnya justru memperparah kondisi mentalnya. Bisikan dan penilaian yang datang bertubi-tubi membuatnya semakin tertekan.

Situasi itu menunjukkan bahwa tekanan sosial dapat memperburuk kondisi psikologis seseorang. Karena itu, dukungan lingkungan menjadi hal yang sangat penting dalam masa sulit.

Langkah Pulih dan Bercerita

Setelah melewati fase terberat, Jessica memilih untuk mencari pegangan yang lebih kuat dalam hidupnya. Ia menegaskan bahwa langkah pertama yang ia tempuh adalah mendekatkan diri kepada Tuhan.

Baginya, spiritualitas menjadi sumber ketenangan saat pikiran terasa penuh. Ia merasa hubungan yang lebih dekat dengan pencipta memberi ruang bagi dirinya untuk bernapas kembali.

Selain itu, Jessica juga menilai pentingnya tempat aman untuk bercerita. Menurutnya, ketika beban dibagikan kepada orang yang tepat, hati akan terasa lebih ringan.

Ia meyakini bahwa masalah besar tidak harus dipikul seorang diri. Dengan berbagi, perlahan beban itu bisa berkurang dan memberi peluang untuk pulih.

Sensitivitas Jadi Kekuatan

Psikolog Indah Sundari Jayanti, M.Psi, menilai cara Jessica merespons sisi sensitifnya sudah tepat. Menurutnya, perempuan tidak perlu malu memiliki sensitivitas yang tinggi.

Indah menjelaskan bahwa sensitivitas bukan kelemahan, melainkan pintu untuk memahami diri sendiri. Saat perasaan diakui dan diterima, seseorang akan lebih mudah menemukan kekuatan batin.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dan ruang aman bagi perempuan untuk berekspresi. Dalam ruang seperti itu, emosi dapat dikelola tanpa rasa takut dihakimi.

Menurut Indah, kemampuan mengakui perasaan justru membantu seseorang menjadi lebih kuat. Dari pengalaman Jessica, publik dapat melihat bahwa keberanian untuk jujur bisa menjadi awal proses penyembuhan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!