IHSG Melemah Jelang Pidato KEM-PPKF Prabowo di DPR

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 26 Mei 2026 05:56 WIB 4
IHSG Melemah Jelang Pidato KEM-PPKF Prabowo di DPR

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka melemah pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, seiring pelaku pasar menanti penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal atau KEM-PPKF APBN 2027 di DPR. Pada awal sesi, IHSG turun ke level 6.352,2 dan bergerak di zona merah dalam beberapa menit pertama.

Pada pukul 09.05 WIB, IHSG tercatat berada di level 6.342 atau turun 28,66 poin setara 0,45 persen. Sepanjang pagi, indeks bahkan sempat menyentuh level 6.282,15, yang menjadi titik terendah sejak awal tahun.

IHSG Dibuka Melemah

Perdagangan pagi ini menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat pada saham-saham domestik. Berdasarkan data RTI, mayoritas saham bergerak turun saat pembukaan pasar.

Jumlah saham yang melemah mencapai 348 emiten, sementara 165 saham menguat dan 170 saham stagnan. Kondisi ini mempertegas bahwa sentimen pasar masih cenderung hati-hati.

Selain pelemahan indeks, aktivitas transaksi tetap berlangsung aktif. Total volume perdagangan mencapai 2 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 1 triliun.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 152.629 kali pada awal sesi. Angka ini menunjukkan minat pelaku pasar tetap tinggi meski arah indeks sedang tertekan.

Pasar Menanti KEM PPKF

Di saat pasar bergerak lesu, perhatian investor tertuju pada pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR. Kepala negara dijadwalkan menyampaikan KEM-PPKF untuk APBN 2027 pada Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Sidang V 2025-2026.

Penyampaian itu akan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Momen tersebut dinilai penting karena dapat memberi arah baru bagi pelaku pasar dalam membaca kebijakan fiskal pemerintah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pidato Prabowo akan bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Menurut dia, momentum itu dimanfaatkan Presiden untuk menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa.

Prasetyo menegaskan, pesan utama Presiden adalah menjaga perekonomian nasional dengan semangat kebersamaan. Pernyataan tersebut diharapkan memberi keyakinan kepada pasar atas kesinambungan kebijakan ekonomi pemerintah.

Tekanan Jual Masih Dominan

Penurunan IHSG yang cukup dalam menandakan tekanan jual belum mereda. Dalam perdagangan awal, pasar terlihat lebih banyak melepas saham ketimbang melakukan akumulasi.

Rekor terendah intraday di level 6.282,15 menjadi sinyal bahwa sentimen negatif masih membayangi bursa. Meski demikian, pergerakan indeks masih berpotensi berubah mengikuti respons pasar terhadap agenda politik dan fiskal hari ini.

Secara year-to-date, IHSG tercatat sudah melemah 26,68 persen. Koreksi sebesar itu menunjukkan pasar masih menghadapi tantangan besar sepanjang tahun berjalan.

Para pelaku pasar umumnya akan mencermati apakah pidato Presiden memberi kepastian terhadap arah defisit, belanja negara, dan prioritas fiskal. Kejelasan kebijakan tersebut kerap menjadi pemicu perubahan sentimen pada perdagangan saham.

Sentimen Fiskal dan Arah Pasar

Agenda KEM-PPKF menjadi perhatian karena memuat kerangka utama penyusunan APBN 2027. Dokumen ini biasanya menjadi rujukan penting bagi investor dalam menilai prospek pertumbuhan ekonomi dan stabilitas fiskal.

Jika pasar menilai arah kebijakan cukup kredibel, tekanan pada saham berpeluang mereda. Sebaliknya, bila pasar melihat ada ketidakpastian, volatilitas indeks dapat kembali meningkat.

Dalam situasi seperti ini, investor biasanya memilih bersikap selektif. Mereka cenderung menunggu kepastian dari pidato Presiden sebelum mengambil keputusan transaksi yang lebih agresif.

Pergerakan IHSG hari ini menjadi cerminan bahwa pasar masih sensitif terhadap sinyal kebijakan negara. Respons terhadap KEM-PPKF diperkirakan akan menjadi salah satu penentu arah perdagangan pada sesi berikutnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!