Jastip Jajanan Puncak, Peluang Cuan dari Konten Iseng

Lifestyle Anindya Kirana Putri 31 Mei 2026 13:59 WIB 2
Jastip Jajanan Puncak, Peluang Cuan dari Konten Iseng

Jasa titip atau jastip masih menjadi peluang usaha yang menjanjikan hingga saat ini, termasuk untuk produk makanan lokal. Tren ini juga dimanfaatkan Fristo Linanggeng bersama istrinya, yang membuka jastip jajanan Puncak, Bogor, setelah mendapat respons positif dari media sosial.

Usaha yang awalnya hanya berangkat dari iseng itu kini berkembang menjadi layanan yang serius digarap selama enam bulan terakhir. Jastip jajanan Puncak diminati karena menawarkan makanan khas daerah yang dianggap otentik dan sulit ditemui di luar kawasan tersebut.

Jastip Jajanan Puncak Makin Diminati

Fristo mengaku ide membuka jastip muncul dari komentar warganet di akun media sosial miliknya. Saat sedang berada di Puncak, Bogor, ia membacakan satu per satu komentar yang masuk, lalu menemukan permintaan untuk membelikan sate maranggi.

Awalnya, hanya tiga orang yang menitipkan pesanan tersebut melalui kolom komentar. Ia pun mengiyakan permintaan itu tanpa banyak pertimbangan, karena saat itu usaha tersebut belum direncanakan secara khusus.

Setelah pengalaman itu, Fristo kembali mengunggah konten jastip di TikTok dan Instagram. Di luar dugaan, video tersebut ditonton banyak orang dan memunculkan minat dari calon pelanggan baru.

Respons yang terus bertambah membuatnya mulai melihat peluang usaha yang lebih besar. Dari yang semula sekadar memenuhi titipan kecil, jastip jajanan Puncak kemudian berkembang menjadi layanan yang lebih teratur.

Berawal dari Konten Media Sosial

Fristo menuturkan, semua bermula dari kebiasaannya membaca komentar pada setiap konten yang diunggah. Baik konten kerja maupun pribadi, ia mengaku selalu menyempatkan diri untuk melihat respons warganet dengan cermat.

Salah satu komentar kemudian menyelipkan permintaan jastip sate maranggi, yang langsung menarik perhatiannya. Karena ada tiga orang yang meminta hal serupa, ia pun memutuskan untuk menerima pesanan tersebut.

Keputusan sederhana itu ternyata menjadi titik awal lahirnya usaha baru. Dari satu unggahan spontan, jastip jajanan Puncak mulai dikenal lebih luas di media sosial.

Fristo menyebut, pada awalnya ia sama sekali tidak menyangka responnya akan sebesar itu. Namun, antusiasme warganet membuatnya merasa usaha tersebut layak untuk dijalankan secara serius.

Permintaan Terus Bertambah

Setelah konten jastipnya viral, jumlah orang yang berminat ikut memesan terus meningkat. Kondisi itu membuat Fristo melihat bahwa jajanan khas Puncak memang memiliki pasar tersendiri.

Menurut dia, daya tarik utama produk yang dititipkan adalah rasa otentik yang sulit ditemukan di tempat lain. Karena itu, banyak pelanggan yang rela menunggu giliran untuk mendapatkan pesanan mereka.

Fristo lalu mulai menata pola kerja agar layanan jastip tetap berjalan lancar. Ia menyadari bahwa usaha kecil sekalipun membutuhkan pengelolaan yang konsisten agar bisa dipercaya pelanggan.

Dalam enam bulan terakhir, jastip yang ia jalankan semakin stabil dan terus mendapat perhatian. Bagi Fristo, perkembangan itu menjadi bukti bahwa ide sederhana bisa berubah menjadi peluang usaha nyata.

Rute Panjang Demi Pesanan

Fristo saat ini tinggal di Depok, tetapi ia tidak menetap di Puncak karena orang tuanya tinggal di kawasan tersebut. Karena harus menemani keluarga, ia sementara waktu tinggal di Puncak Bogor.

Meski begitu, ia tidak meninggalkan pekerjaan tetapnya di Jakarta. Setiap hari, ia harus membagi waktu antara bekerja, mengurus keluarga, dan mengantarkan pesanan jastip kepada pelanggan.

Perjalanan yang ditempuh pun tidak singkat, karena ia harus berpindah dari Puncak ke Bogor, lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta menuju Jakarta. Ia menyebut perjalanan itu memakan waktu sekitar tiga jam.

Jarak dan waktu tempuh yang panjang tidak menyurutkan semangatnya untuk menjaga layanan tetap berjalan. Bagi Fristo, konsistensi menjadi kunci agar jastip jajanan Puncak tetap diminati dan terus berkembang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!