Fuji Ungkap Kerugian Rp 1 Miliar dalam Kasus Mantan Admin

Lifestyle Nadia Safira Putri 31 Mei 2026 23:37 WIB 2
Fuji Ungkap Kerugian Rp 1 Miliar dalam Kasus Mantan Admin

Kasus dugaan penggelapan yang menimpa selebgram Fujianti Utami Putri atau Fuji memasuki babak baru setelah mantan admin media sosialnya ditetapkan sebagai tersangka. Peristiwa ini terungkap di Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa, 26 Mei 2026, ketika Fuji membeberkan kerugian yang dialaminya tidak hanya berupa uang, tetapi juga aset kerja yang hilang.

Fuji menyebut jumlah dana yang diduga digelapkan mencapai sekitar Rp 1 miliar, yakni akumulasi uang kerja sama brand yang tidak disetorkan selama masa kerja tersangka. Selain itu, ia juga menyinggung hilangnya laptop dan sejumlah barang bermerek, serta penghapusan ribuan riwayat pesan dengan klien yang diduga dilakukan untuk menghapus jejak.

Kasus Fuji dan Kerugian

Fuji mengaku tidak menyangka kepercayaannya selama satu setengah tahun berakhir dengan dugaan penggelapan. Ia menilai tindakan mantan adminnya bukan hanya merugikan secara materi, tetapi juga melukai secara emosional. Menurutnya, beban paling berat justru datang dari rasa kecewa yang sulit ia terima.

Dalam keterangannya, Fuji menyebut kerugian yang dialami mencapai sekitar Rp 1 miliar. Ia menegaskan angka tersebut merupakan akumulasi dana kerja sama yang tidak masuk ke rekening manajemen. Pengakuan itu memperlihatkan betapa besar dampak kasus ini terhadap aktivitas bisnis yang selama ini ia jalankan.

Fuji juga menjelaskan bahwa kehilangan yang dialaminya tidak berhenti pada uang. Beberapa barang kerja, termasuk laptop, ikut diduga diambil oleh tersangka. Kondisi tersebut membuat proses kerja dan pengelolaan komunikasi dengan klien turut terdampak.

Pengakuan Fuji Di Polres

Saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Fuji berbicara terus terang mengenai nominal kerugian yang dialaminya. Ia menyampaikan bahwa jumlahnya memang tidak kecil, meski memilih menyebutnya dengan bahasa yang santai. Ucapan itu menunjukkan besarnya tekanan yang ia rasakan dalam menghadapi kasus tersebut.

Fuji menilai tindakan mantan karyawannya telah melampaui batas kepercayaan. Ia mengatakan bahwa pelaku seharusnya berhenti dan tidak mengulangi perbuatannya. Dengan nada tegas, Fuji meminta agar penyimpangan seperti itu tidak dilakukan lagi kepada siapa pun.

Di hadapan awak media, Fuji juga mengekspresikan rasa kecewa yang masih kuat. Ia menyebut dirinya belum sepenuhnya ikhlas menerima perlakuan tersebut. Baginya, persoalan ini bukan sekadar kehilangan uang, melainkan juga penghianatan atas kepercayaan.

Dugaan Aksi Penggelapan

Kasus ini bermula dari temuan adanya aliran dana kerja sama iklan yang tidak masuk ke rekening manajemen. Setelah dilakukan penelusuran, muncul dugaan bahwa dana tersebut tidak disetorkan oleh tersangka selama bekerja. Temuan itu kemudian menjadi dasar penyidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Selain dana, tersangka juga diduga menggelapkan sejumlah aset milik Fuji. Barang yang dilaporkan hilang antara lain laptop serta beberapa barang bermerek lainnya. Kehilangan itu dinilai memperburuk situasi karena turut mengganggu pekerjaan harian tim.

Lebih jauh, tersangka disebut menghapus ribuan riwayat pesan singkat dengan klien. Tindakan itu diduga dilakukan untuk menghilangkan jejak dan mempersulit penelusuran aliran kerja sama. Aparat kini menempatkan seluruh temuan tersebut sebagai bagian dari rangkaian dugaan tindak pidana.

Proses Hukum Berlanjut

Polres Metro Jakarta Selatan telah menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan. Pada 26 Mei 2026, terlapor resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah bukti yang dikumpulkan penyidik dinyatakan lengkap. Status itu menandai perkembangan penting dalam penanganan kasus yang menyita perhatian publik.

Penetapan tersangka menunjukkan bahwa aparat menemukan indikasi kuat atas dugaan penggelapan tersebut. Meski demikian, proses hukum masih akan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Pihak kepolisian juga diperkirakan akan terus mendalami peran tersangka dalam pengelolaan dana dan aset.

Bagi Fuji, penetapan tersangka memang memberi kelegaan, tetapi belum menghapus rasa sakit hati yang ia rasakan. Ia menilai perbuatan tersebut meninggalkan luka yang lebih dalam daripada sekadar kerugian materi. Karena itu, kasus ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya menjaga kepercayaan dalam hubungan kerja.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!