Pasangan suami istri Endi Sunarya dan Imas Nurlaela berhasil meneruskan usaha Batagor Gembira yang dirintis dari nol oleh orang tua Imas sejak 1986. Usaha kuliner asal Depok itu kini berkembang menjadi 10 cabang dengan 12 karyawan, setelah melewati proses panjang dari jualan keliling hingga dikenal luas pelanggan.
Kisah Batagor Gembira berawal ketika orang tua Imas merantau dari Garut ke ibu kota untuk mencari penghidupan baru. Mereka kemudian menikah, berjualan batagor yang saat itu sedang tren, lalu membangun usaha pertama di dekat kantor PLN Depok, Jalan Mekar Jaya, yang menjadi titik awal perjalanan bisnis keluarga tersebut.
Asal-usul Batagor Gembira
Jauh sebelum dikenal sebagai pemilik usaha batagor, ayah Imas, Memed, telah akrab dengan dunia kuliner jalanan. Ia pernah berjualan siomay keliling untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Seiring waktu, Memed melihat peluang yang lebih besar dari batagor. Ia lalu beralih ke usaha itu karena dinilai lebih menguntungkan dan lebih diminati pasar.
Perlahan tetapi pasti, usaha Batagor Gembira mulai mendapat tempat di hati pelanggan. Lokasi pertama di dekat PLN Depok menjadi saksi tumbuhnya usaha yang dijalankan dengan kerja keras dan ketekunan.
Nama dari pelanggan setia
Nama Batagor Gembira ternyata bukan diberikan langsung oleh keluarga pemilik usaha. Julukan itu justru muncul dari para pelanggan, khususnya mahasiswa Universitas Indonesia yang kerap berkumpul di lapak mereka hingga larut malam.
Imas menjelaskan, sebutan itu muncul karena suasana nongkrong di warung batagor tersebut selalu terasa hangat. Para pelanggan sering menyebut tempat itu sebagai lokasi berkumpul yang membuat suasana hati senang.
Dari kebiasaan itu, nama Batagor Gembira akhirnya melekat dan digunakan hingga sekarang. Identitas tersebut kemudian menjadi ciri khas yang membedakan usaha ini dari penjual batagor lainnya di Depok.
Perluasan usaha keluarga
Seiring meningkatnya jumlah pelanggan, keluarga Memed mulai berani membuka cabang baru. Pada 2010, cabang kedua hadir di pinggir Jalan Tole Iskandar, Mekar Jaya, Sukmajaya, Depok, tepat di samping swalayan TipTop.
Pembukaan cabang itu menjadi tonggak penting dalam perkembangan bisnis keluarga tersebut. Dari satu titik usaha, Batagor Gembira perlahan menjelma menjadi merek kuliner yang dikenal lebih luas di wilayah Depok.
Pertumbuhan itu juga didukung oleh pengelolaan yang makin rapi dan konsisten. Hingga kini, Batagor Gembira telah memiliki 10 cabang dan 12 karyawan untuk menjaga kualitas layanan dan produksi.
Warisan usaha yang terus hidup
Pada 2011, Imas mulai ikut membantu proses produksi batagor di rumah. Ia juga sesekali turun langsung menjaga lapak dan melayani pelanggan ketika dibutuhkan.
Keterlibatan itu membuat Imas semakin memahami ritme usaha keluarga yang telah dibangun sejak lama. Dari proses harian tersebut, ia ikut menjaga keberlanjutan bisnis yang sudah menjadi sumber penghidupan keluarga.
Rasa syukur terbesar datang ketika orang tuanya bisa menunaikan ibadah haji pada 2016 berkat hasil penjualan batagor. Bagi Imas, pencapaian itu menjadi bukti bahwa usaha kecil yang dikelola dengan ketekunan dapat memberi dampak besar bagi keluarga.
