IHSG Rebound ke 6.162, Saham Energi Masih Tertekan

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 22 Mei 2026 17:38 WIB 5
IHSG Rebound ke 6.162, Saham Energi Masih Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali menguat setelah melemah selama delapan hari berturut-turut. Pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Mei, indeks saham acuan Bursa Efek Indonesia itu naik 1,10 persen ke level 6.162,04.

Penguatan tersebut terjadi setelah IHSG sempat menyentuh level 5.966,86 pada awal perdagangan, yang menjadi titik terendah dalam lima tahun terakhir. Meski berbalik naik, tekanan pada sejumlah saham konglomerasi, terutama di sektor energi, masih membayangi pergerakan pasar.

IHSG Bangkit dari Tekanan

IHSG berhasil menutup perdagangan di zona hijau setelah sebelumnya bergerak tertekan sejak sesi pembukaan. Berdasarkan data RTI Business, indeks sempat terkoreksi tajam sebelum akhirnya berbalik arah menjelang penutupan.

Kenaikan sebesar 1,10 persen membawa IHSG kembali ke level 6.100-an dan memberi sinyal pemulihan jangka pendek. Namun, reli ini belum cukup untuk menghapus pelemahan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Sepanjang 2026, IHSG masih tercatat melemah 28,74 persen secara akumulatif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar saham domestik masih menghadapi tekanan yang cukup besar.

Aktivitas Transaksi Meningkat

Perdagangan saham pada hari itu berlangsung aktif dengan volume transaksi mencapai 40,26 miliar saham. Nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 21,55 triliun, menunjukkan partisipasi investor tetap kuat.

Frekuensi perdagangan juga tinggi, yakni 1.970.653 kali sepanjang sesi perdagangan. Angka ini menandakan minat pelaku pasar masih terjaga meski indeks sempat berfluktuasi tajam.

Mayoritas saham pun bergerak positif pada penutupan perdagangan. Tercatat 449 saham menguat, 251 saham melemah, dan 118 saham stagnan.

Sektor Energi Masih Tertekan

Meski IHSG menguat, tekanan masih terlihat pada saham-saham konglomerasi di sektor energi. Beberapa emiten berkapitalisasi besar justru bergerak lebih lemah dibandingkan pasar secara umum.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA turun 10,66 persen ke harga Rp 545 per saham. Pelemahan juga dialami PT Bayan Resources Tbk atau BYAN yang terkoreksi 4,53 persen ke level Rp 10.000 per saham.

Selain itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN melemah 3,74 persen menjadi Rp 515 per saham. Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan pada emiten energi masih berlanjut di tengah penguatan IHSG.

Prospek Pasar Tetap Waspada

Penguatan IHSG pada akhir perdagangan memberi harapan bahwa pasar mulai menemukan titik keseimbangan. Kendati demikian, kondisi ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tren pemulihan telah solid.

Tekanan pada saham-saham besar, khususnya dari kelompok konglomerasi energi, masih menjadi faktor yang membatasi ruang kenaikan indeks. Jika pelemahan pada emiten penopang berlanjut, volatilitas IHSG berpotensi tetap tinggi.

Investor dinilai perlu mencermati pergerakan saham berkapitalisasi besar serta sentimen eksternal yang memengaruhi pasar. Dalam situasi seperti ini, selektivitas menjadi kunci agar keputusan investasi tetap terukur.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!