IHSG Melemah 2,76% ke 6.144,35 pada Penutupan Sesi I

Forex & Saham Gilang Nabaris 28 Mei 2026 23:50 WIB 2
IHSG Melemah 2,76% ke 6.144,35 pada Penutupan Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah tajam pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis, 21 Mei, seiring tekanan jual yang melanda mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan data RTI Business, IHSG turun 2,76 persen ke level 6.144,35 setelah sempat bergerak menguat di awal perdagangan hingga 6.378,81.

Perdagangan sesi I mencatat volume 19,91 miliar saham dengan nilai transaksi Rp9,78 triliun, serta frekuensi transaksi mencapai 1.285.918 kali. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 118 saham menguat, 601 saham melemah, dan 94 saham stagnan, sementara indeks saham Garuda sepanjang tahun ini tercatat turun 28,94 persen.

IHSG Tertekan Jelang Siang

Tekanan pada IHSG terlihat sejak pergerakan intraday mulai kehilangan momentum kenaikan. Indeks sempat berada di area positif, namun kemudian berbalik arah dan tertekan hingga ke kisaran 6.100-an.

Penurunan yang terjadi pada sesi I menunjukkan sentimen pasar belum sepenuhnya stabil. Aksi jual yang lebih dominan membuat penguatan awal tidak mampu bertahan hingga penutupan sesi pagi.

Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar cenderung mencermati saham-saham berkapitalisasi besar yang sensitif terhadap perubahan sentimen. Pergerakan indeks juga dipengaruhi oleh tekanan pada sejumlah emiten yang mengalami pelemahan dalam skala signifikan.

Volume Transaksi Tetap Ramai

Meski IHSG melemah, aktivitas perdagangan di bursa tetap berlangsung aktif. Tercatat 19,91 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp9,78 triliun.

Frekuensi transaksi yang menembus lebih dari 1,28 juta kali menunjukkan minat pasar masih tinggi. Namun, tingginya aktivitas itu tidak cukup untuk menahan penurunan indeks secara keseluruhan.

Dominasi saham melemah juga mempertegas bahwa tekanan jual terjadi secara luas. Kondisi ini membuat pergerakan indeks lebih rentan terhadap sentimen negatif dari berbagai sektor.

Sejumlah Saham Masuk ARB

Di tengah pelemahan pasar, beberapa saham tercatat menyentuh auto reject bawah atau ARB. PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) turun 14,95 persen ke harga Rp165 per saham.

Selain itu, PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) melemah 14,72 persen ke posisi Rp695 per saham. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga terkoreksi 14,65 persen ke level Rp2.270 per saham.

Tekanan serupa turut dialami PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS) yang turun 14,39 persen ke Rp565 per saham. Sementara itu, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) melemah 13,50 persen ke harga Rp705 per saham.

Prospek Pasar Masih Beragam

Pelemahan IHSG pada sesi I menambah perhatian investor terhadap arah pasar pada perdagangan berikutnya. Pergerakan indeks yang sempat menguat lalu berbalik turun menunjukkan volatilitas masih tinggi.

Dalam situasi seperti ini, investor biasanya mencermati saham yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas baik. Seleksi sektor dan emiten menjadi penting agar keputusan investasi tetap selaras dengan profil risiko.

Meski tekanan masih terasa, pasar saham kerap bergerak dinamis mengikuti perubahan sentimen harian. Karena itu, pelaku pasar perlu memantau perkembangan perdagangan hingga penutupan bursa untuk membaca arah berikutnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!