Happy Salma Soroti Perimenopause dan Brain Fog

Lifestyle Anindya Kirana Putri 28 Mei 2026 22:26 WIB 2
Happy Salma Soroti Perimenopause dan Brain Fog

Perimenopause kerap datang tanpa disadari dan membawa perubahan fisik maupun emosional yang signifikan pada perempuan. Pengalaman itu kini juga dirasakan aktris Happy Salma, yang semakin memahami tubuhnya seiring bertambahnya usia.

Dalam usia 46 tahun, Happy mengaku dulu tidak benar-benar memahami tahapan menuju menopause, termasuk perubahan yang menyertainya. Ia menilai, pengetahuan tentang fase ini penting karena menopause merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari.

Perimenopause dan perubahan tubuh

Happy Salma menjelaskan bahwa perimenopause bahkan bisa dimulai sejak usia 30-an. Menurutnya, perubahan yang muncul tidak hanya terasa pada tubuh, tetapi juga pada kondisi emosional.

Ia mencontohkan, rasa sensitif yang dulu hanya muncul saat PMS kini dapat terasa jauh lebih kuat. Perubahan itu membuat perempuan perlu lebih mengenali sinyal tubuhnya sendiri.

Kondisi tersebut, kata Happy, sering kali tidak dibicarakan secara terbuka. Akibatnya, banyak perempuan baru menyadari fase ini setelah mengalami gejala yang berulang.

Brain fog pada fase perimenopause

Selain perubahan emosi, Happy juga merasakan penurunan daya ingat yang ia sebut sebagai brain fog. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah lupa, sulit berkonsentrasi, dan merasa tidak sejelas biasanya saat berpikir.

Ia mengaku perubahan itu cukup mengganggu pekerjaannya sebagai aktris. Sebab, ia terbiasa menghafal naskah dan menjaga fokus dalam aktivitas profesional sehari-hari.

Secara medis, brain fog pada fase perimenopause umumnya dipicu oleh fluktuasi hormon, terutama estrogen. Hormon tersebut berperan penting dalam fungsi otak, sehingga perubahannya dapat memengaruhi kemampuan berpikir.

Perimenopause bukan untuk ditakuti

Meski mengalami sejumlah perubahan, Happy menegaskan bahwa perimenopause bukan fase yang perlu ditakuti. Ia justru melihatnya sebagai momen refleksi diri yang bernilai.

Baginya, fase ini menjadi kesempatan untuk lebih mengenal diri sendiri dan meningkatkan kualitas hidup. Ia menilai perempuan dapat menjalaninya dengan lebih tenang bila memiliki pemahaman yang cukup.

Happy juga menyebut periode ini dapat menghadirkan cara pandang yang lebih matang terhadap hidup. Dalam pandangannya, perempuan bisa lebih menghargai diri sendiri dan lebih dekat secara spiritual.

Pemahaman dan dukungan

Happy menekankan bahwa pemahaman menjadi kunci dalam menghadapi perimenopause. Karena itu, ia kini lebih aktif mencari informasi mengenai fase tersebut.

Ia juga mencoba terapi regulasi stres, termasuk Mindlift by Exomind, sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh dan pikiran. Langkah ini ia ambil agar dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Pengalaman Happy menunjukkan bahwa perimenopause adalah fase penting yang perlu dikenali lebih dini. Dengan informasi yang tepat, perempuan dapat menjalani masa transisi ini dengan lebih siap, lebih sehat, dan lebih percaya diri.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!