Gaya John Travolta di Cannes Jadi Sorotan

Lifestyle Nadia Safira Putri 30 Mei 2026 19:19 WIB 5
Gaya John Travolta di Cannes Jadi Sorotan

John Travolta menjadi sorotan di Festival Film Cannes setelah tampil dengan gaya yang membuat media sosial ramai membicarakannya. Penampilannya dinilai lebih muda, sekaligus eksentrik, berkat topi beret dan kacamata bulat yang ia kenakan saat mempromosikan film terbarunya.

Aktor berusia senior itu kemudian menjelaskan bahwa pilihan busana tersebut bukan kebetulan, melainkan bagian dari konsep yang ia siapkan untuk debut penyutradaraannya dalam Propeller One-Way Night Coach. Travolta menyebut tampilan itu sebagai bentuk penghormatan kepada para pembuat film klasik yang pernah menginspirasinya.

Gaya John Travolta di Cannes

Travolta mengakui bahwa ia sengaja menampilkan diri dengan kesan berbeda di hadapan publik Cannes. Ia ingin memisahkan identitasnya sebagai aktor dan sutradara melalui penampilan yang lebih teatrikal. Menurutnya, festival film itu menjadi panggung yang tepat untuk menunjukkan peran barunya. Karena itu, gaya beret dan kacamata bulat dipilih secara sadar.

Dalam wawancara dengan CNN, bintang Grease tersebut menjelaskan bahwa para sutradara zaman dulu kerap memakai baret dan kacamata. Ia menilai gaya itu selaras dengan citra yang ingin dibangunnya sebagai pembuat film. Travolta mengatakan bahwa setelah lebih dari 50 tahun berkecimpung di dunia perfilman, ia ingin tampil dengan sudut pandang baru. Ia juga menegaskan bahwa pilihan tersebut bukan untuk sekadar mencari perhatian.

Perhatian publik terhadap penampilannya semakin besar karena gaya itu dianggap membuat Travolta terlihat lebih muda. Banyak warganet menilai tampilannya tidak biasa, tetapi justru menarik. Reaksi tersebut ikut mendorong pembicaraan tentang debut penyutradaraannya. Pada saat yang sama, ia berhasil menempatkan diri sebagai pusat sorotan di Cannes.

Travolta juga datang ke Cannes bersama putrinya, Ella Bleu Travolta, yang turut menyita perhatian di ajang tersebut. Kehadiran keduanya memperkuat kesan bahwa momen itu bukan sekadar agenda promosi biasa. Bagi Travolta, festival ini tampak seperti sebuah peran pertunjukan yang ia mainkan secara penuh. Ia seakan ingin menunjukkan bahwa seorang sutradara juga perlu punya identitas visual yang kuat.

Inspirasi dari sutradara klasik

Meski tidak menyebut nama tertentu, Travolta menegaskan bahwa inspirasinya datang dari para sutradara klasik. Ia ingin menampilkan kesan yang menyerupai figur-figur lama di industri film. Gaya itu dianggap cocok dengan semangat film yang ia promosikan. Karena itu, ia memilih elemen fesyen yang sederhana, tetapi kuat secara visual.

Para penggemar kemudian langsung mengaitkan penampilannya dengan sejumlah tokoh sinema legendaris. Salah satu nama yang paling banyak disebut adalah Francis Ford Coppola, yang lama dikenal dengan baret khasnya. Ada pula yang menilai Travolta mengadopsi nuansa Ingmar Bergman. Perbandingan itu memperkuat kesan bahwa tampilannya memiliki rujukan sinematik yang jelas.

Di media sosial, respons terhadap gaya Travolta terbagi antara kagum dan heran. Sebagian pengguna memuji keberaniannya tampil beda di karpet merah Cannes. Sebagian lain menganggap pilihannya terlalu nyentrik untuk ukuran acara formal. Namun, perbedaan pendapat justru membuat namanya semakin sering dibicarakan.

