FTSE Russell Keluarkan DSSA, DAAZ, HILL, dan MLIA

Forex & Saham Kevin S. Pratama 27 Mei 2026 19:19 WIB 2
FTSE Russell Keluarkan DSSA, DAAZ, HILL, dan MLIA

FTSE Russell mengeluarkan empat saham emiten Indonesia dari hasil tinjauan indeks June 2026 Quarterly Review yang diumumkan pada Sabtu, 23 Mei 2026. Keputusan ini mencakup PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, PT Daaz Bara Lestari Tbk, PT Hillcon Tbk, dan PT Mulia Industrindo Tbk.

Penghapusan tersebut berlaku efektif setelah penutupan perdagangan 19 Juni 2026, tetapi masih terbuka untuk revisi hingga penutupan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026. FTSE Russell menyatakan perubahan baru akan dianggap final mulai Senin, 8 Juni 2026.

Review FTSE Russell

Dalam laporan resminya, FTSE Russell menyebut penyesuaian ini sebagai bagian dari evaluasi berkala terhadap konstituen indeks. Proses tersebut bertujuan memastikan saham yang masuk tetap memenuhi kriteria kapitalisasi, likuiditas, dan struktur kepemilikan.

Emiten yang tidak lagi memenuhi ketentuan akan dikeluarkan dari daftar, meski sebelumnya telah menjadi bagian dari indeks. Kebijakan ini menjadi salah satu mekanisme utama untuk menjaga kualitas komposisi indeks global.

Untuk pasar, pengumuman seperti ini kerap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi arus dana pasif. Saham yang keluar dari indeks umumnya berisiko menghadapi tekanan transaksi menjelang tanggal efektif.

DSSA Tersingkir Dari Large Cap

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA dikeluarkan dari kategori Large Cap GEIS. FTSE Russell menilai saham tersebut masuk dalam kelompok dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration.

Dalam pengumumannya, FTSE Russell menuliskan status itu sebagai Failed high shareholding concentration. Kondisi tersebut menunjukkan sebaran kepemilikan yang dianggap belum memenuhi ambang yang disyaratkan indeks.

Bagi emiten, penilaian seperti ini dapat berdampak pada posisi saham di mata investor institusi. Selain itu, perubahan status indeks sering memicu penyesuaian portofolio oleh dana kelolaan yang mengikuti acuan FTSE.

DAAZ Masuk Kategori Micro Cap

PT Daaz Bara Lestari Tbk atau DAAZ juga tercoret dari kategori micro cap. FTSE Russell menyebut free float saham tersebut berada di bawah batas minimum yang dipersyaratkan.

Free float yang terlalu kecil membuat pergerakan saham kurang merepresentasikan transaksi pasar yang sesungguhnya. Karena itu, saham dengan porsi saham publik terbatas kerap tidak lolos dalam evaluasi indeks.

Dalam konteks pasar modal, free float menjadi salah satu indikator penting bagi likuiditas. Semakin kecil porsi saham yang beredar di publik, semakin terbatas pula ruang transaksi harian yang sehat.

HILL Dan MLIA Terkena Saringan

Selain DSSA dan DAAZ, FTSE Russell juga mengeluarkan PT Hillcon Tbk dan PT Mulia Industrindo Tbk dari kategori micro cap. Kedua saham tersebut dinyatakan tidak memenuhi kriteria dalam surveillance stocks screen.

Istilah itu merujuk pada penyaringan lanjutan yang digunakan untuk menilai kelayakan saham dalam indeks. Jika emiten gagal dalam tahap ini, maka posisinya dapat diganti oleh saham lain yang lebih sesuai dengan ketentuan.

Keputusan semacam ini biasanya berdampak pada persepsi investor terhadap kualitas saham. Meski demikian, kondisi tersebut belum tentu mencerminkan kinerja bisnis perusahaan secara langsung.

Jadwal Berlaku Dan Revisi

FTSE Russell menegaskan keputusan perubahan indeks berlaku efektif setelah penutupan perdagangan 19 Juni 2026. Namun, hasil tinjauan tersebut masih dapat mengalami revisi sampai penutupan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026.

Mulai Senin, 8 Juni 2026, daftar hasil tinjauan akan dianggap final. Setelah tahap itu, perubahan hanya akan dipertimbangkan dalam kondisi luar biasa sesuai kebijakan indeks FTSE Russell.

Bagi pelaku pasar, jadwal ini penting untuk memantau potensi rebalancing dan pergerakan saham terkait. Investor juga biasanya mencermati periode menjelang finalisasi karena kerap diikuti transaksi yang meningkat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!