Jasa Marga Bagikan Dividen Rp1,1 Triliun dari Laba 2025

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 23 Mei 2026 15:53 WIB 6
Jasa Marga Bagikan Dividen Rp1,1 Triliun dari Laba 2025

PT Jasa Marga (Persero) Tbk menetapkan pembagian dividen sebesar Rp1,1 triliun atau setara 31 persen dari laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Keputusan itu diambil di tengah ekspansi bisnis perseroan, dengan fokus menjaga nilai pemegang saham dan mempertahankan fundamental keuangan yang sehat.

Dividen per lembar saham atau dividend per share ditetapkan sebesar Rp156,2, sama seperti periode sebelumnya, dengan recording date pada 4 Juni 2026 dan pembayaran pada 19 Juni 2026. Sisa laba bersih 2025 dialokasikan sebagai laba ditahan untuk memperkuat cadangan dan mendukung kesinambungan usaha ke depan.

Dividen Jasa Marga

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan perseroan tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi dan pengembalian kepada pemegang saham. Menurut dia, kebijakan dividen dilakukan secara terukur agar tidak mengabaikan kondisi keuangan dan ekonomi ke depan.

Dalam rapat tersebut, Dewan Komisaris dan Direksi juga melaporkan bahwa laba bersih 2025 tetap dikelola dengan disiplin. Pendekatan itu menjadi dasar bagi perseroan untuk menjaga kepercayaan investor di tengah dinamika industri jalan tol.

Rivan menyebut pembagian dividen ini merupakan bagian dari komitmen Jasa Marga dalam menjaga nilai perusahaan. Perseroan ingin memastikan pertumbuhan usaha tetap berjalan tanpa mengurangi kekuatan struktur modal.

Kinerja Operasional Menguat

Sepanjang 2025, Jasa Marga mencatat core profit stabil di angka Rp3,7 triliun. Pendapatan usaha mencapai Rp19,8 triliun, tumbuh 5,8 persen secara tahunan, ditopang pendapatan tol Rp18,2 triliun dan pendapatan usaha lain Rp1,6 triliun.

EBITDA perseroan juga naik menjadi Rp13,3 triliun dengan margin 67 persen. Kenaikan itu menunjukkan efisiensi operasional tetap terjaga meski perseroan terus melakukan pengembangan bisnis.

Stabilitas kinerja turut didorong penurunan beban keuangan konsolidasi sebesar 10,5 persen secara tahunan. Penurunan tersebut merupakan dampak positif dari aksi korporasi equity financing yang dilakukan pada akhir 2024.

Jaringan Tol Dan Digital

Di lini konsesi, Jasa Marga tetap menjadi pengelola jalan tol terbesar di Indonesia dengan mengoperasikan 1.294 kilometer jalan tol. Total konsesi yang dikelola mencapai 1.736 kilometer, atau merepresentasikan 42 persen pangsa pasar jalan tol nasional.

Selama 2025, transaksi di jaringan tol perseroan mencapai 1,31 miliar kendaraan. Lalu lintas harian rata-rata tercatat 3,58 juta kendaraan, mencerminkan tingginya mobilitas pengguna jalan tol.

Perseroan juga memperkuat Jasamarga Tollroad Command Center berbasis Intelligent Transport System untuk meningkatkan prediksi lalu lintas. Informasi layanan kemudian disampaikan melalui aplikasi Travoy, yang pada 2025 telah diunduh 1,1 juta kali, naik 48 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

ESG Dan Arah 2026

Transformasi digital ikut mendorong Customer Satisfaction Index 2025 ke level 5,13 dari skala 6, yang masuk kategori puas. Jasa Marga menilai pencapaian itu sejalan dengan komitmen menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan berkeselamatan.

Hingga akhir 2025, terdapat 59 rest area yang beroperasi di sepanjang ruas jalan tol Jasa Marga Group, dengan 26 di antaranya merupakan Travoy Rest. Perseroan juga menjalankan rejuvenasi rest area melalui pembaruan fasilitas umum, penataan tenant, optimalisasi parkir, dan penambahan ruang terbuka hijau.

Ke depan, Jasa Marga menargetkan kinerja 2026 semakin kuat lewat pertumbuhan pendapatan, peningkatan EBITDA, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal, dan penyesuaian tarif tol secara terukur. Perseroan juga menegaskan fokus pada ESG, pengembangan SDM, serta budaya kerja JSMR MOVE untuk memperkuat daya saing jangka panjang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!