Holywings Disarankan Evaluasi Rebranding Usai Isu Izin

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 26 Mei 2026 18:18 WIB 2
Holywings Disarankan Evaluasi Rebranding Usai Isu Izin

Bisnis Holywings tengah menghadapi tekanan berat setelah 12 outletnya di Jakarta ditutup karena persoalan izin usaha. Di saat yang sama, perusahaan juga disorot akibat promo minuman alkohol gratis yang memicu kontroversi dan memperburuk citra merek.

Di tengah kondisi tersebut, muncul pertanyaan apakah Holywings perlu mengganti nama atau cukup melakukan rebranding. Praktisi dan konsultan marketing Inventure, Yuswohady, menilai keputusan itu harus didasarkan pada seberapa rusak reputasi merek di mata publik.

Reputasi Holywings Tertekan

Yuswohady menilai reputasi Holywings sedang terpukul akibat polemik promo yang dikaitkan dengan unsur suku, agama, ras, dan antargolongan. Menurut dia, masalah tersebut telah memberi dampak langsung terhadap persepsi publik terhadap merek perusahaan.

Penutupan 12 outlet di Jakarta juga memperburuk posisi brand Holywings di mata masyarakat. Ia menyebut, kondisi itu membuat citra perusahaan tidak terlihat baik sebagai pelaku usaha yang patuh aturan.

“Kalau satu usaha sudah dilarang karena masalah perizinan itu secara brand juga nggak bagus,” ujar Yuswohady kepada detikcom, Selasa (28/6/2022). Ia menambahkan bahwa persoalan tersebut menimbulkan kesan negatif yang sulit diabaikan.

Opsi Rebranding Masih Terbuka

Menurut Yuswohady, salah satu langkah yang bisa ditempuh adalah rebranding, selama nama lama masih memiliki nilai positif. Dalam skema ini, identitas merek dapat diperbarui tanpa menghapus seluruh warisan brand yang sudah dikenal pasar.

Ia mencontohkan, rebranding tidak harus dilakukan dengan memutus hubungan total dari nama lama. Salah satu pendekatan yang bisa dipilih adalah memakai format seperti “by Holywings” agar nama perusahaan tetap hadir di benak konsumen.

Langkah tersebut dinilai lebih aman jika merek inti masih memiliki kekuatan. Dengan begitu, perusahaan tetap bisa melakukan penyegaran citra tanpa harus memulai dari nol.

Ganti Nama Butuh Kajian

Opsi lain adalah mengganti nama secara penuh apabila citra Holywings dinilai sudah terlalu rusak. Namun, Yuswohady menekankan bahwa keputusan ini tidak boleh diambil tanpa riset yang matang.

Menurut dia, perusahaan harus memastikan terlebih dahulu apakah nama Holywings masih layak dipertahankan. Jika hasil riset menunjukkan citra merek sudah sangat buruk, maka pergantian nama bisa menjadi pilihan yang masuk akal.

Meski demikian, perubahan total membawa konsekuensi besar karena perusahaan harus membangun merek dari awal. Proses itu memerlukan waktu, biaya, dan strategi yang kuat agar bisa diterima pasar.

Bangun Brand Dari Nol

Yuswohady mengingatkan bahwa membangun brand bukan pekerjaan yang mudah. Sebuah merek tidak hanya ditentukan oleh strategi pemasaran, tetapi juga oleh faktor kepercayaan publik dan momentum bisnis.

Ia menyebut, keberhasilan brand juga dipengaruhi unsur yang sulit diprediksi. Karena itu, langkah mengganti nama total harus dipertimbangkan secara hati-hati agar tidak justru memperbesar risiko usaha.

Dalam kondisi tertentu, perusahaan memang terpaksa memulai dari awal dengan identitas baru. Namun, tanpa perencanaan yang matang, perubahan tersebut belum tentu menghasilkan keberhasilan yang diharapkan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!