IDDC Dorong UMKM Daur Ulang Menembus Pasar Global

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 26 Mei 2026 05:33 WIB 2
IDDC Dorong UMKM Daur Ulang Menembus Pasar Global

Bagi sebagian pelaku usaha, sampah hanya dianggap sebagai beban lingkungan. Namun di tangan UMKM kreatif, limbah justru berubah menjadi produk bernilai jual tinggi yang mampu menarik perhatian pasar luar negeri.

Robries dan Lumosh menjadi dua contoh pelaku usaha yang memanfaatkan limbah botol plastik serta limbah keramik menjadi produk bernilai tambah. Keduanya mengandalkan pendampingan Indonesia Design Development Center, atau IDDC, agar produk daur ulang mereka lebih siap bersaing di pasar global.

UMKM Daur Ulang Naik Kelas

CEO dan Founder Robries, Syukriyatun Niamah, menjelaskan bahwa perusahaannya berdiri pada 2018 dengan fokus mengolah sampah botol plastik menjadi furnitur. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membuka peluang bisnis baru.

Produk yang dihasilkan Robries dibuat dengan tampilan yang menarik dan memiliki fungsi yang jelas di pasar. Meski begitu, ia mengakui bahwa barang berbahan dasar sampah masih memerlukan edukasi yang lebih luas kepada masyarakat.

Menurut Syukriyatun, tantangan terbesar bukan hanya pada proses produksi, tetapi juga pada cara memperkenalkan produk daur ulang kepada calon konsumen. Ia menilai, pasar masih perlu diyakinkan bahwa limbah yang diolah dapat menjadi produk premium dengan kualitas yang terjaga.

UMKM Daur Ulang Hadapi Tantangan

Syukriyatun menyebut ketersediaan bahan baku menjadi tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan usaha. Bahan utama yang digunakan Robries adalah sampah tutup botol plastik, sehingga pasokannya harus dipastikan tersedia secara konsisten.

Ia menegaskan bahwa kualitas produk tidak boleh turun meski pasokan limbah kadang tidak stabil. Karena itu, Robries terus mencari sumber sampah yang sesuai dengan kebutuhan produksi agar standar barang tetap terjaga.

Hingga kini, Robries telah menghasilkan sekitar 25 ribu produk dari total 145 ton sampah yang diolah sejak 2018. Pencapaian itu menjadi modal penting bagi perusahaan untuk memperluas pasar di dalam dan luar negeri.

UMKM Daur Ulang Tembus Ekspor

Robries kini telah menjangkau pasar Singapura, Malaysia, hingga Uni Eropa. Perusahaan juga memiliki distributor resmi di Singapura dan Malaysia, serta bersiap memperkuat langkah ke pasar Uni Eropa.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa produk daur ulang dapat diterima oleh konsumen global jika dikemas dengan desain yang tepat. Bagi Robries, kualitas, identitas visual, dan cerita keberlanjutan menjadi faktor yang ikut menentukan daya saing.

Syukriyatun menilai perlu ada sinergi antara inovasi produk dan strategi pemasaran agar UMKM daur ulang bisa terus berkembang. Dengan dukungan yang tepat, produk berbasis limbah dapat naik kelas dan menjadi komoditas ekspor yang menjanjikan.

UMKM Daur Ulang Didampingi IDDC

Direktorat Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan melalui IDDC terus membantu pelaku UMKM menembus pasar global. Salah satu bentuk dukungan itu adalah fasilitasi bagi pelaku usaha yang lolos kurasi untuk mengikuti Trade Expo Indonesia 2025.

TEI 2025 menjadi ajang internasional yang diikuti 8.045 pembeli dari 130 negara. Pameran ini membuka ruang pertemuan antara pelaku usaha lokal dan calon pembeli dari berbagai kawasan dunia.

Syukriyatun mengakui pendampingan IDDC mempermudah proses penetrasi pasar ekspor. Menurutnya, bimbingan tentang pengemasan produk dan penguatan desain sangat berpengaruh pada peluang produk untuk dilirik pembeli asing.

Co Founder Lumosh, Raymond Tjiadi, juga merasakan manfaat serupa dari kehadiran IDDC. Perusahaannya mengolah limbah keramik menjadi piring, gelas, dan perabot rumah tangga dengan desain artistik yang memiliki nilai jual tinggi.

Raymond mengatakan proses pengembangan produk daur ulang keramik tidak mudah karena referensi dan risetnya masih terbatas. Melalui IDDC, Lumosh mendapat bantuan riset, konsultasi pasar, hingga arahan desain agar produknya lebih representatif di mata calon pembeli global.

Ia menambahkan, IDDC juga menjadi wadah konsultasi untuk memilih pasar internasional yang paling sesuai dengan karakter produknya. Dukungan itu membantu pelaku UMKM memahami kebutuhan pasar global sekaligus memperkuat peluang ekspor.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!