Gideon Tengker Minta Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Dituntaskan

Lifestyle Anindya Kirana Putri 22 Mei 2026 05:45 WIB 6
Gideon Tengker Minta Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Dituntaskan

Gideon Tengker bersama kuasa hukumnya, Erles Rareral, mendatangi Polda Metro Jaya pada Selasa, 19 Mei 2026, untuk mempertanyakan perkembangan laporan dugaan pemalsuan surat. Laporan itu berkaitan dengan dugaan pemalsuan tanda tangan dalam dokumen kesepakatan perceraian yang menyeret nama mantan istri Gideon, Rieta Amilia, serta dua anak mereka, Nagita Slavina dan Caca Tengker. Gideon menilai tanda tangannya telah dipalsukan dalam berkas tersebut.

Dalam kunjungan itu, pihak Gideon juga menyoroti kemungkinan pemanggilan ulang terhadap Rieta, Nagita, dan Caca dalam waktu dekat. Kuasa hukum Gideon menyatakan telah berdiskusi dengan penyidik baru dari Jatanras, dan ia optimistis perkara tersebut bisa diselesaikan tahun ini. Erles bahkan menyebut pemanggilan lanjutan kemungkinan dilakukan pada awal Juni.

Perkembangan Laporan

Erles Rareral mengatakan pihaknya baru berdiskusi dengan penyidik baru yang menangani perkara itu. Menurut dia, pembaruan penanganan membuat proses hukum terlihat lebih bergerak. Ia menegaskan ada semangat baru dari jajaran penyidik untuk menuntaskan kasus tersebut.

Dalam keterangannya di Polda Metro Jaya, Erles mengaku optimistis perkara ini dapat selesai pada tahun ini. Ia menilai para penyidik muda memiliki energi dan komitmen untuk mendorong penyelesaian kasus. Karena itu, ia meminta semua pihak tetap percaya pada proses yang sedang berjalan.

Erles juga menegaskan, perkara dugaan pemalsuan surat ini harus segera dituntaskan. Menurut dia, kepastian hukum penting agar persoalan tidak terus berlarut. Ia berharap penyidikan yang berjalan dapat menghasilkan titik terang dalam waktu dekat.

Keterangan Para Pihak

Saat disinggung mengenai kehadiran Rieta Amilia dalam pemeriksaan sebelumnya, Erles menyebut mantan istri Gideon itu sebenarnya sudah pernah dimintai keterangan. Namun, informasi tersebut menurutnya belum banyak diketahui publik. Ia menilai pemeriksaan itu menjadi bagian dari rangkaian penyidikan yang tengah berlangsung.

Erles memastikan Rieta Amilia, Nagita Slavina, dan Caca Tengker akan kembali dipanggil penyidik. Ia mengatakan pemanggilan itu kemungkinan dilakukan pada awal Juni mendatang. Menurut dia, langkah tersebut diperlukan untuk melengkapi proses pemeriksaan.

Ketiga nama itu diduga mengetahui atau ikut menandatangani dokumen yang dipersoalkan. Laporan yang dibuat Gideon berfokus pada dugaan pemalsuan tanda tangan dalam kesepakatan perceraian. Karena itu, penyidik masih perlu mengurai peran masing-masing pihak secara lebih rinci.

Harapan Gideon

Di tengah proses hukum yang berjalan, Gideon Tengker menyampaikan harapan agar hubungannya dengan anak-anak kembali membaik. Ia mengatakan keinginannya sederhana, yakni melihat keluarga kembali rukun. Menurut dia, penyelesaian persoalan ini penting bukan hanya secara hukum, tetapi juga secara batin.

Gideon mengaku sangat merindukan anak-anak dan cucu-cucunya. Ia merasa sedih karena komunikasi keluarga sulit terjalin dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi itu, menurutnya, membuat hubungan ayah dan anak terasa jauh.

Ia juga mengaku persoalan keluarga sempat memengaruhi kesehatannya. Meski begitu, Gideon mengatakan dirinya dapat melewati masa sulit tersebut dengan pertolongan Tuhan. Ia berharap hubungan keluarga yang sempat renggang dapat pulih kembali.

Situasi Keluarga

Gideon menilai persoalan yang terjadi telah memberi dampak emosional yang besar. Ia menyebut keadaan itu membuatnya merenungkan kembali arti kedekatan keluarga. Menurut dia, tidak mudah menghadapi situasi ketika anak sendiri sulit ditemui.

Dalam pernyataannya, Gideon menggambarkan rasa kehilangan yang ia alami sebagai sesuatu yang berat. Ia hanya ingin ada kesempatan untuk memperbaiki komunikasi dengan anak-anaknya. Harapan itu, kata dia, dapat terwujud kapan pun jika ada jalan yang baik.

Kasus ini kini terus menjadi perhatian karena menyangkut aspek hukum dan hubungan keluarga. Polda Metro Jaya masih melanjutkan penanganan laporan dugaan pemalsuan surat tersebut. Publik menunggu kepastian proses pemeriksaan yang disebut akan berlanjut pada awal Juni.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!