PT Jasa Marga (Persero) Tbk menetapkan pembagian dividen sebesar Rp1,1 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, Rabu (20/5/2026). Nilai itu setara 31 persen dari laba bersih perseroan, dengan dividen per lembar saham atau dividend per share sebesar Rp156,2.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan pembagian dividen dilakukan di tengah ekspansi usaha yang tetap menjaga nilai pemegang saham. Perseroan juga menargetkan kesinambungan dividen melalui kebijakan yang terukur, dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan dan ekonomi ke depan.
Dividen Jasa Marga
Dividen tersebut akan dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada recording date 4 Juni 2026. Adapun jadwal pembayaran dividen ditetapkan pada 19 Juni 2026.
Rivan menyampaikan sisa laba bersih tahun 2025 akan dialokasikan sebagai laba ditahan. Dana itu akan digunakan sebagai cadangan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.
Keputusan ini mencerminkan upaya Jasa Marga menjaga keseimbangan antara imbal hasil kepada investor dan kebutuhan ekspansi. Perseroan menilai kebijakan dividen yang konsisten menjadi bagian dari strategi menjaga kepercayaan pasar.
Kinerja Keuangan Menguat
Sepanjang 2025, Jasa Marga mencatat core profit yang tetap stabil di posisi Rp3,7 triliun. Perseroan juga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp19,8 triliun, tumbuh 5,8 persen secara tahunan.
Pendapatan tersebut ditopang oleh kontribusi utama dari pendapatan tol sebesar Rp18,2 triliun. Sementara itu, pendapatan usaha lain mencapai Rp1,6 triliun dan memperkuat total kinerja perusahaan.
EBITDA perseroan tercatat naik menjadi Rp13,3 triliun dengan margin EBITDA berada di level 67 persen. Stabilitas itu didukung kenaikan pendapatan, pertumbuhan EBITDA, serta penurunan beban keuangan konsolidasi sebesar 10,5 persen.
Bisnis Tol Tetap Dominan
Jasa Marga terus memperkuat lini bisnis yang mencakup konsesi, pengoperasian, preservasi, hingga pengembangan bisnis prospektif. Pada bisnis konsesi jalan tol, perseroan mempertahankan posisinya sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia.
Hingga 2025, Jasa Marga mengoperasikan 1.294 kilometer jalan tol dari total konsesi sepanjang 1.736 kilometer. Capaian tersebut merepresentasikan 42 persen pangsa pasar jalan tol nasional.
Sepanjang tahun lalu, transaksi di jalan tol Jasa Marga mencapai 1,31 miliar kendaraan dengan lalu lintas harian rata-rata 3,58 juta kendaraan. Angka ini menunjukkan tingginya aktivitas mobilitas di jaringan jalan tol yang dikelola perseroan.
Transformasi Layanan Berlanjut
Dalam rangka meningkatkan pelayanan, Jasa Marga mengembangkan Jasamarga Tollroad Command Center berbasis Intelligent Transport System. Sistem tersebut mampu menghasilkan prediksi lalu lintas dengan tingkat akurasi mendekati 98 persen.
Informasi dari pusat kendali itu disampaikan kepada pengguna jalan melalui aplikasi Travoy sebagai asisten digital perjalanan di jalan tol. Pada 2025, aplikasi tersebut diunduh 1,1 juta kali atau naik 48 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Transformasi digital itu turut mendongkrak Customer Satisfaction Index 2025 menjadi 5,13 dari skala 6 dan masuk kategori puas. Perseroan menilai capaian tersebut sejalan dengan komitmen menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi pengguna jalan.
Hingga akhir 2025, Jasa Marga mengoperasikan 59 rest area di sepanjang ruas jalan tol grup. Dari jumlah itu, 26 rest area merupakan Travoy Rest yang dimiliki dan dikelola langsung oleh perseroan.
Sepanjang 2025, Travoy Rest menjalani program rejuvenasi melalui pembaruan fasilitas umum, standardisasi layanan petugas, penataan tenant, optimalisasi area parkir, dan ruang terbuka hijau. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan saat beristirahat.
Selain itu, Jasa Marga juga memperkuat program tanggung jawab sosial, lingkungan, dan inisiatif ESG melalui green toll road, energi terbarukan, fasilitas kendaraan listrik, pengembangan SDM, serta budaya keselamatan kerja. Perseroan menilai seluruh langkah tersebut penting untuk menopang pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat posisi sebagai pemimpin industri jalan tol nasional.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi perseroan. Ke depan, Jasa Marga optimistis dapat menjaga pertumbuhan kinerja melalui optimalisasi anggaran, pemenuhan standar pelayanan minimal, penyesuaian tarif tol yang terukur, serta penguatan fundamental keuangan.