Travolta tampaknya memang memahami bahwa citra visual memiliki peran besar dalam promosi film. Dengan tampil sebagai sosok yang menyerupai sutradara era lama, ia membangun narasi yang mendukung proyek barunya. Strategi itu membuat kehadirannya tidak hanya menjadi berita hiburan, tetapi juga bagian dari komunikasi kreatif. Cannes pun kembali menjadi panggung yang efektif untuk membangun perhatian global.

Viral sebelum mendarat

Menariknya, perhatian terhadap gaya Travolta sudah muncul sebelum ia tiba di Prancis. Ia sempat mengunggah video di Instagram saat menerbangkan pesawat pribadinya menuju Cannes bersama Ella Bleu Travolta. Unggahan itu memperlihatkan bahwa momen kehadirannya memang dipersiapkan dengan cermat. Dalam keterangan videonya, ia menulis, Hari besar, malam besar di Cannes. Nantikan!

Unggahan tersebut memperkuat kesan bahwa kehadiran Travolta di Cannes bukan kejutan spontan. Ia membangun antusiasme sejak awal, lalu memunculkan penampilan yang selaras dengan pesan promosi filmnya. Cara ini membuat publik menunggu langkah berikutnya. Alhasil, sorotan media dan warganet mengalir sebelum konferensi pers dimulai.

Setelah berada di Cannes, Travolta tampil dalam sesi pemotretan untuk Propeller One-Way Night Coach. Busana yang ia pilih langsung menjadi bahan pembicaraan di berbagai platform digital. Banyak pihak menilai penampilannya berhasil memadukan nostalgia dan konsep modern. Kombinasi itu membuatnya terlihat konsisten dengan karakter proyek yang sedang ia perkenalkan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa gaya berpakaian selebritas masih memiliki daya tarik kuat dalam industri hiburan. Bagi Travolta, penampilan di Cannes bukan hanya soal mode, tetapi juga bagian dari penceritaan. Ia menggunakan busana untuk menyampaikan identitas dan arah kreatifnya. Dengan begitu, sorotan yang muncul tidak hanya tertuju pada penampilan, tetapi juga pada film yang tengah ia bawa ke hadapan publik.

Makna debut penyutradaraan

Bagi Travolta, debut penyutradaraan ini menjadi momen penting setelah puluhan tahun dikenal sebagai aktor. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki ruang untuk bereksperimen di balik layar. Kehadiran di Cannes menjadi cara untuk menegaskan transformasi tersebut. Dengan konsep penampilan yang matang, ia mencoba mengirim pesan yang mudah dibaca publik.

Peran baru itu membuat Travolta berusaha tampil dengan bahasa visual yang lebih kuat. Ia tidak sekadar datang sebagai bintang undangan, tetapi sebagai kreator dengan identitas yang sedang dibangun. Pilihan gaya retro memberi kesan hormat pada sejarah sinema. Pada saat yang sama, ia tetap mempertahankan daya tarik personal yang selama ini melekat pada dirinya.

Reaksi publik terhadap penampilannya memperlihatkan bahwa citra seorang figur film tetap menjadi bagian penting dari promosi karya. Travolta berhasil memanfaatkan momentum Cannes untuk menciptakan percakapan yang luas. Dari baret, kacamata bulat, hingga unggahan Instagram, semuanya terhubung dalam satu strategi yang konsisten. Hasilnya, debut penyutradaraannya mendapat perhatian sebelum filmnya benar-benar dinilai.

Dengan sorotan yang terus mengarah kepadanya, Travolta menempatkan dirinya kembali dalam pusat pembicaraan industri hiburan. Penampilan eksentrik yang ia pilih ternyata memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar tampil beda. Ia memadukan nostalgia, promosi, dan penghormatan dalam satu momen publik. Cannes pun menjadi panggung yang menegaskan bahwa Travolta masih piawai mencuri perhatian.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!