Harga Pangan Naik Jelang Idul Adha, Cabai Meroket

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 24 Mei 2026 20:05 WIB 7
Harga Pangan Naik Jelang Idul Adha, Cabai Meroket

Harga pangan nasional kembali menunjukkan pergerakan beragam menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 27 Mei 2026. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Bank Indonesia, sebagian komoditas naik cukup tajam, terutama cabai, minyak goreng curah, dan daging sapi.

Di sisi lain, beberapa bahan pokok masih bertahan atau justru turun tipis, seperti beras medium, gula pasir, telur ayam ras, dan daging ayam ras. Kondisi ini menandakan tekanan harga pangan belum merata, tetapi tetap perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi belanja rumah tangga menjelang hari besar keagamaan.

Harga Pangan Menjelang Idul Adha

Data PIHPS Bank Indonesia pada Minggu, 24 Mei 2026, menunjukkan harga beras medium I masih berada di level Rp 16.150 per kilogram. Beras medium II juga tercatat stabil di Rp 16.000 per kilogram, sehingga tekanan harga pada kelompok beras belum terlihat signifikan.

Meski demikian, beras kualitas super I naik 0,29 persen menjadi Rp 17.450 per kilogram. Kenaikan yang kecil ini tetap menjadi sinyal bahwa harga pangan pokok mulai bergerak naik menjelang periode konsumsi tinggi.

Untuk komoditas lain, gula pasir premium turun tipis menjadi Rp 20.200 per kilogram dan gula pasir lokal turun menjadi Rp 19.150 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek masih berada di kisaran Rp 23.900 per kilogram dan Rp 23.100 per kilogram untuk merek lainnya.

Harga Pangan dan Cabai

Kenaikan paling mencolok terlihat pada kelompok cabai yang menjadi perhatian utama konsumen. Cabai rawit merah naik 7,93 persen menjadi Rp 73.500 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau naik 7,44 persen menjadi Rp 54.150 per kilogram.

Cabai merah keriting juga tercatat naik 6,09 persen menjadi Rp 54.900 per kilogram. Adapun cabai merah besar naik 5,02 persen ke level Rp 57.550 per kilogram, sehingga seluruh varian cabai utama bergerak menguat serempak.

Pergerakan tersebut biasanya berkaitan dengan pasokan, cuaca, dan distribusi antardaerah. Jika kondisi ini berlanjut, harga pangan berbasis cabai berpotensi ikut terdorong di tingkat pasar tradisional maupun ritel modern.

Harga Pangan Protein Hewani

Komoditas protein hewani juga mengalami kenaikan, meski tidak setinggi cabai. Daging sapi kualitas I naik 0,41 persen menjadi Rp 148.300 per kilogram, sementara daging sapi kualitas II naik 0,22 persen menjadi Rp 139.450 per kilogram.

Harga daging ayam ras segar justru turun 0,65 persen menjadi Rp 38.500 per kilogram. Telur ayam ras segar juga melemah 1,45 persen dan berada di level Rp 30.500 per kilogram, sehingga konsumen masih memiliki ruang untuk memilih sumber protein alternatif.

Kenaikan daging sapi menjelang Idul Adha menjadi hal yang perlu dicermati karena momen ini kerap diikuti lonjakan permintaan. Pada saat yang sama, distribusi pasokan dari sentra produksi menjadi faktor penting agar harga pangan hewani tidak melonjak lebih jauh.

Harga Pangan dan Implikasi Pasar

Selain cabai dan daging sapi, bawang merah ukuran sedang juga naik 2 persen menjadi Rp 48.350 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang turun tipis 0,39 persen ke Rp 38.650 per kilogram, sehingga dinamika harga pangan masih bergerak campuran.

Situasi ini menunjukkan konsumen perlu lebih cermat menyusun anggaran belanja harian, terutama menjelang hari raya. Bagi pedagang, perubahan harga pangan yang cepat dapat memengaruhi volume penjualan dan pola stok barang di lapangan.

Dengan tren tersebut, pemantauan harga pangan harian menjadi semakin penting bagi rumah tangga maupun pelaku usaha. Stabilitas pasokan, distribusi yang lancar, dan antisipasi dini dari pemerintah daerah akan menentukan apakah tekanan harga bisa segera mereda.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!