Kolagen Populer, Benarkah Ampuh Bikin Kulit Muda?

Lifestyle Clara Monica 31 Mei 2026 20:01 WIB 3
Kolagen Populer, Benarkah Ampuh Bikin Kulit Muda?

Suplemen kolagen semakin populer di industri kecantikan karena diklaim mampu membuat kulit tampak lebih muda, segar, halus, dan glowing. Di pasar global, produk ini juga mencatat pertumbuhan besar seiring meningkatnya minat konsumen terhadap perawatan dari dalam.

Menurut laporan yang dikutip dari Allure, sekitar 60 juta orang di dunia mengonsumsi suplemen kolagen setiap hari. Nilai pasar suplemen kolagen pada 2025 diperkirakan mencapai 2,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 43,57 triliun.

Manfaat Kolagen bagi Kulit

Produk kolagen tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari pil, bubuk seduh, hingga permen jeli. Ragam bentuk ini membuat konsumen lebih mudah memilih sesuai kebiasaan dan preferensi masing-masing.

Meski begitu, berbagai studi sebelumnya menunjukkan bahwa suplemen, termasuk kolagen, tidak selalu efektif untuk semua orang. Sebagian pihak bahkan menilai harganya cukup mahal jika dibandingkan dengan manfaat yang belum konsisten terbukti.

Salah satu penelitian yang sering dijadikan rujukan adalah studi Johns Hopkins University pada 2013 berjudul Enough is Enough: Stop Wasting Money on Vitamin and Mineral Supplements. Studi itu menyoroti bahwa tidak semua suplemen memberi hasil yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.

Namun, tinjauan terbaru terhadap 113 uji klinis menunjukkan hasil yang lebih menjanjikan. Jika dikonsumsi rutin dan konsisten, suplemen kolagen disebut dapat memberi efek positif bagi kesehatan kulit, sistem muskuloskeletal, dan rongga mulut.

Pendapat Dokter tentang Kolagen

Mona Gohara, dokter kulit sekaligus profesor klinis dermatologi di Yale School of Medicine, menilai tinjauan terbaru itu sebagai salah satu studi paling komprehensif. Ia menyebut kolagen memberi peningkatan kecil namun konsisten pada hidrasi dan elastisitas kulit.

Pandangan serupa disampaikan Hadley King, dokter kulit bersertifikasi asal New York City. Menurut dia, meski suplemen kolagen tidak tergolong obat, bukti yang ada menunjukkan potensi manfaat yang cukup beragam.

Daniel Belkin, dokter kulit lainnya dari New York City, juga mengaku lebih percaya diri merekomendasikan kolagen kepada pasien setelah membaca tinjauan tersebut. Menurutnya, hasil penelitian memberi dasar yang lebih kuat untuk mempertimbangkan penggunaan suplemen ini.

Meski demikian, para dokter tetap menekankan perlunya kehati-hatian. Bukti yang ada belum sepenuhnya konsisten, sementara kualitas analisis di setiap studi masih beragam dan berpotensi bias.

Keterbatasan Bukti Ilmiah

Dr Gohara menilai tinjauan terbaru itu belum menunjukkan bahwa suplemen kolagen mampu secara signifikan mengurangi tanda penuaan, seperti kerutan halus. Padahal, aspek tersebut sering menjadi alasan utama orang mengonsumsinya.

Ia menegaskan bahwa fokus hasil studi lebih banyak mengarah pada perbaikan skin barrier dan peningkatan hidrasi kulit. Karena itu, manfaat kolagen sebaiknya tidak dipahami sebagai solusi instan untuk seluruh masalah penuaan.

Secara pribadi, Dr Gohara mengaku enggan mengonsumsi suplemen kolagen sebelum mendapat persetujuan dari Food and Drug Administration di Amerika Serikat. Sikap ini menunjukkan bahwa aspek keamanan dan regulasi tetap menjadi pertimbangan penting.

Di sisi lain, Dr King menyebut dirinya mengonsumsi Biosil Collagen Generator dan Body Health Perfect Amino. Namun, ia tetap menekankan bahwa data tambahan masih diperlukan sebelum kolagen direkomendasikan secara luas kepada pasien.

Cara Aman Mengonsumsi Kolagen

Dr King menyarankan masyarakat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kulit tepercaya sebelum memilih suplemen kolagen. Jika ingin mengonsumsinya, konsumen juga disarankan memilih produk yang memiliki bukti ilmiah memadai.

Konsistensi konsumsi dan kepatuhan terhadap anjuran pakai juga menjadi faktor penting. Suplemen yang dikonsumsi tidak teratur berisiko tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Selain mengandalkan suplemen, langkah pencegahan tetap harus dijalankan secara disiplin. Penggunaan sunscreen dan retinoid dinilai lebih relevan untuk membantu menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Suplemen kolagen sebaiknya diposisikan sebagai pendukung, bukan pengganti perawatan dasar kulit. Rutinitas yang konsisten dapat membantu menekan penuaan dini akibat paparan sinar UV berlebih, perubahan hormon, dan gaya hidup yang kurang sehat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!