Jam Tangan Mewah Patek Philippe dan AP Jadi Sorotan Publik

Lifestyle Clara Monica 31 Mei 2026 22:49 WIB 2
Jam Tangan Mewah Patek Philippe dan AP Jadi Sorotan Publik

Dunia horologi kembali menjadi perhatian publik setelah Kejaksaan Agung memastikan 14 jam tangan milik tersangka korupsi Asabri, Jimmy Sutopo, adalah barang palsu. Temuan itu mencuat di tengah tingginya citra merek seperti Patek Philippe dan Audemars Piguet, yang dikenal sebagai simbol kemewahan dan prestise.

Pemusnahan barang sitaan tersebut kembali membuka sorotan terhadap pasar jam tangan mewah di Indonesia. Selain karena nilainya yang fantastis, kedua merek itu juga kerap menjadi incaran kolektor dan kalangan berduit yang mengejar status, keaslian, dan kelangkaan.

Jam tangan mewah jadi sorotan

Kasus pemusnahan 14 jam tangan palsu milik Jimmy Sutopo memicu perhatian luas karena melibatkan merek jam tangan yang sangat prestisius. Kejaksaan Agung menyatakan seluruh barang itu tidak asli setelah melalui proses validasi yang panjang.

Dalam persidangan, tersangka juga disebut telah mengakui bahwa barang yang dimilikinya bukan produk asli. Fakta itu mempertegas bahwa label mewah belum tentu sejalan dengan keaslian barang.

Di tengah perhatian publik, nama Patek Philippe dan Audemars Piguet kembali menonjol sebagai dua merek yang paling sering disebut dalam pembicaraan soal jam tangan premium. Keduanya memiliki reputasi kuat, baik di pasar kolektor maupun di kalangan pemburu barang eksklusif.

Fenomena ini menunjukkan bahwa jam tangan mewah tidak hanya dipandang sebagai aksesori, tetapi juga sebagai penanda status sosial. Karena itu, isu keaslian dan nilai jual kembali menjadi perhatian utama di pasar kelas atas.

Harga fantastis merek premium

Audemars Piguet dikenal luas melalui lini Royal Oak yang menjadi ikon di dunia jam tangan mewah. Untuk model stainless steel, harganya berada di kisaran Rp 600 juta hingga Rp 1,2 miliar.

Model Royal Oak Offshore chronograph juga dipasarkan dengan banderol yang tidak kalah tinggi, yakni sekitar Rp 400 juta hingga Rp 900 juta. Sementara itu, varian high complication atau limited edition dapat menembus Rp 2 miliar hingga lebih dari Rp 6 miliar.

Patek Philippe bahkan kerap dipersepsikan lebih eksklusif dibandingkan Audemars Piguet. Hal itu muncul karena produksinya yang terbatas dan tingkat pertahanan nilai yang sangat kuat di pasar kolektor.

Di kelas bawah sekalipun, harga Patek Philippe tetap berada di level yang sulit dijangkau banyak orang. Calatrava entry level misalnya, dibanderol mulai Rp 180 juta hingga Rp 500 juta.

Patek Philippe dan kolektor

Di kalangan kolektor, Patek Philippe sering disebut sebagai holy grail karena reputasinya sangat tinggi. Merek asal Swiss ini dikenal menjaga kualitas, eksklusivitas, dan nilai jual kembali dalam jangka panjang.

Seri Aquanaut disebut memiliki harga sekitar Rp 1 miliar hingga Rp 4 miliar. Adapun Nautilus dapat berada di rentang Rp 1,8 miliar hingga Rp 7 miliar, tergantung edisi dan material yang digunakan.

Untuk kelas tertinggi, Grand Complications bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Harga tersebut mencerminkan kerumitan mesin, tingkat kelangkaan, dan minat pasar yang terus bertahan.

Di Indonesia, nama Patek Philippe dan Audemars Piguet termasuk yang paling dicari oleh kalangan crazy rich. Namun, Richard Mille masih disebut berada di urutan teratas dalam preferensi barang mewah para kolektor kelas atas.

Pasar mewah di Indonesia

Minat terhadap jam tangan mewah di Indonesia menunjukkan bahwa segmen ini masih sangat hidup. Pameran dan ajang jual beli khusus jam tangan menjadi ruang penting bagi kolektor untuk mencari model langka.

Dalam Jakarta Watch Exchange 2026, sempat dipamerkan Patek Philippe Nautilus Chrono White Gold Blue Dial 40th Anniversary. Arloji tersebut disebut sangat diincar kolektor dan ditawarkan dengan harga Rp 6,6 miliar.

Pergerakan pasar itu menunjukkan bahwa nilai sebuah jam tangan tidak hanya ditentukan oleh fungsi penunjuk waktu. Reputasi merek, kelangkaan produksi, dan kondisi fisik menjadi faktor utama yang membentuk harga.

Di sisi lain, kasus barang palsu yang menyeret nama jam tangan mewah juga menjadi pengingat penting bagi pembeli. Keaslian menjadi aspek yang tidak bisa diabaikan ketika bertransaksi di pasar barang premium.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!