Gideon Tengker bersama kuasa hukumnya, Erles Rareral, mendatangi Polda Metro Jaya pada Selasa, 19 Mei 2026, untuk mempertanyakan perkembangan laporan dugaan pemalsuan surat. Laporan itu ditujukan kepada mantan istri Gideon, Rieta Amilia, serta kedua anaknya, Nagita Slavina dan Caca Tengker, terkait dugaan pemalsuan tanda tangan dalam dokumen kesepakatan perceraian.
Dalam pernyataannya, Gideon mengaku ingin perkara tersebut segera tuntas, sementara kuasa hukumnya optimistis penyidikan bisa selesai tahun ini. Erles juga menyebut para penyidik baru dari Jatanras memiliki semangat baru dalam menuntaskan kasus tersebut.
Kasus Pemalsuan Surat
Erles Rareral mengatakan pihaknya baru berdiskusi dengan penyidik yang kini menangani perkara itu. Menurut dia, pembahasan berlangsung positif dan memberi harapan baru bagi pihak pelapor.
Ia menegaskan keyakinannya bahwa proses hukum dapat segera mencapai titik akhir. Erles bahkan menyebut kasus tersebut harus selesai dalam tahun ini.
Menurut Erles, semangat penyidik menjadi salah satu alasan pihaknya tetap optimistis. Ia menilai kehadiran personel muda di Jatanras membawa dorongan baru dalam penanganan perkara.
Di hadapan wartawan, Erles meminta publik untuk percaya pada proses yang sedang berjalan. Ia menyebut pihaknya ingin hasil yang jelas dan tuntas bagi semua pihak yang terlibat.
Pemeriksaan Para Terlapor
Ketika ditanya mengenai kehadiran Rieta Amilia pada pemeriksaan sebelumnya, Erles menyebut mantan istri Gideon itu sudah pernah dimintai keterangan. Namun, ia menilai informasi tersebut belum banyak diketahui publik.
Ia juga memastikan Rieta, Nagita, dan Caca akan kembali dipanggil penyidik dalam waktu dekat. Menurutnya, pemanggilan lanjutan kemungkinan dilakukan pada awal Juni mendatang.
Erles menegaskan agenda pemeriksaan itu menjadi bagian penting dalam pendalaman perkara. Ia menilai keterangan tambahan dari para pihak dibutuhkan agar penyidik memiliki gambaran yang lebih utuh.
Sampai saat ini, pihak kuasa hukum masih menunggu jadwal resmi dari penyidik. Mereka berharap seluruh proses dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Harapan Gideon Untuk Keluarga
Di luar proses hukum, Gideon Tengker menyampaikan keinginannya agar hubungan dengan anak-anaknya kembali membaik. Ia berharap jarak yang selama ini terjadi bisa segera teratasi.
Gideon mengaku kata-kata yang ia sampaikan sudah cukup mewakili isi hatinya. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya ingin keluarga yang ia sayangi kembali dekat.
Ketika ditanya soal rasa rindu kepada anak-anak dan cucu-cucunya, Gideon tidak menampik perasaan sedih yang ia rasakan. Menurut dia, komunikasi yang sulit membuat kondisi batinnya ikut tertekan.
Ia juga menuturkan bahwa persoalan keluarga sempat berdampak pada kesehatannya. Gideon bersyukur masih bisa melewati masa sulit itu dan berharap perlindungan Tuhan terus menyertainya.
Kondisi Dan Harapan Damai
Gideon mengatakan dirinya hanya bisa berserah dalam menghadapi situasi keluarga yang belum membaik. Ia berharap ada jalan agar hubungan dengan anak-anaknya dapat pulih seperti sediakala.
Menurutnya, hubungan orang tua dan anak seharusnya tidak terus terputus. Ia menilai komunikasi yang baik menjadi kunci agar persoalan keluarga dapat diselesaikan.
Perkembangan kasus ini kini menjadi sorotan, bukan hanya karena aspek hukumnya, tetapi juga karena menyangkut dinamika keluarga yang rumit. Publik menunggu langkah penyidik setelah rencana pemanggilan ulang para terlapor diumumkan.
Di sisi lain, kuasa hukum Gideon tetap yakin perkara ini akan menemukan titik terang pada tahun berjalan. Mereka berharap proses hukum dan harapan rekonsiliasi keluarga dapat berjalan beriringan.
