Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 31 Mei 2026 20:57 WIB 3
Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Keripik singkong Yammy Babeh milik PT Gemilang Agro Inovasi resmi menembus pasar Brunei Darussalam melalui ekspor perdana senilai USD 18.000 atau sekitar Rp 288 juta untuk satu kontainer 20 kaki. Usaha mikro kecil menengah asal Sukabumi ini dijalankan oleh Ade Soelistyowati, penyandang disabilitas tuna rungu, yang kini memperluas pasar produknya ke luar negeri.

Ekspor perdana tersebut dilepas secara simbolis di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat, dan dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, serta Bupati Sukabumi Ayep Zaki. Selain ekspor ke Brunei, perusahaan ini juga mulai memasarkan produk turunan mangrove ke Korea Selatan.

Ekspor keripik singkong Sukabumi

Produk Cassava Crackers Yammy Babeh dibuat dari singkong lokal yang diolah secara higienis dan dikemas modern agar sesuai dengan standar pasar global. PT Gemilang Agro Inovasi menempatkan kualitas sebagai kunci utama untuk menjaga konsistensi produk di pasar ekspor.

Nilai ekspor perdana ke Brunei mencapai USD 18.000 untuk satu kontainer 20 kaki. Kerja sama berkelanjutan juga telah dijalin dengan perusahaan asal Brunei, SP Setia SDN BHD, untuk pengiriman berikutnya.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa produk olahan lokal memiliki peluang besar bersaing di pasar internasional. Dengan pengolahan yang tepat, bahan baku singkong dapat menjadi komoditas bernilai tambah tinggi.

Kisah usaha difabel mandiri

Ade Soelistyowati membangun usaha ini bersama suaminya yang tengah berjuang melawan stroke. Dalam kondisi serba terbatas, keduanya tetap mempertahankan operasional usaha dan membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar.

Saat ini, PT Gemilang Agro Inovasi mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi. Kehadiran tenaga kerja tersebut memperlihatkan bahwa usaha kecil juga mampu memberi dampak sosial nyata.

Ade menegaskan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi dorongan penting untuk membawa produk lokal naik kelas.

Dukungan pemerintah dan swasta

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi capaian tersebut sebagai bukti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta. Ia menilai sinergi lintas sektor mampu memperkuat daya saing pelaku usaha mikro di pasar global.

Maman juga menyebut pemerintah akan memprioritaskan pelaku usaha disabilitas untuk mendapat pembinaan, pelatihan, dan penguatan. Arahan itu disebut sejalan dengan upaya meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok rentan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menilai ekspor Yammy Babeh selaras dengan dorongan agar wirausaha lokal mampu menembus pasar dunia. Menurutnya, semangat inklusivitas, inovasi, dan keberlanjutan menjadi fondasi penting dalam pengembangan UMKM.

Langkah UMKM menuju global

Pertamina menyebut hingga Oktober 2025 sudah ada delapan UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Capaian itu menunjukkan dukungan terhadap UMKM binaan mulai menghasilkan dampak ekonomi yang lebih luas.

Sejak awal 2025, delapan UMKM binaan Pertamina telah melakukan ekspor ke berbagai negara. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat daya saing nasional.

Keberhasilan PT Gemilang Agro Inovasi menjadi contoh bahwa pelaku usaha difabel juga dapat bersaing di tingkat internasional. Dengan dukungan yang tepat, produk lokal berpeluang semakin kuat menembus pasar global dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Tag Terkait
#UMKM#ekspor#Sukabumi

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!