IHSG Dibuka Melemah Jelang Pidato KEM-PPKF Prabowo

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 21 Mei 2026 17:36 WIB 7
IHSG Dibuka Melemah Jelang Pidato KEM-PPKF Prabowo

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka melemah pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, seiring pasar menantikan penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal atau KEM-PPKF APBN 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto di DPR. Berdasarkan data RTI, IHSG langsung terkoreksi ke level 6.352,2 pada awal perdagangan.

Tekanan jual berlanjut dalam beberapa menit pertama, ketika pada pukul 09.05 WIB IHSG masih berada di zona merah di level 6.342. Pelemahan itu membuat indeks turun 28,66 poin atau 0,45 persen, sementara mayoritas saham bergerak melemah.

Tekanan Awal Pasar

Pada sesi pembukaan, IHSG sempat anjlok hingga level 6.282,15, yang menjadi titik terendah sejak awal tahun atau secara year-to-date. Kondisi ini menunjukkan masih kuatnya sentimen negatif yang membayangi perdagangan pagi.

Secara tahunan, IHSG tercatat sudah melemah 26,68 persen sejak awal tahun hingga saat ini. Pelemahan tersebut memperlihatkan pasar belum sepenuhnya pulih dari tekanan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Pergerakan yang rapuh pada awal perdagangan mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar dalam merespons sejumlah agenda ekonomi penting. Investor cenderung menahan diri sambil menunggu kepastian arah kebijakan fiskal pemerintah.

Mayoritas Saham Tertekan

Data perdagangan menunjukkan 348 saham melemah, sedangkan 165 saham menguat dan 170 saham stagnan. Komposisi ini menegaskan dominasi tekanan jual di bursa pada pembukaan perdagangan pagi itu.

Aktivitas pasar tetap tinggi dengan volume perdagangan mencapai 2 miliar saham. Sementara itu, nilai transaksi atau turnover tercatat sebesar Rp1 triliun dengan frekuensi perdagangan 152.629 kali.

Meski transaksi berlangsung aktif, arah pergerakan indeks masih didominasi sentimen negatif. Kondisi ini menandakan investor lebih fokus pada risiko jangka pendek dibanding peluang penguatan segera.

Menanti Pidato Prabowo

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan KEM-PPKF APBN 2027 sekitar pukul 10.00 WIB dalam Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Sidang V tahun 2025-2026. Penyampaian itu menjadi salah satu agenda penting yang diawasi pelaku pasar karena berkaitan langsung dengan arah kebijakan fiskal nasional.

Kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal biasanya menjadi acuan awal penyusunan postur APBN tahun berikutnya. Karena itu, pasar mencermati setiap sinyal yang muncul terkait pertumbuhan ekonomi, belanja negara, dan disiplin fiskal.

Ekspektasi terhadap pidato tersebut ikut membentuk sikap wait and see di bursa. Investor menilai arah kebijakan pemerintah akan berpengaruh terhadap prospek sektor-sektor tertentu di pasar saham.

Momentum Hari Kebangkitan

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Prabowo akan berpidato di DPR bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Menurut dia, momentum tersebut ingin dimanfaatkan untuk menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa.

Prasetyo menyebut pesan utama yang ingin disampaikan Presiden adalah pentingnya kebersamaan dalam menjaga perekonomian nasional. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan seluruh pihak memiliki semangat yang sama dalam menjalankan tugas negara.

Dalam konteks pasar, pesan persatuan dan arah kebijakan fiskal dinilai dapat memberi sinyal tambahan bagi investor. Meski demikian, reaksi bursa pada pembukaan menunjukkan pelaku pasar masih berhati-hati menunggu rincian yang lebih konkret.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!