IHSG Tertekan, OJK Sebut Efek Rebalancing MSCI Berlanjut

Forex & Saham Kevin S. Pratama 28 Mei 2026 04:32 WIB 2
IHSG Tertekan, OJK Sebut Efek Rebalancing MSCI Berlanjut

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menjadi indeks paling tertekan di kawasan Asia Pasifik pada Kamis, 21 Mei 2026. Pelemahan ini dipicu sejumlah sentimen, terutama dampak rebalancing MSCI terhadap saham-saham Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan, Hasan Fawzi, menyebut tekanan pada saham-saham besar masih terasa. Menurut dia, ada 18 saham Indonesia yang dikeluarkan dari indeks global MSCI dan kondisi tersebut memicu penyesuaian portofolio di pasar.

Tekanan IHSG dari MSCI

Hasan menjelaskan bahwa pengumuman MSCI berdampak langsung pada saham-saham yang sebelumnya masuk dalam konstituen indeks tersebut. Tekanan muncul karena investor, terutama exchange traded fund dan reksa dana pasif, harus melakukan penyesuaian portofolio sesuai acuan indeks.

Ia menilai pelemahan itu merupakan respons yang wajar dari pasar setelah adanya perubahan konstituen. Kondisi ini membuat sejumlah saham besar Indonesia berada dalam tekanan jual yang cukup nyata.

Menurut Hasan, korelasi antara pengumuman MSCI dan pelemahan harga saham sudah terlihat sejak awal. Ia menyebut dampak tersebut tidak hanya terjadi pada satu atau dua emiten, melainkan merata pada saham-saham yang terdampak keputusan indeks.

Rebalancing picu aksi jual

Hasan menegaskan bahwa kewajiban rebalancing portofolio menjadi faktor utama yang menekan harga saham tertentu. Investor institusi yang mengikuti indeks global perlu menyesuaikan kepemilikan agar tetap sejalan dengan komposisi terbaru MSCI.

Penyesuaian itu, kata dia, berpotensi memunculkan arus keluar dana atau net outflow dari sejumlah saham. Meski demikian, pasar masih perlu melihat apakah pada akhirnya akan terjadi keseimbangan baru setelah proses penyesuaian selesai.

Dalam pandangannya, tekanan jual akibat perubahan indeks sulit dihindari dalam jangka pendek. Hal ini terjadi karena pasar biasanya bereaksi cepat terhadap pengumuman yang memengaruhi alokasi investasi global.

Efek berlanjut hingga akhir Mei

Hasan menyebut tekanan pada saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI berpotensi berlanjut hingga keputusan tersebut resmi efektif. Tanggal yang menjadi acuan adalah setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026.

Ia menilai pasar sudah mulai memperhitungkan dampak tersebut sejak pengumuman dilakukan. Karena itu, pergerakan harga saham yang terdampak kemungkinan masih akan dipengaruhi sentimen yang sama dalam beberapa hari ke depan.

Meski begitu, Hasan membuka kemungkinan adanya net inflow pada kondisi tertentu jika minat investor lain meningkat. Namun, untuk saat ini, ia menilai persepsi pasar masih lebih condong pada potensi net outflow.

Prospek saham pasca MSCI

Di tengah tekanan yang terjadi, pelaku pasar diminta mencermati saham-saham yang terdampak secara lebih selektif. Perubahan indeks global kerap menjadi katalis jangka pendek, tetapi arah harga tetap bergantung pada fundamental emiten.

Investor juga perlu memperhatikan likuiditas dan strategi dana institusi yang mengikuti indeks acuan. Jika penyesuaian portofolio selesai, tekanan pasar berpeluang mereda secara bertahap.

Hasan menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan di pasar modal. OJK ingin memastikan dinamika akibat rebalancing MSCI tetap berada dalam koridor yang sehat dan tidak mengganggu stabilitas pasar secara lebih luas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!