Gideon Tengker kembali menyinggung laporan dugaan pemalsuan surat yang menyeret nama mantan istrinya, Rieta Amilia, serta dua anaknya, Nagita Slavina dan Caca Tengker. Musisi itu mengatakan persoalan tersebut belum menemukan titik temu meski sempat ada ajakan bertemu dari pihak keluarga.
Ia menyebut pertemuan yang terjadi sejauh ini hanya bersifat silaturahmi dan tidak membahas ranah hukum. Gideon berharap hubungan dengan anak-anaknya dapat membaik, termasuk melalui komunikasi langsung yang selama ini belum terjalin.
Harapan untuk anak
Gideon mengaku masih menunggu kabar dari Nagita dan Caca di tengah proses hukum yang berjalan. Ia ingin keduanya menghubungi dirinya agar hubungan ayah dan anak dapat kembali baik.
Menurut Gideon, permintaan itu bukan untuk memperuncing persoalan. Ia menegaskan, keinginannya sederhana, yakni membangun kembali komunikasi keluarga.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya rindu pada hubungan yang hangat dengan anak-anaknya. Dalam penuturannya, panggilan dari mereka akan menjadi langkah awal untuk mencairkan suasana.
Gideon menilai semua pihak seharusnya dapat menurunkan tensi konflik. Ia berharap pembicaraan keluarga tidak terus tertutup oleh persoalan hukum yang masih berjalan.
Pertemuan tanpa bahas hukum
Gideon mengatakan belum ada upaya mediasi resmi dari pihak keluarga. Ia hanya pernah diajak bertemu, tetapi pertemuan itu tidak menyinggung pokok perkara.
Ia menyebut pertemuan terakhir berlangsung di restoran. Dalam kesempatan itu, pembahasan hanya berkisar pada silaturahmi biasa.
Gideon menegaskan tidak ada diskusi khusus mengenai langkah penyelesaian kasus. Karena itu, ia menilai belum ada titik temu yang benar-benar mengarah pada perdamaian.
Meski demikian, ia tetap membuka ruang untuk komunikasi yang lebih baik. Menurutnya, pertemuan keluarga seharusnya menjadi jalan untuk meredakan ketegangan.
Peran penengah keluarga
Dalam pernyataannya, Gideon turut menyinggung peran Raffi Ahmad sebagai sosok yang diharapkan dapat menjadi jembatan. Ia menilai kehadiran pihak yang dihormati dapat membantu mencairkan hubungan.
Selain Raffi, ia juga menyebut nama Barry dalam konteks keluarga. Gideon berharap keduanya dapat membantu, bukan justru memperkeruh keadaan.
Gideon mengaku merasa seolah semua kesalahan diarahkan kepadanya. Ia mengatakan posisi dirinya tampak selalu disalahkan dalam berbagai percakapan.
Ia menilai keadaan itu membuat masalah semakin berat secara emosional. Karena itu, ia berharap ada pihak yang benar-benar bisa membantu menghadirkan dialog yang adil.
Pesan soal orang tua
Pengacara Gideon, Erles Rareral, juga memberi pesan terkait hubungan orang tua dan anak. Menurutnya, setiap orang pada waktunya akan menjadi orang tua dan perlu memahami perasaan itu.
Ia menegaskan bahwa siapa pun yang menyakiti hati orang tua akan merasakan hal serupa ketika menjadi orang tua kelak. Pesan itu ia kaitkan dengan prinsip tabur tuai dalam kehidupan keluarga.
Erles menyampaikan bahwa hubungan keluarga semestinya dijaga dengan komunikasi yang baik. Ia menilai persoalan yang berlarut hanya akan meninggalkan luka yang lebih panjang.
Di sisi lain, pernyataan itu juga menjadi pengingat bagi Nagita Slavina dan anggota keluarga lainnya. Harapannya, konflik hukum tidak memutus hubungan darah yang sudah terjalin sejak lama.
