Indosat Ooredoo Hutchison resmi menunjuk Honesti Basyir sebagai anggota direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Penunjukan ini menandai perpindahan penting sosok yang lama dikenal di ekosistem Telkom Indonesia ke jajaran manajemen operator seluler tersebut. Kehadirannya dipandang akan memperkuat langkah Indosat dalam mempercepat transformasi berbasis kecerdasan artifisial atau AI.
RUPST itu sekaligus menjadi momentum bagi Indosat untuk memasuki fase pertumbuhan baru. Perseroan menegaskan fokus pada eksekusi strategi AI secara disiplin agar mampu menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham. Selain Honesti, rapat juga menyetujui perubahan lain dalam susunan direksi dan komisaris perseroan.
AI Indosat dan Susunan Baru
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan perubahan jajaran direksi sejalan dengan strategi besar perusahaan. Ia menyebut perseroan ingin mempercepat transformasi berbasis AI dengan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan. Menurut dia, langkah ini penting untuk menjaga daya saing di tengah perubahan industri yang sangat cepat.
Honesti Basyir dikenal memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di industri telekomunikasi dan berbagai sektor strategis. Latar belakang tersebut dinilai relevan untuk mendukung eksekusi agenda transformasi Indosat. Masuknya Honesti juga memberi sinyal bahwa perseroan menempatkan pengalaman operasional dan strategi sebagai prioritas utama.
Dalam pernyataan tertulis yang diterima media, Vikram menegaskan fokus perusahaan berada pada percepatan strategi AI. Ia menilai penguatan transformasi harus dilakukan secara disiplin agar hasilnya dapat dirasakan secara langsung. Indosat juga ingin memastikan setiap langkah bisnis memberi nilai tambah bagi pemegang saham dan pelanggan.
Perubahan susunan manajemen ini memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin agresif dalam mengembangkan bisnis digital. Indosat tidak hanya membangun jaringan, tetapi juga menguatkan fondasi teknologi untuk jangka panjang. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas peran perseroan di industri telekomunikasi modern.
Pengangkatan Dan Pergantian
Selain Honesti Basyir, RUPST Indosat juga mengangkat Reski Damayanti dan Apoorva Mehrotra sebagai direksi baru. Pada saat yang sama, Seppalga Ahmad ditunjuk menjadi komisaris perseroan. Keputusan itu diambil untuk mendukung struktur organisasi yang lebih kuat dalam menjalankan strategi perusahaan.
Pemegang saham juga menyetujui pemberhentian dengan hormat Ahmad Zulfikar dari jabatan direktur. Achmad Syah Reza turut diberhentikan dengan hormat dari posisi komisaris. Perubahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyegaran tata kelola perusahaan.
Susunan baru ini dinilai memberi ruang bagi perusahaan untuk mempercepat pengambilan keputusan. Dengan komposisi yang diperbarui, Indosat diharapkan dapat merespons tantangan industri secara lebih lincah. Efektivitas eksekusi menjadi fokus utama di tengah meningkatnya persaingan layanan digital.
RUPST kali ini menjadi salah satu langkah penting dalam penataan kepemimpinan perusahaan. Indosat berupaya memastikan struktur manajemen selaras dengan visi pertumbuhan jangka panjang. Perubahan itu juga menunjukkan keseriusan perseroan dalam menjaga kesinambungan bisnis.
Langkah Menuju AI Native
Indosat saat ini tengah mengakselerasi ambisi menjadi perusahaan berbasis AI atau AI-native telco. Dalam strategi ini, teknologi kecerdasan buatan diintegrasikan ke seluruh lini operasional perseroan. Tujuannya adalah menciptakan efisiensi, memperkuat layanan, dan membuka peluang bisnis baru.
Transformasi tersebut juga mendorong perubahan identitas bisnis dari penyedia konektivitas menjadi AI TechCo. Dengan pendekatan itu, Indosat tidak hanya berfokus pada layanan jaringan, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi cerdas. Pergeseran ini dinilai sebagai respons terhadap kebutuhan pasar digital yang terus berkembang.
Langkah menuju AI-native telco mencerminkan arah strategis industri telekomunikasi di masa depan. Perusahaan dituntut tidak sekadar menyediakan akses, tetapi juga menghadirkan solusi berbasis data dan otomatisasi. Indosat mencoba menempatkan diri di jalur tersebut melalui investasi dan kolaborasi teknologi.
Pendekatan berbasis AI diyakini dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus pengalaman pelanggan. Dalam jangka panjang, model ini berpotensi memperkuat ketahanan bisnis perusahaan. Oleh karena itu, transformasi digital menjadi prioritas yang tidak dapat ditunda.
Kolaborasi Sahabat AI
Sebagai bagian dari strategi transformasi, Indosat menjalin kemitraan strategis dengan NVIDIA dalam ajang NVIDIA GTC 2026. Kolaborasi ini melahirkan inisiatif Sahabat-AI yang dirancang untuk memperluas akses kecerdasan buatan di Indonesia. Program tersebut ditujukan bagi individu, pengembang, hingga pelaku usaha.
Sahabat-AI menjadi salah satu langkah konkret Indosat untuk menghadirkan manfaat teknologi secara lebih inklusif. Melalui inisiatif ini, perusahaan ingin memastikan AI dapat diakses oleh berbagai lapisan pengguna. Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya mendorong adopsi teknologi digital di Tanah Air.
Kolaborasi dengan NVIDIA juga memperlihatkan ambisi Indosat dalam membangun ekosistem AI yang lebih luas. Perusahaan tidak hanya mengejar inovasi internal, tetapi juga memperkuat jejaring strategis global. Hal ini dinilai penting untuk mendukung percepatan pengembangan solusi berbasis AI di Indonesia.
Dengan arah baru ini, Indosat menempatkan teknologi sebagai inti pertumbuhan bisnisnya. Perubahan di level direksi dan langkah kemitraan menjadi satu kesatuan strategi yang saling menguatkan. Ke depan, pasar akan menilai sejauh mana transformasi tersebut mampu menghasilkan kinerja yang lebih solid.
