Gideon Tengker Masih Harap Rekonsiliasi dengan Rieta dan Anak

Lifestyle Clara Monica 23 Mei 2026 08:38 WIB 6
Gideon Tengker Masih Harap Rekonsiliasi dengan Rieta dan Anak

Musisi Gideon Tengker kembali menyoroti laporan dugaan pemalsuan surat yang menyeret nama mantan istrinya, Rieta Amilia, serta dua anaknya, Nagita Slavina dan Caca Tengker. Ia menyebut persoalan itu hingga kini belum menemukan titik temu. Pernyataan tersebut disampaikan Gideon di Polda Metro Jaya pada Selasa, 19 Mei 2026, di tengah harapannya agar hubungan keluarga dapat kembali membaik.

Di sisi lain, Gideon mengaku sempat diajak bertemu oleh Rieta dan anak-anaknya. Namun, pertemuan itu disebut hanya berlangsung sebagai silaturahmi biasa dan tidak membahas persoalan hukum. Ia menegaskan belum ada mediasi formal dari pihak keluarga untuk menyelesaikan konflik yang masih berjalan.

Gideon Tengker Harap Komunikasi

Gideon mengatakan dirinya masih menunggu telepon dari kedua anaknya. Ia menyebut harapan itu bukan untuk membuka konflik baru, melainkan agar hubungan ayah dan anak kembali cair. Menurutnya, komunikasi sederhana dapat menjadi awal untuk memperbaiki keadaan yang selama ini renggang.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya ingin hubungan keluarga kembali normal. Dalam pernyataannya, Gideon meminta Nagita dan Caca untuk menghubungi dirinya. Ia menekankan bahwa keinginannya hanya agar semua pihak bisa saling baik.

Gideon menilai pertemuan terakhir dengan keluarga terjadi di restoran dan tidak membahas perkara hukum. Ia menyebut belum ada upaya lanjutan yang mengarah pada mediasi. Karena itu, ia merasa pembicaraan yang terjadi belum menyentuh inti persoalan.

Baginya, yang dibutuhkan saat ini adalah itikad untuk membuka dialog. Ia berharap komunikasi yang baik bisa mengurangi ketegangan yang selama ini terjadi. Gideon juga menegaskan bahwa dirinya masih menunggu langkah nyata dari keluarga.

Pertemuan Tanpa Bahas Kasus

Gideon menjelaskan bahwa undangan bertemu dari mantan istri dan anak-anaknya tidak menyinggung urusan hukum. Ia menyebut pertemuan itu hanya sebatas silaturahmi. Menurut dia, suasana yang tercipta tidak mengarah pada pembahasan penyelesaian kasus.

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat persoalan hukum tetap menggantung. Gideon menyebut belum ada titik temu yang jelas antara dirinya dan pihak keluarga. Karena itu, ia menilai proses yang berlangsung belum memberikan penyelesaian berarti.

Dalam keterangannya, Gideon kembali menegaskan bahwa dirinya tidak menerima pembahasan formal soal mediasi. Ia hanya pernah diajak bertemu dan berbincang secara singkat. Namun, pembicaraan itu tidak berkembang menjadi upaya penyelesaian konflik.

Sikap tersebut, menurut Gideon, membuat hubungan personal dan persoalan hukum berjalan terpisah. Ia berharap keduanya tidak terus dibiarkan saling berhadapan. Ia juga menginginkan ada ruang yang lebih sehat untuk membangun kembali kedekatan keluarga.

Raffi Ahmad Disinggung

Gideon turut menyinggung nama Raffi Ahmad dalam komentarnya. Ia menilai sosok tersebut seharusnya bisa menjadi jembatan yang baik dalam situasi keluarga ini. Menurutnya, pihak-pihak yang dekat dengan keluarga justru diharapkan membantu meredakan ketegangan.

Selain Raffi, Gideon juga menyebut Barry yang berkaitan dengan Caca. Ia merasa peran yang seharusnya membantu justru tidak berjalan sebagaimana diharapkan. Dalam pandangannya, kondisi itu malah memperburuk keadaan yang sudah sensitif.

Gideon mengaku seolah-olah dirinya selalu berada di posisi yang disalahkan. Ia menyebut semua beban persoalan mengarah kepada dirinya. Karena itu, ia merasa perlu menyampaikan keberatannya secara terbuka kepada publik.

Ia berharap ada pihak yang benar-benar dapat membantu menjembatani komunikasi antaranggota keluarga. Menurut Gideon, kehadiran pihak penengah dapat mencegah kesalahpahaman semakin melebar. Ia menegaskan bahwa yang dibutuhkan adalah solusi, bukan penambahan masalah baru.

Pesan Pengacara Soal Orang Tua

Pengacara Gideon, Erles Rareral, turut memberikan pesan terkait hubungan orang tua dan anak. Ia mengingatkan bahwa setiap orang pada waktunya akan menjadi orang tua. Karena itu, menurut dia, penting untuk menjaga perasaan ayah dan ibu.

Erles menyampaikan pandangan itu sebagai pengingat bagi Nagita Slavina. Ia menilai tindakan menyakiti hati orang tua akan memiliki konsekuensi di kemudian hari. Pesan tersebut ia rangkai dalam semangat tabur tuai yang kerap ia tekankan.

Dalam keterangan yang sama, Erles menilai hubungan keluarga seharusnya dijaga dengan baik. Ia mengatakan konflik yang berkepanjangan hanya akan meninggalkan luka baru. Menurut dia, ruang untuk saling memahami masih selalu terbuka.

Ia berharap semua pihak dapat melihat persoalan ini dengan lebih jernih. Erles menekankan bahwa penyelesaian yang baik akan jauh lebih bermakna dibanding saling menyalahkan. Dengan demikian, hubungan keluarga dapat kembali bergerak ke arah yang lebih sehat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!