Jeroan Saat Idul Adha, Ini Kata Dokter Soal Risikonya

Lifestyle Anindya Kirana Putri 31 Mei 2026 21:36 WIB 3
Jeroan Saat Idul Adha, Ini Kata Dokter Soal Risikonya

Olahan jeroan seperti sate hati, gulai babat, dan paru goreng kerap menjadi sajian favorit saat Idul Adha. Namun, makanan yang akrab di meja makan ini juga menyimpan risiko kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki masalah kolesterol dan asam urat.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa bagian hewan yang paling berisiko memang berasal dari jeroan. Menurut dia, konsumsi berlebihan pada momen Lebaran Haji dapat memicu gangguan metabolik yang tidak boleh dianggap sepele.

Jeroan dan risiko kesehatan

dr Aru menegaskan bahwa jeroan merupakan bagian hewan yang paling banyak meningkatkan kadar kolesterol dan asam urat. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui oleh detikcom pada Kamis, 21 Mei 2026.

Menurutnya, kandungan purin pada jeroan cenderung lebih tinggi dibandingkan daging biasa. Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan mengalami kenaikan asam urat, terutama jika dikonsumsi terlalu sering.

Jeroan juga kerap diolah dengan santan, minyak, atau bumbu yang tinggi lemak. Kombinasi tersebut dapat menambah beban metabolisme dan memperburuk risiko kolesterol.

Meski begitu, dr Aru menekankan bahwa jeroan tidak langsung berbahaya bila dimakan sesekali. Risiko muncul ketika porsinya besar dan frekuensinya terlalu sering, apalagi dalam satu rangkaian jamuan Idul Adha.

Daging biasa tetap perlu dibatasi

Selain jeroan, daging biasa juga tetap perlu dikonsumsi secara bijak. dr Aru menyebut daging tidak terlalu banyak meningkatkan kolesterol dan asam urat, meski tetap berpotensi memengaruhi keduanya.

Karena itu, masyarakat disarankan tidak menganggap daging merah sebagai makanan bebas risiko. Porsi yang terlalu besar tetap dapat berdampak pada kesehatan, terutama bagi penderita kolesterol tinggi.

Ia menilai pola makan menjadi faktor yang paling menentukan pada momen Idul Adha. Ketika konsumsi daging meningkat drastis, tubuh akan menerima asupan lemak dan purin yang lebih besar dari biasanya.

Konsep makan yang wajar, menurutnya, menjadi kunci untuk menjaga kesehatan. Ia mengingatkan agar masyarakat tetap makan seperti biasa dan tidak berlebihan saat merayakan Idul Adha.

Purin tinggi pemicu gout

Temuan medis turut memperkuat penjelasan itu. Sebuah riset yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of the Rheumatic Diseases menyebut makanan tinggi purin dapat meningkatkan risiko serangan gout berulang.

Dalam studi tersebut, konsumsi makanan tinggi purin dari sumber hewani dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan gout hingga hampir lima kali lipat. Jeroan termasuk dalam kelompok organ meats yang dianalisis peneliti.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pilihan makanan sangat berpengaruh pada kekambuhan asam urat. Bagi penderita gout, pengendalian asupan purin menjadi langkah penting untuk mencegah serangan berikutnya.

Karena itu, masyarakat dianjurkan lebih cermat saat mengolah dan memilih bagian hewan untuk dikonsumsi. Mengurangi frekuensi jeroan dapat menjadi cara sederhana untuk menjaga kadar asam urat tetap terkendali.

Tips aman konsumsi saat Idul Adha

Agar tetap bisa menikmati hidangan Idul Adha, porsi makan perlu dijaga dengan baik. Jeroan sebaiknya tidak menjadi menu utama yang dikonsumsi berulang dalam jumlah besar.

Masyarakat juga dapat memilih cara memasak yang lebih ringan, seperti merebus atau memanggang, dibanding menggoreng dengan banyak minyak. Langkah ini membantu menekan asupan lemak yang masuk ke tubuh.

Bagi orang dengan riwayat kolesterol tinggi atau asam urat, konsultasi dengan tenaga medis tetap diperlukan. Dokter dapat memberikan saran pola makan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.

Dengan pengaturan porsi dan cara olah yang tepat, hidangan Idul Adha tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan, bukan menghindari seluruh menu daging secara total.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!