HNSI Sambut Rencana Penguatan Infrastruktur Perikanan

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 21 Mei 2026 19:50 WIB 7
HNSI Sambut Rencana Penguatan Infrastruktur Perikanan

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia menyambut positif pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan sektor perikanan nasional. Dukungan itu disampaikan menyusul rencana pemerintah membangun pabrik es, cold storage, unit pengolahan ikan, hingga fasilitas docking kapal untuk nelayan. Organisasi nelayan tersebut menilai kebijakan itu menjawab kebutuhan dasar yang selama ini dirasakan di lapangan. Pernyataan apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal HNSI Lydia Assegaf pada Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19, Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan memperkuat infrastruktur pendukung sektor kelautan dan perikanan. Langkah itu diproyeksikan untuk meningkatkan produktivitas, menjaga mutu hasil tangkapan, dan memperkuat daya saing nelayan. HNSI menilai arah kebijakan tersebut sejalan dengan kebutuhan nyata masyarakat pesisir. Program Kampung Nelayan Merah Putih juga ikut mendapat dukungan karena dinilai berpotensi menggerakkan ekonomi daerah.

Kebutuhan Dasar Nelayan

Lydia Assegaf menegaskan bahwa fasilitas pendukung seperti pabrik es dan cold storage bukan lagi kebutuhan tambahan. Menurut dia, sarana itu sudah menjadi kebutuhan dasar bagi nelayan yang setiap hari berhadapan dengan keterbatasan rantai pasok. Tanpa fasilitas tersebut, hasil tangkapan berisiko turun kualitas sebelum sampai ke pasar. Kondisi itu pada akhirnya dapat menekan pendapatan nelayan.

HNSI menilai tempat pengolahan ikan juga penting agar hasil tangkapan memiliki nilai tambah. Dengan adanya unit pengolahan, nelayan tidak hanya menjual ikan segar, tetapi juga dapat mengembangkan produk turunan. Pola tersebut dinilai mampu memperluas peluang usaha di wilayah pesisir. Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat setempat dapat bergerak lebih stabil.

Fasilitas docking kapal pun disebut sebagai kebutuhan yang tidak kalah penting. Layanan itu diperlukan untuk perawatan armada agar nelayan dapat melaut dengan lebih aman dan efisien. Jika kapal terawat dengan baik, waktu operasional di laut juga dapat lebih terjaga. Hal ini dinilai berpengaruh langsung terhadap produktivitas nelayan.

Dukungan Atas Kebijakan

Dalam keterangannya, HNSI menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah dalam memperhatikan sektor perikanan. Organisasi itu menilai perhatian langsung dari Presiden menjadi sinyal positif bagi nelayan di berbagai daerah. Komitmen tersebut dianggap menunjukkan keseriusan negara dalam memperbaiki ekosistem kelautan. Harapan besar pun muncul agar kebijakan tidak berhenti pada tahap pernyataan.

Lydia mengatakan bahwa kebijakan yang berpihak pada nelayan perlu diterjemahkan ke dalam program yang konkret. Menurut dia, pelaksanaan di lapangan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Sebab, karakteristik nelayan di setiap daerah tidak selalu sama. Pendekatan yang tepat dinilai akan membuat program lebih efektif.

HNSI juga memandang pembangunan infrastruktur perikanan sebagai langkah strategis. Selain meningkatkan efisiensi usaha, program itu dapat membantu memperkuat daya saing hasil laut Indonesia. Dalam jangka panjang, kebijakan tersebut diharapkan memberi dampak pada kesejahteraan keluarga nelayan. Pemerintah pun dinilai perlu menjaga kesinambungan program agar hasilnya dapat dirasakan luas.

Kampung Nelayan Merah Putih

Program Kampung Nelayan Merah Putih turut mendapat sambutan dari kalangan nelayan. Program tersebut saat ini masih dalam tahap pembangunan di sejumlah daerah. HNSI menilai inisiatif itu dapat menjadi pusat penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Jika berjalan optimal, kawasan itu berpotensi membuka ruang usaha baru bagi warga sekitar.

Konsep kampung nelayan dipandang relevan karena menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir. Tidak hanya soal produksi ikan, program itu juga berkaitan dengan akses usaha, fasilitas pendukung, dan aktivitas ekonomi lokal. Oleh karena itu, keberhasilannya bergantung pada koordinasi antarlembaga. Pemerintah daerah juga dinilai perlu dilibatkan secara aktif.

HNSI berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat dilakukan secara merata. Pemerataan penting agar manfaat program tidak hanya terpusat di wilayah tertentu. Dengan begitu, masyarakat pesisir di berbagai daerah bisa merasakan peningkatan kualitas hidup. Program tersebut juga diharapkan menjadi contoh penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Harapan Implementasi Cepat

Meski menyambut positif arah kebijakan pemerintah, nelayan tetap berharap realisasi program berjalan cepat. Mereka menilai kebutuhan di lapangan bersifat mendesak dan tidak bisa ditunda terlalu lama. Kehadiran fasilitas pendukung dinilai akan segera terasa dalam aktivitas melaut. Dampaknya diharapkan langsung menyentuh pendapatan harian nelayan.

Nelayan juga menginginkan agar implementasi program sesuai dengan kondisi riil di daerah. Setiap wilayah memiliki tantangan berbeda, mulai dari akses logistik hingga kapasitas produksi. Karena itu, desain kebijakan perlu mempertimbangkan karakter lokal agar manfaatnya tepat sasaran. Langkah tersebut akan membantu mengurangi kesenjangan antarwilayah pesisir.

HNSI menegaskan bahwa penguatan sektor perikanan tidak hanya soal pembangunan fisik. Lebih dari itu, kebijakan harus mampu menciptakan sistem yang mendukung keberlanjutan usaha nelayan. Jika infrastruktur, pengolahan, dan distribusi berjalan baik, sektor kelautan berpeluang tumbuh lebih kuat. Pada akhirnya, kesejahteraan nelayan dapat meningkat secara bertahap dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!