BEI Dorong Perusahaan Artis dan Influencer IPO

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 31 Mei 2026 20:03 WIB 2
BEI Dorong Perusahaan Artis dan Influencer IPO

Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan milik artis dan influencer di sektor ekonomi kreatif untuk mencatatkan saham melalui initial public offering atau IPO. Dorongan ini disampaikan seiring langkah BEI membuka kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk memperkuat pemahaman atas prospek dan struktur bisnis industri kreatif.

Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pihaknya ingin bertukar informasi dengan Kementerian Ekraf agar perusahaan di sektor tersebut lebih siap menjadi emiten. Menurutnya, peluang di industri kreatif cukup besar, sehingga pelaku usaha perlu memahami regulasi dan mekanisme pasar modal sejak awal.

BEI dan ekraf buka peluang IPO

Jeffrey menyampaikan bahwa BEI telah berdiskusi dengan Menteri Ekraf mengenai peluang kerja sama yang lebih erat. Langkah itu ditujukan untuk saling bertukar informasi terkait dinamika bisnis di industri kreatif.

Melalui kerja sama tersebut, BEI berharap dapat mengenali karakter usaha di sektor ekraf dengan lebih baik. Pemahaman itu dinilai penting agar proses penawaran umum perdana dapat berjalan lebih tepat sasaran.

Ia menegaskan bahwa bursa terbuka bagi berbagai pihak yang ingin memahami pasar modal. Artis, pelajar, maupun kelompok masyarakat lain disebut dapat datang untuk belajar langsung mengenai proses menjadi perusahaan tercatat.

Menurut Jeffrey, perusahaan ekraf juga perlu mulai menyiapkan mekanisme IPO sejak dini. Persiapan itu mencakup pemahaman atas tata kelola, laporan keuangan, dan kepatuhan terhadap ketentuan bursa.

Industri kreatif dinilai prospektif

BEI menilai sektor ekonomi kreatif memiliki prospek yang menjanjikan di pasar modal. Hal ini membuat perusahaan di dalamnya berpotensi menarik minat investor jika mampu menunjukkan model bisnis yang sehat.

Jeffrey menilai struktur usaha di industri kreatif berbeda dengan sektor konvensional. Karena itu, komunikasi antara BEI dan pelaku ekraf dibutuhkan agar proses edukasi berlangsung lebih efektif.

Kerja sama dengan Kementerian Ekraf juga diharapkan memudahkan identifikasi perusahaan yang siap masuk bursa. Dengan begitu, calon emiten dapat memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan bisnisnya.

BEI melihat ekosistem kreatif sebagai salah satu sumber pertumbuhan emiten baru. Potensi itu dinilai penting untuk memperluas pilihan investasi di pasar modal Indonesia.

Rencana IPO dari sektor entertainment

Sebelumnya, BEI juga mengonfirmasi adanya rencana IPO dari sektor ekraf, khususnya entertainment. Calon perusahaan tercatat tersebut disebut memiliki aset yang besar dan menjadi salah satu antrean IPO yang diperhatikan bursa.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan perusahaan itu juga mengelola kebun binatang. Nilai penghimpunan dana yang dibidik disebut menjadi yang terbesar dibanding calon perusahaan tercatat lain dalam antrean.

Nyoman menegaskan bahwa perusahaan yang dimaksud bukan production house, melainkan entitas yang menawarkan pengalaman hiburan secara langsung. Menurutnya, model bisnis tersebut lebih mudah dinilai karena memiliki bentuk aset dan layanan yang dapat dilihat publik.

Ia juga menilai keberadaan kebun binatang memberikan unsur edukasi dan hiburan yang nyata. Karena itu, calon emiten tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi pasar.

Pasar modal terbuka untuk semua

BEI menempatkan edukasi sebagai langkah awal sebelum perusahaan memutuskan IPO. Pelaku usaha yang ingin melantai di bursa diminta memahami kewajiban sebagai emiten agar proses pencatatan berjalan lancar.

Jeffrey menekankan bahwa siapa pun yang berminat terhadap ekosistem pasar modal dipersilakan untuk belajar. Menurutnya, akses informasi yang terbuka akan membantu pelaku industri menilai kesiapan bisnis masing-masing.

Dengan pendekatan itu, BEI berharap lebih banyak perusahaan kreatif masuk ke pasar modal secara terstruktur. Kehadiran emiten baru dari sektor ini berpotensi memperkaya daftar saham yang tersedia bagi investor.

Di sisi lain, sinergi dengan Kementerian Ekraf dinilai dapat mempercepat pemetaan perusahaan yang potensial. Langkah tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan pasar modal sekaligus memperkuat industri kreatif nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!