Satelit N5 Kantongi Izin Komdigi, Siap Operasi Komersial

Teknologi Moh. Royhan Nahado 27 Mei 2026 01:52 WIB 2
Satelit N5 Kantongi Izin Komdigi, Siap Operasi Komersial

PT Pasifik Satelit Nusantara selangkah lagi mengoperasikan secara komersial Satelit Nusantara Lima atau Satelit N5 setelah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit dan VSAT dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Izin itu diberikan usai Satelit N5 lolos Uji Laik Operasi di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23–24 April 2026.

Dengan kapasitas 160 Gbps, Satelit N5 disebut sebagai salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia dan diproyeksikan memperkuat pemerataan akses internet di Indonesia. Kehadirannya dinilai penting untuk mendukung layanan publik, bisnis, hingga konektivitas di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal.

Satelit N5 dan izin Komdigi

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara Adi Rahman Adiwoso menyebut kelulusan Uji Laik Operasi menjadi fase krusial sebelum satelit melayani masyarakat secara luas. Menurut dia, izin Jartupsat dan VSAT dari Komdigi menjadi bukti bahwa infrastruktur tersebut telah memenuhi standar regulasi nasional.

Adi menegaskan perseroan siap menjalankan misi berikutnya untuk mempercepat pemerataan konektivitas. Ia menyampaikan bahwa kapasitas baru itu diharapkan dapat membantu mengurangi kesenjangan akses internet di berbagai pelosok Nusantara.

PSN juga menempatkan pengoperasian Satelit N5 sebagai bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita. Perusahaan menilai satelit ini akan memperkuat infrastruktur digital nasional secara berkelanjutan. Selain itu, satelit tersebut diharapkan menjadi tulang punggung layanan komunikasi di daerah yang selama ini terbatas aksesnya.

Uji laik operasi satelit

Proses Uji Laik Operasi dilakukan oleh Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi. Pengujian tersebut bertujuan memastikan seluruh sarana dan prasarana telekomunikasi Satelit N5 memenuhi standar keamanan dan fungsionalitas. Dasar pengujian mengacu pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

Validasi yang dilakukan mencakup infrastruktur jaringan tetap tertutup berbasis satelit dan VSAT. Pemeriksaan itu dirancang untuk menjamin kualitas layanan dan keandalan sistem. Tim juga menilai kepatuhan terhadap regulasi spektrum frekuensi yang berlaku di Indonesia.

Pengujian di Gateway Banjarbaru turut ditinjau oleh pejabat Komdigi, termasuk Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah. Hadir pula JF Penata dan Penyelenggara Pos dan Informatika Ahli Utama Ir Geryantika Kurnia serta Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan. Kehadiran mereka menunjukkan pentingnya kelayakan teknis sebelum layanan dikomersialkan.

Peran satelit untuk internet

Edwin Hidayat Abdullah menyebut Satelit N5 sebagai aset strategis untuk mendukung transformasi digital nasional. Ia menilai kapasitas satelit tersebut sejalan dengan target pemerintah yang ingin mendorong kecepatan internet rata-rata Indonesia mencapai 100 Mbps pada 2029.

Menurut Edwin, kelulusan ULO membuktikan infrastruktur itu telah siap secara teknis untuk mendukung agenda besar digitalisasi. Pemerintah, kata dia, terus mendorong pemerataan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia. Karena itu, kapasitas besar Satelit N5 diharapkan segera dimanfaatkan secara optimal.

Edwin menambahkan layanan berbasis satelit sangat penting bagi daerah yang belum terjangkau jaringan memadai. Ia berharap satelit tersebut dapat memperkuat layanan publik di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses digital. Dengan demikian, manfaat transformasi digital dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

Spesifikasi dan jangkauan N5

Satelit N5 menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band. Jangkauannya mencakup kawasan Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Filipina. Spesifikasi ini membuatnya memiliki kapasitas layanan yang besar untuk mendukung kebutuhan konektivitas lintas wilayah.

Satelit tersebut diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025. Setelah itu, Satelit N5 menjalani fase Electric Orbit Raising sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026. Seluruh tahapan itu menjadi bagian penting sebelum satelit siap beroperasi secara komersial.

PSN menyebut seluruh infrastruktur ruas bumi, termasuk tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan, telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diproyeksikan mendukung layanan internet cepat bagi masyarakat, sektor bisnis, dan penguatan keamanan nasional. Perusahaan optimistis kehadiran satelit ini akan menjadi penguat utama ekosistem digital Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!