Keberangkatan Raffi Ahmad ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji tahun ini menjadi sorotan publik. Di tengah perhatian itu, sahabatnya, Irfan Hakim, mengaku merasakan iri yang justru berangkat dari kekaguman. Ia menegaskan rasa iri tersebut bukan karena kekayaan, melainkan karena ketekunan ibadah Raffi Ahmad. Menurutnya, perubahan spiritual sang presenter terlihat nyata di sela jadwal kerja yang padat.
Irfan Hakim menyampaikan pandangan itu saat ditemui di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada Selasa, 19 Mei 2026. Ia menilai Raffi Ahmad menjadi contoh bahwa kesuksesan duniawi dapat berjalan beriringan dengan ketaatan beragama. Pengamatannya itu didasarkan pada kebiasaan Raffi yang tetap menjaga salat dan amalan sunnah setelah pulang dari haji sebelumnya. Sikap tersebut, menurut Irfan, layak membuat banyak orang iri secara positif.
Raffi Ahmad dan ibadah
Irfan Hakim menilai Raffi Ahmad menunjukkan konsistensi ibadah yang semakin kuat setelah menunaikan haji sebelumnya. Ia melihat langsung bagaimana Raffi tetap memprioritaskan kewajiban spiritual di tengah aktivitas syuting yang melelahkan. Bagi Irfan, kebiasaan itu memperlihatkan kedisiplinan yang tidak mudah dijaga oleh banyak orang. Hal tersebut membuat Raffi dinilai memiliki transformasi pribadi yang semakin matang.
Dalam kesaksiannya, Irfan menyebut Raffi kerap langsung menunaikan salat dhuha usai menyelesaikan pekerjaan. Kebiasaan itu, menurut dia, menjadi tanda bahwa ibadah telah menjadi bagian dari rutinitas harian. Ia juga melihat Raffi tidak hanya menjalankan ibadah wajib, tetapi turut menjaga amalan yang memperkuat spiritualitas. Dari pengamatan itu, Irfan menilai keteladanan Raffi semakin kuat dari waktu ke waktu.
Perubahan tersebut, lanjut Irfan, tidak muncul sebagai pencitraan, melainkan terlihat konsisten dalam keseharian. Ia menilai Raffi tetap rendah hati meski berada di puncak popularitas dan kesibukan. Sikap itu membuatnya kagum sekaligus terdorong untuk meneladani kebiasaan baik sahabatnya. Dalam pandangannya, kekayaan sejati justru tampak dari kemampuan menjaga ibadah secara istiqomah.
Iri yang penuh kekaguman
Irfan Hakim menegaskan bahwa rasa iri yang ia rasakan bukanlah iri negatif. Ia justru ingin semua orang iri pada ibadah Raffi Ahmad, bukan pada harta yang dimilikinya. Baginya, kekayaan material tidak sebanding dengan nilai ketika seseorang tetap taat beragama. Pandangan itu ia sampaikan sebagai bentuk apresiasi terhadap perjalanan spiritual sahabatnya.
Ia menjelaskan bahwa iri dalam konteks tersebut adalah dorongan untuk meniru hal baik. Menurutnya, Raffi tidak hanya sukses secara materi, tetapi juga mampu menjaga hubungan dengan Tuhan secara konsisten. Kombinasi itu membuat sosok Raffi dinilai lengkap sebagai figur publik yang inspiratif. Irfan menyebut kondisi tersebut sebagai sesuatu yang patut dicontoh oleh banyak orang.
Dalam perbincangan itu, Irfan bahkan menyebut dirinya kerap bercanda soal rezeki yang terus mengalir ketika melihat Raffi rajin beribadah. Namun, ia menegaskan bahwa tujuan utama bukanlah kekayaan, melainkan keberkahan. Ia menilai salat dhuha, istighfar, dan kebiasaan ibadah lainnya menjadi fondasi penting dalam hidup. Dari sanalah, menurut dia, kebahagiaan dan ketenangan dapat tumbuh lebih kuat.
Perubahan setelah haji
Irfan Hakim mengaku menyaksikan perubahan sikap Raffi Ahmad setelah pulang dari ibadah haji sebelumnya. Ia menyebut semangat ibadah Raffi meningkat secara signifikan dan terasa lebih konsisten. Bahkan setelah agenda syuting yang padat, Raffi tetap mengutamakan salat dan amalan sunnah. Hal itu menjadi pengalaman yang membekas bagi Irfan sebagai sahabat dekat.
Menurut Irfan, pengalaman haji pertama memberi dampak besar pada karakter Raffi. Ia melihat Raffi menjadi lebih tenang, lebih terarah, dan lebih disiplin dalam menjalani kewajiban agama. Kebiasaan tersebut tidak hanya tampak saat momen tertentu, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, ia menilai perjalanan spiritual Raffi membawa perubahan yang nyata dan bertahan lama.
Irfan menyebut konsistensi itu sebagai wujud istiqomah yang sulit dijaga tanpa kesungguhan. Ia menilai, setelah haji, Raffi tidak berhenti pada euforia perjalanan ibadah semata. Sebaliknya, perubahan itu diterjemahkan dalam perilaku yang terus dijaga hingga sekarang. Bagi Irfan, kondisi tersebut merupakan bukti bahwa haji dapat menjadi titik balik kehidupan seseorang.
Teladan bagi publik
Pengamatan Irfan Hakim membuat Raffi Ahmad dipandang sebagai figur publik yang memiliki nilai teladan di luar dunia hiburan. Ia menunjukkan bahwa popularitas tidak harus menjauhkan seseorang dari ibadah. Justru, menurut Irfan, kesibukan dapat menjadi tantangan sekaligus pembuktian keteguhan iman. Dari situ, Raffi dianggap mampu memadukan kesuksesan karier dengan kedalaman spiritual.
Irfan juga menilai kebiasaan Raffi dalam berbagi kepada orang lain memperkuat citra baik tersebut. Ia menyebut Raffi kerap menunjukkan kebaikan kepada siapa pun yang ditemui. Sikap dermawan itu, menurut dia, menjadi bagian dari karakter yang terbentuk dari kedekatan dengan nilai agama. Karena itu, kekaguman Irfan tidak hanya tertuju pada ibadah, tetapi juga pada akhlak sehari-hari.
Dalam pandangannya, publik dapat mengambil pelajaran dari konsistensi yang ditunjukkan Raffi Ahmad. Kesuksesan tidak harus membuat seseorang lengah terhadap kewajiban spiritual. Sebaliknya, keberhasilan dapat menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Pesan itu yang ingin ditegaskan Irfan melalui pengakuannya tentang rasa iri yang penuh penghargaan.
