Jada Shafira Diterima di UI Setelah Dua Kali Ditolak Unpad

Lifestyle Anindya Kirana Putri 02 Juni 2026 04:20 WIB 2
Jada Shafira Diterima di UI Setelah Dua Kali Ditolak Unpad

Kebahagiaan tengah menyelimuti keluarga pasangan selebritas Mario Irwinsyah dan Ratu Anandita. Putri sulung mereka, Jada Shafira, resmi diterima sebagai mahasiswa baru Universitas Indonesia, Fakultas Ilmu Komunikasi.

Jada mengungkapkan bahwa jalan menuju kampus impian tidak berlangsung mulus. Sebelum lolos ke UI, ia sempat dua kali mendaftar ke Universitas Padjadjaran melalui jalur SNBP dan International Undergraduate Program, namun keduanya berakhir dengan penolakan.

Perjuangan Jada Shafira

Jada menjelaskan bahwa dirinya mencoba peluang di Unpad melalui jalur SNBP lebih dulu. Jalur itu mensyaratkan nilai rapor yang baik dan rekomendasi sekolah untuk bisa ikut seleksi.

Namun, hasil yang diterima tidak sesuai harapan. Ia dinyatakan tidak lolos pada kesempatan pertama tersebut.

Meski kecewa, Jada tidak berhenti mencoba. Ia kemudian kembali mendaftar ke jurusan yang sama melalui jalur International Undergraduate Program atau IUP.

Harapan untuk lolos di seleksi kedua pun belum terwujud. Jada kembali menerima kabar penolakan dari Unpad.

Doa Keluarga Menguatkan

Penolakan berulang itu membuat Jada harus menyiapkan rencana cadangan. Ia pun mulai mempertimbangkan opsi lain yang bisa menjadi jalan terbaik untuk melanjutkan pendidikan.

Di tengah proses tersebut, dukungan keluarga menjadi pegangan penting. Jada menilai keputusan akhir yang ia terima kini adalah hasil dari usaha dan kesabaran yang terus dijaga.

Mario Irwinsyah turut menyoroti peran doa sang istri dalam perjalanan pendidikan putrinya. Ia meyakini, doa yang tulus dari Ratu Anandita memberi pengaruh besar pada hasil yang diterima Jada.

Menurut Mario, sebagai orang tua mereka memilih menyerahkan hasil terbaik kepada doa ibu. Ia menyebut doa Ratu selama ini kerap menjadi jalan yang menghadirkan kemudahan bagi keluarga mereka.

UI Jadi Pilihan Terdekat

Setelah dua kali gagal di Unpad, Jada akhirnya diterima di Universitas Indonesia. Kampus tersebut dipandang sebagai pilihan yang lebih sesuai karena lokasinya lebih dekat dari rumah keluarga mereka.

Bagi Jada, penerimaan di UI menjadi kabar yang disambut dengan rasa syukur. Ia merasa keputusan itu sesuai dengan harapan keluarga yang sejak awal menginginkan kampus yang lebih terjangkau.

Ratu Anandita menegaskan bahwa kedekatan lokasi kampus menjadi pertimbangan utama. Ia menilai jarak yang lebih singkat akan membuat aktivitas kuliah putrinya lebih nyaman dan efisien.

Ia juga menyebut perjalanan ke UI tetap bisa ditempuh dengan mudah melalui akses tol. Menurutnya, pilihan tersebut jauh lebih baik daripada harus tinggal di kos.

Harapan Baru untuk Jada

Kini, Jada bersiap memasuki babak baru sebagai mahasiswa ilmu komunikasi. Pengalaman gagal di dua seleksi sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi dirinya untuk tetap bertahan.

Kisah tersebut juga memperlihatkan bahwa penolakan bukan akhir dari perjuangan. Justru dari situ Jada memperoleh kesempatan yang akhirnya mengantarkannya ke kampus pilihan keluarga.

Keberhasilan ini menambah kebahagiaan bagi Mario dan Ratu Anandita sebagai orang tua. Mereka melihat pencapaian putrinya sebagai buah dari usaha, kesabaran, dan doa yang tak putus.

Dengan diterimanya Jada di UI, keluarga ini menutup proses seleksi dengan penuh syukur. Kini, perhatian mereka beralih pada langkah Jada menjalani kehidupan kampus yang baru.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!