Wanita di Xiamen Viral Tak Bisa Dengar Suara Pria

Lifestyle Anindya Kirana Putri 31 Mei 2026 20:02 WIB 3
Wanita di Xiamen Viral Tak Bisa Dengar Suara Pria

Seorang wanita di Xiamen, China, menjadi sorotan publik setelah mengaku tidak bisa mendengar suara pacarnya. Kondisi yang semula disangka sebagai persoalan hubungan itu ternyata dipicu gangguan medis langka bernama reverse slope hearing loss.

Kasus ini terungkap setelah wanita bernama Chen bangun tidur dan mendapati suara sang kekasih tidak lagi terdengar olehnya. Setelah menjalani pemeriksaan dokter, ia diketahui mengalami gangguan pendengaran yang memengaruhi frekuensi rendah, termasuk rentang suara pria.

Gangguan pendengaran langka

Reverse slope hearing loss adalah kondisi ketika seseorang kesulitan mendengar suara berfrekuensi rendah. Pada banyak orang, gangguan pendengaran justru lebih dulu menyerang frekuensi tinggi, sehingga pola ini tergolong tidak biasa.

Dalam kasus Chen, suara perempuan dan bunyi bernada tinggi masih dapat ia tangkap dengan cukup baik. Sebaliknya, suara pria terdengar samar atau seolah menghilang karena berada pada rentang frekuensi yang terdampak.

Istilah reverse slope merujuk pada bentuk hasil tes pendengaran atau audiogram yang menunjukkan pola kebalikan dari gangguan pendengaran pada umumnya. Grafik pendengaran pasien biasanya menurun pada frekuensi tinggi, namun pada kondisi ini bagian frekuensi rendah justru yang bermasalah.

Fenomena tersebut membuat penderita sering tidak menyadari gangguan sejak awal. Mereka biasanya baru paham setelah kesulitan menangkap percakapan tertentu, terutama saat berbicara dengan orang yang memiliki suara rendah.

Cara kerja frekuensi suara

Suara manusia memiliki rentang frekuensi yang berbeda-beda, dan suara pria umumnya berada pada frekuensi lebih rendah dibanding suara perempuan. Karena itu, penderita reverse slope hearing loss kerap merasa suara pria tidak terdengar jelas.

Kondisi ini tidak terbatas pada gender tertentu, karena wanita dengan nada bicara berat juga bisa terdengar samar. Sebaliknya, pria dengan nada bicara lebih tinggi masih dapat terdengar lebih jelas oleh pasien.

Gangguan ini juga dapat memengaruhi kemampuan mendengar bunyi rendah lainnya. Contohnya adalah gemuruh petir dari kejauhan atau dentuman alat musik bass yang terasa lebih lemah dari biasanya.

Karena gejalanya berkembang perlahan, banyak orang mengira gangguan tersebut hanya berasal dari lingkungan yang bising atau kelelahan. Akibatnya, pemeriksaan medis sering dilakukan setelah kondisi sudah cukup mengganggu aktivitas harian.

Penyebab dan faktor pemicu

Dokter menyebut reverse slope hearing loss dapat dipicu oleh sejumlah faktor medis. Beberapa di antaranya adalah penyakit Meniere, infeksi virus, gagal ginjal, serta perubahan tekanan di sekitar otak.

Setiap penyebab dapat memberi dampak berbeda pada tingkat keparahan gangguan pendengaran. Karena itu, evaluasi medis diperlukan untuk memastikan sumber masalah dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Pada sebagian kasus, gangguan ini bisa bersifat sementara, tetapi ada pula yang menetap. Kondisi permanen umumnya membutuhkan pemantauan jangka panjang agar penurunan pendengaran tidak semakin berat.

Meski terdengar unik, kasus seperti Chen menunjukkan bahwa gangguan pendengaran tidak selalu ditandai oleh hilangnya suara bernada tinggi. Pemeriksaan dini menjadi penting agar pasien memahami perubahan yang terjadi pada pendengarannya sejak awal.

Penanganan dan langkah medis

Untuk kasus tertentu, alat bantu dengar dapat membantu meningkatkan kualitas pendengaran pasien. Fungsinya adalah memperkuat suara yang sulit ditangkap agar komunikasi sehari-hari tetap berjalan lebih baik.

Dokter menegaskan bahwa penanganan akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasari gangguan tersebut. Jika dipicu infeksi atau kondisi medis lain, terapi dapat difokuskan pada sumber utamanya.

Kisah Chen juga menjadi pengingat bahwa keluhan pendengaran tidak selalu berarti seseorang mengabaikan lawan bicara. Dalam kasus ini, hilangnya suara sang kekasih murni disebabkan oleh kondisi medis, bukan karena masalah hubungan.

Dengan penanganan yang tepat, penderita memiliki peluang untuk beradaptasi dan menjaga kualitas hidup. Pemeriksaan ke dokter THT menjadi langkah penting ketika seseorang mulai mengalami perubahan pendengaran yang tidak biasa.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!