Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan anjlok lebih dari 2 persen setelah pidato Presiden Prabowo Subianto terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA). Pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, IHSG tercatat melemah 2,25 persen ke level 6.227,41 pada pukul 11.19 WIB.
Pergerakan indeks berubah dari penguatan sebelumnya yang sempat menembus 1 persen ke level 6.459,55 sebelum pidato disampaikan di Sidang Paripurna DPR RI. Tekanan jual kemudian mendominasi pasar, seiring investor merespons wacana pengelolaan ekspor SDA melalui BUMN.
IHSG Berbalik Usai Pidato
Data RTI Business menunjukkan, IHSG kehilangan momentum setelah sempat bergerak positif pada sesi perdagangan pagi. Perubahan arah ini terjadi tak lama setelah pernyataan Presiden Prabowo disampaikan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang tata kelola ekspor komoditas SDA. Ia menyebut kebijakan tersebut ditujukan agar pengelolaan ekspor memberi manfaat lebih besar bagi kesejahteraan rakyat.
Sentimen pasar langsung berubah karena investor menilai aturan baru berpotensi memengaruhi arus perdagangan komoditas strategis. Kondisi ini membuat indeks utama bursa bergerak volatil dan cenderung melemah sepanjang sesi.
Sektor Basic Industry Tertekan
Tekanan terbesar datang dari sektor basic industry yang turun 5,75 persen. Pelemahan sektor ini menjadi salah satu faktor yang menyeret kinerja IHSG ke zona merah.
Sejumlah saham di sektor terkait ikut terkoreksi tajam, termasuk PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang menyentuh auto reject bawah atau ARB. Saham tersebut turun 14,74 persen ke harga Rp2.660 per saham.
Selain itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 7,31 persen ke harga Rp7.31 per saham. PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) juga terkoreksi 7,26 persen ke level Rp2.950 per saham.
Aturan Baru Ekspor SDA
Prabowo menjelaskan, PP tentang tata kelola ekspor SDA diterbitkan untuk memperkuat pengawasan dan penertiban distribusi komoditas strategis. Kebijakan ini dimaksudkan agar hasil ekspor lebih optimal bagi negara.
Menurut Presiden, seluruh penjualan ekspor SDA akan dikelola melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah. Mekanisme tersebut akan mencakup komoditas utama seperti minyak kelapa sawit, batu bara, hingga ferro alloy.
Pemerintah menilai kebijakan itu dapat menciptakan tata kelola ekspor yang lebih rapi dan transparan. Namun, pelaku pasar masih mencermati dampaknya terhadap emiten di sektor komoditas dan industri dasar.
Prospek Pasar Saham
Secara keseluruhan, tekanan pada IHSG mencerminkan sensitivitas pasar terhadap kebijakan baru di sektor sumber daya alam. Investor cenderung berhati-hati ketika ada perubahan aturan yang berpotensi memengaruhi arus ekspor dan pendapatan perusahaan.
Sepanjang 2026, IHSG tercatat masih melemah 27,64 persen, menunjukkan kondisi pasar yang belum stabil. Pada perdagangan hari ini, sebanyak 135 saham menguat, 548 saham melemah, dan 127 saham stagnan.
Pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati penjelasan lanjutan pemerintah mengenai implementasi PP tersebut. Kejelasan kebijakan menjadi kunci agar volatilitas di bursa tidak semakin dalam pada perdagangan berikutnya.
