Jastip Jajanan Puncak Jadi Peluang Cuan

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 27 Mei 2026 00:35 WIB 3
Jastip Jajanan Puncak Jadi Peluang Cuan

Jasa titip atau jastip masih menjadi peluang usaha yang menjanjikan di tengah perubahan tren belanja masyarakat. Fristo Linanggeng memanfaatkan peluang itu dengan membuka jastip jajanan Puncak, Bogor, bersama istrinya, dan layanan tersebut kini diminati banyak pelanggan.

Usaha ini berawal dari komentar iseng di media sosial, lalu berkembang menjadi kegiatan yang dijalankan secara serius selama enam bulan terakhir. Meski berbasis makanan lokal, jastip jajanan Puncak membuktikan bahwa produk khas daerah tetap punya pasar yang kuat.

Jastip Jajanan Puncak

Fristo mengaku ide jastip muncul saat dirinya sedang berada di Puncak dan mengunggah konten di media sosial. Di kolom komentar, ada beberapa warganet yang menitipkan permintaan untuk membeli sate maranggi.

Awalnya hanya tiga orang yang ikut memesan, namun permintaan itu langsung ia terima. Dari situ, ia mulai melihat ada potensi usaha yang bisa dikembangkan lebih jauh.

Setelah itu, Fristo kembali membuat konten jastip melalui TikTok dan Instagram. Respons yang diterima jauh lebih besar dari perkiraannya, karena video yang diunggah ternyata menarik minat banyak pengguna.

Ia kemudian memutuskan untuk menseriusi layanan tersebut karena permintaan terus meningkat. Menurutnya, jastip jajanan Puncak mulai dijalankan sejak Agustus dan terus berjalan hingga kini.

Awal Mula Usaha

Fristo menjelaskan bahwa dirinya tidak menetap di Puncak, Bogor. Namun, orang tuanya tinggal di wilayah tersebut sehingga ia sering berada di sana.

Karena harus menemani orang tua, ia sementara waktu tinggal di Puncak. Kondisi itu justru memudahkannya untuk menjalankan jastip makanan khas daerah setempat.

Ia melihat peluang karena Puncak memiliki sejumlah makanan otentik yang sulit ditemukan di tempat lain. Karakter produk yang khas membuat jasa titip lebih mudah menarik perhatian calon pembeli.

Bagi Fristo, jastip bukan sekadar menjual barang pesanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman menikmati produk lokal. Hal itu menjadi nilai tambah yang membuat pelanggan tertarik untuk kembali memesan.

Perjalanan dan Tantangan

Meski usaha jastipnya berkembang, Fristo tetap memiliki pekerjaan tetap di Jakarta. Karena itu, ia harus membagi waktu antara bekerja, mengurus pesanan, dan mengantarkan jastip kepada pelanggan.

Perjalanan dari Puncak ke Jakarta tidak singkat dan harus ditempuh dengan beberapa moda transportasi. Ia biasanya naik motor dari Puncak ke Bogor, lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta.

Menurut Fristo, waktu tempuh yang ia habiskan bisa mencapai sekitar tiga jam. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama saat ia harus menjaga ketepatan waktu pengiriman.

Meski melelahkan, ia tetap menjalankan usaha itu karena permintaan pelanggan masih tinggi. Baginya, tantangan perjalanan sebanding dengan peluang penghasilan yang bisa didapatkan dari jastip.

Daya Tarik Jastip

Fenomena jastip menunjukkan bahwa peluang usaha tidak selalu berasal dari produk luar negeri atau barang mewah. Produk lokal, termasuk makanan khas daerah, juga bisa menjadi komoditas yang bernilai jual tinggi.

Media sosial berperan besar dalam memperluas jangkauan promosi jastip. Satu unggahan yang menarik dapat memicu minat banyak orang untuk ikut memesan.

Model usaha ini juga fleksibel karena dapat dijalankan sambil tetap bekerja di tempat lain. Hal tersebut membuat jastip menjadi pilihan usaha sampingan yang cukup relevan di era digital.

Kisah Fristo menunjukkan bahwa peluang bisnis bisa muncul dari hal sederhana, bahkan dari komentar di media sosial. Dengan konsistensi dan respons cepat terhadap permintaan pasar, jastip jajanan Puncak berhasil berkembang menjadi sumber cuan yang nyata.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!