HAS Pictures Somasi Ratu Sofya Soal Promosi Film

Lifestyle Nadia Safira Putri 25 Mei 2026 05:02 WIB 5
HAS Pictures Somasi Ratu Sofya Soal Promosi Film

HAS Pictures melayangkan somasi kepada aktris Ratu Sofya terkait dugaan penolakan promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan. Rumah produksi milik Haldy Sabri dan Irish Bella itu menilai sikap sang aktris merugikan karena ia berstatus sebagai salah satu pemeran utama.

Perwakilan HAS Pictures, Reza Aditya, mengatakan persoalan bermula dari keberatan Ratu Sofya terhadap adegan dewasa dalam film tersebut. Ia menyebut, penolakan untuk ikut promosi kemudian memicu langkah hukum dari pihak rumah produksi.

Somasi HAS Pictures

Reza Aditya menjelaskan bahwa film Dosa Penebusan atau Pengampunan akan segera dirilis. Namun, menurut dia, salah satu pemeran utama tidak ikut mempromosikan film itu.

Ia menilai kondisi tersebut merugikan perusahaan, terutama karena promosi menjadi bagian dari kewajiban pemain. Reza menyampaikan hal itu di Kemang, Jakarta Selatan, pada Jumat, 22 Mei 2026.

Menurut Reza, keberatan Ratu Sofya muncul setelah ia mengaku tidak nyaman dengan isi film. Keberatan itu disebut berkaitan dengan adegan sex scene yang ada dalam naskah.

Meski demikian, Reza menegaskan selama proses produksi berlangsung tidak pernah ada komplain dari Ratu Sofya. Ia menyebut aktris berusia 22 tahun itu justru terlihat nyaman sejak tahap casting hingga syuting.

Keberatan Adegan Dewasa

Reza membenarkan adanya adegan dewasa dalam film tersebut. Namun, ia menegaskan adegan itu tidak dibuat vulgar dan tidak mengarah pada pornografi.

Ia mengatakan film tersebut tidak dibangun hanya untuk menjual adegan sensitif. Menurut dia, ada cerita dan filosofi yang ingin disampaikan melalui film itu.

Karena itu, pihaknya menolak anggapan bahwa film dipasarkan semata-mata lewat unsur sensasional. Reza menyebut pembuatan film tetap dilakukan dengan batas yang jelas.

Reza juga menyinggung pernyataan Ratu Sofya dalam sebuah podcast yang kemudian viral di media sosial. Ia menilai ada perbedaan antara cerita yang disampaikan di publik dan kondisi yang terjadi di lokasi syuting.

Pernyataan yang Dipersoalkan

Menurut Reza, Ratu Sofya menyebut dirinya tidak nyaman dan tidak disediakan body double. Ia menilai pernyataan itu bertentangan dengan fakta di lapangan.

Reza mengaku pihak produksi menerima suasana kerja yang baik selama syuting. Ia juga menyebut tidak ada keberatan resmi yang disampaikan kepada rumah produksi pada saat produksi berjalan.

Kuasa hukum HAS Pictures, Takwa, mengatakan pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Keterangan itu berkaitan dengan proses produksi dan perjanjian kerja sama dengan Ratu Sofya.

Takwa menilai ada hal-hal dalam kontrak yang dinilai bertentangan dengan hukum secara langsung maupun tidak langsung. Ia menegaskan pihaknya memiliki dasar untuk mengambil langkah somasi.

Tuntutan Promosi Film

Salah satu poin yang dipersoalkan adalah kewajiban promosi film oleh pemain. Menurut Takwa, kewajiban itu tidak dijalankan oleh Ratu Sofya.

Ia menyebut promosi semestinya dilakukan secara pribadi maupun melalui akun media sosial yang sudah disepakati. Jika tidak dijalankan, kata dia, perusahaan akan menanggung kerugian.

Karena itu, HAS Pictures mengirimkan somasi sekaligus mengundang pihak terkait untuk bertemu. Pertemuan itu juga dihadiri oleh kuasa hukum Ratu Sofya.

Takwa mengatakan pertemuan tersebut belum menghasilkan solusi. Ia menegaskan perusahaan tetap meminta Ratu Sofya segera menjalankan kewajiban promosinya sesuai jadwal yang telah diberikan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!