Musisi Gideon Tengker kembali menyinggung laporan dugaan pemalsuan surat yang menyeret nama mantan istrinya, Rieta Amilia, serta dua anaknya, Nagita Slavina dan Caca Tengker. Ia menyebut persoalan itu hingga kini belum menemukan titik temu, meski sempat ada ajakan bertemu dari pihak keluarga.
Gideon menyampaikan pernyataan itu di Polda Metro Jaya pada Selasa, 19 Mei 2026, sembari menegaskan bahwa pertemuan yang pernah terjadi hanya bersifat silaturahmi. Di tengah proses hukum yang berjalan, ia juga berharap hubungan dengan anak-anaknya dapat kembali membaik.
Kasus Gideon Tengker Berlanjut
Gideon menegaskan bahwa sengketa yang ia hadapi belum selesai. Ia mengatakan belum ada penyelesaian yang benar-benar mengarah pada titik temu. Menurutnya, komunikasi yang terjalin sejauh ini belum menyentuh pokok persoalan hukum. Karena itu, ia memilih tetap membuka ruang bagi proses berikutnya.
Dalam keterangannya, Gideon menyebut sempat diajak bertemu oleh mantan istri dan anak-anaknya. Namun, pertemuan itu tidak membahas perkara yang sedang dipersoalkan. Ia menilai momen tersebut hanya berlangsung sebagai silaturahmi biasa. Dari situ, tidak muncul pembahasan lanjutan mengenai laporan yang berjalan.
Gideon juga menuturkan bahwa dirinya belum melihat adanya mediasi yang serius dari pihak keluarga. Ia mengaku hanya pernah bertemu di restoran dan tidak ada pembicaraan mendalam soal kasus. Baginya, situasi itu menunjukkan belum ada upaya konkret untuk mempertemukan semua pihak. Ia pun masih menunggu langkah yang lebih jelas.
Pernyataan itu kembali memperlihatkan bahwa hubungan keluarga dan proses hukum masih berjalan di jalur yang berbeda. Gideon menilai keduanya belum bertemu dalam satu penyelesaian yang utuh. Meski begitu, ia tidak menutup pintu untuk dialog. Ia berharap ada jalan yang lebih baik bagi semua pihak.
Harapan Gideon kepada Anak
Di tengah sengketa yang berlangsung, Gideon menyampaikan harapannya agar hubungan dengan Nagita Slavina dan Caca Tengker bisa membaik. Ia mengaku sangat menunggu komunikasi dari kedua anaknya. Menurutnya, telepon sederhana pun sudah cukup untuk memulai perbaikan. Ia menegaskan bahwa keinginannya bukan untuk memperkeruh keadaan.
Gideon mengatakan dirinya ingin semuanya kembali baik-baik saja. Ia meminta Nagita dan Caca untuk menghubunginya secara langsung. Dalam pandangannya, percakapan singkat bisa menjadi awal dari perbaikan hubungan. Ia menekankan bahwa langkah itu penting bagi hubungan keluarga.
Ia juga menyebut bahwa selama ini dirinya seolah memikul seluruh beban persoalan. Gideon merasa dirinya terus ditempatkan sebagai pihak yang salah. Karena itu, ia berharap ada ruang yang lebih adil untuk menjelaskan keadaan sebenarnya. Ia menginginkan suasana yang tidak saling menyalahkan.
Harapan itu menjadi bagian paling emosional dari pernyataannya di hadapan media. Di tengah urusan hukum, Gideon tetap menempatkan relasi keluarga sebagai hal yang utama. Ia percaya komunikasi bisa meredakan ketegangan. Bagi dirinya, hubungan orang tua dan anak tidak seharusnya putus karena persoalan lain.
Peran Raffi Ahmad Disorot
Gideon turut menyinggung nama Raffi Ahmad dalam persoalan keluarganya. Ia menilai sosok tersebut seharusnya dapat menjadi jembatan yang baik. Harapan itu muncul karena dirinya ingin ada pihak yang bisa membantu mempertemukan semua orang. Ia menilai peran penengah penting dalam situasi yang sensitif.
Selain Raffi, Gideon juga menyebut Barry dalam konteks yang sama. Ia merasa pihak yang diharapkan membantu justru tidak memberikan dampak yang menenangkan. Menurutnya, kondisi itu malah membuat situasi semakin rumit. Ia pun kembali menegaskan bahwa dirinya merasa disalahkan dalam banyak hal.
Gideon mengungkapkan kekecewaannya dengan nada yang cukup tegas. Ia mengatakan dirinya seolah menjadi pusat dari semua tuduhan. Dalam pandangannya, peran penengah seharusnya membuat keadaan lebih ringan. Namun, ia merasa hasilnya justru berbalik menjadi beban tambahan.
Meski demikian, pernyataan itu menunjukkan bahwa Gideon masih berharap ada jalan damai. Ia tampak ingin persoalan keluarga tidak terus melebar ke ruang publik. Kehadiran pihak penengah dinilai penting untuk meredakan ketegangan. Ia ingin ada upaya yang lebih menenangkan semua pihak.
Pesan untuk Keluarga
Pengacara Gideon, Erles Rareral, turut memberikan pesan mengenai hubungan orang tua dan anak. Ia mengingatkan bahwa setiap orang pada akhirnya akan menjadi orang tua. Karena itu, menurutnya, sikap terhadap orang tua akan memiliki konsekuensi pada masa depan. Pesan itu ia sampaikan sebagai pengingat bagi semua pihak yang terlibat.
Erles juga menyinggung prinsip tabur tuai dalam hubungan keluarga. Ia menilai perlakuan terhadap orang tua akan kembali dirasakan ketika seseorang berada pada posisi yang sama. Pesan tersebut diarahkan sebagai nasihat moral, bukan semata komentar hukum. Dengan begitu, ia berharap ada refleksi yang lebih dalam.
Ia secara khusus menyinggung Nagita Slavina dalam pesan yang disampaikan. Menurutnya, hubungan keluarga sebaiknya dijaga agar tidak menimbulkan penyesalan di kemudian hari. Erles menekankan bahwa komunikasi yang baik bisa mencegah luka yang lebih besar. Ia mengajak semua pihak untuk melihat persoalan ini dengan hati yang tenang.
Di sisi lain, pernyataan pengacara menambah dimensi keluarga dalam kasus yang sedang berjalan. Sengketa hukum tidak hanya menyisakan proses administratif, tetapi juga luka emosional. Karena itu, jalan damai dinilai masih terbuka jika ada kemauan dari semua pihak. Gideon sendiri tampak masih menunggu langkah itu terjadi.
