Intervensi Obligasi Pemerintah Serap Rp 600 Miliar

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 25 Mei 2026 12:36 WIB 5
Intervensi Obligasi Pemerintah Serap Rp 600 Miliar

Pemerintah terus masuk ke pasar obligasi untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah penguatan dolar Amerika Serikat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, target pembelian obligasi negara sebesar Rp 2 triliun per hari baru terserap Rp 600 miliar.

Menurut Purbaya, serapan yang masih kecil itu menunjukkan tekanan jual di pasar obligasi belum terlalu besar. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya intervensi agar nilai tukar rupiah tidak terus tertekan.

Intervensi Rupiah di Obligasi

Pemerintah mulai masuk ke pasar obligasi sejak Kamis pekan lalu. Langkah itu ditempuh untuk menjaga harga bond tetap terkendali dan membantu pergerakan rupiah.

Purbaya menilai, kondisi pasar masih relatif tenang karena penjual obligasi tidak terlalu banyak. Ia menyebut serapan Rp 600 miliar dari target Rp 2 triliun per hari sebagai sinyal tekanan yang belum berat.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah memilih bergerak bertahap sambil memantau arah pasar. Kebijakan lanjutan akan ditentukan setelah melihat perkembangan dalam beberapa waktu ke depan.

Dolar Menguat Tekan Pasar

Penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang menekan rupiah dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Selasa sore, mata uang Negeri Paman Sam sempat bergerak hingga menembus Rp 17.705.

Pergerakan itu membuat pemerintah mengambil langkah antisipatif di pasar obligasi. Tujuannya adalah meredam gejolak dan menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan eksternal.

Purbaya mengatakan pemerintah ingin memastikan harga obligasi tetap terkendali saat rupiah melemah. Ia menilai intervensi pasar diperlukan agar sentimen negatif tidak semakin meluas.

Strategi Cash Management

Saat ini, langkah yang ditempuh pemerintah masih sebatas pengelolaan kas atau cash management. Purbaya menegaskan, skema bond stabilization framework belum diaktifkan.

Skema yang lebih luas itu nantinya dapat melibatkan pihak lain, termasuk PT Sarana Multi Infrastruktur atau SMI. Namun, pemerintah menilai kondisi pasar belum sampai pada tahap yang memerlukan intervensi sebesar itu.

Menurut Purbaya, situasi yang dihadapi masih relatif terkendali. Karena itu, pemerintah memilih pendekatan yang lebih hati-hati sambil menunggu respons pasar berikutnya.

Harapan Rupiah Menguat

Purbaya optimistis rupiah akan kembali menguat dalam beberapa minggu ke depan. Ia menilai kehadiran pemerintah di bond market, bersama masuknya investor asing, dapat membantu menstabilkan pasar.

Pemerintah juga berkomitmen melakukan pembelian obligasi secara harian dengan nilai yang ditargetkan. Strategi ini diharapkan menjaga minat pasar dan menahan tekanan terhadap rupiah.

Meski begitu, Purbaya menegaskan bahwa evaluasi akan terus dilakukan secara berkala. Arah kebijakan selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi pasar dan kebutuhan stabilisasi nilai tukar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!