Ferry Maryadi mengungkap kebiasaannya selalu membawa obat jantung di dalam tas, meski dirinya tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Ia menuturkan, langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu ada orang di sekitarnya yang membutuhkan pertolongan.
Selain obat jantung, bintang sitkom itu juga rutin menyimpan obat vertigo dan obat sakit kepala. Ferry menjelaskan, kebiasaan itu lahir dari pengalaman pribadi sekaligus keinginan untuk berguna saat situasi darurat.
Obat Darurat yang Dibawa
Ferry Maryadi menyebut dirinya selalu menyiapkan beberapa jenis obat saat beraktivitas. Di antaranya adalah obat jantung, obat vertigo, dan obat sakit kepala. Semua itu disimpan dalam sebuah kotak kecil agar mudah dibawa ke mana saja.
Ia menegaskan, obat jantung yang dibawa bukan karena dirinya mengidap penyakit jantung. Menurut Ferry, obat tersebut disiapkan untuk berjaga-jaga apabila ada kerabat atau orang di sekitar yang mengalami keluhan serupa. Ia menilai langkah kecil itu bisa menjadi bantuan awal sebelum penanganan medis datang.
Ferry mengatakan, kebiasaan membawa obat telah menjadi bagian dari rutinitasnya. Ia merasa lebih tenang ketika perlengkapan darurat itu ada di dekatnya. Dengan begitu, ia dapat merespons lebih cepat jika terjadi keadaan mendesak.
Meski begitu, Ferry berharap isi kotak obat tersebut tidak pernah benar-benar terpakai. Ia bahkan berdoa agar obat-obatan itu tidak perlu diisi ulang karena tidak digunakan. Baginya, kondisi seperti itu berarti tidak ada keadaan darurat yang menimpa dirinya maupun orang lain.
Riwayat Vertigo Pribadi
Berbeda dengan obat jantung, obat vertigo memang dibawanya untuk kebutuhan pribadi. Ferry mengaku memiliki riwayat vertigo yang membuatnya harus selalu siap dengan penanganan awal. Karena itu, obat tersebut tidak pernah jauh dari aktivitas hariannya.
Ia menyebut vertigo sebagai kondisi yang harus diantisipasi sejak dini. Jika serangan muncul, obat yang dibawa bisa membantu meredakan keluhan sebelum kondisinya memburuk. Ferry menilai kesiapan semacam ini penting agar aktivitas tetap berjalan normal.
Kebiasaan itu juga menjadi bentuk tanggung jawab terhadap kesehatan dirinya sendiri. Ferry tidak ingin kondisi yang sudah ia kenali justru mengganggu pekerjaan dan mobilitas. Dengan persiapan yang baik, ia merasa lebih aman saat bepergian.
Dalam penjelasannya, Ferry menegaskan bahwa obat vertigo selalu menjadi prioritas di kotak kecilnya. Ia ingin memastikan obat tersebut mudah diambil saat diperlukan. Langkah sederhana ini membuatnya lebih percaya diri saat berada di luar rumah.
Fungsi Pertolongan Pertama
Ferry Maryadi juga menekankan pentingnya obat jantung sebagai bentuk pertolongan pertama. Menurutnya, obat itu bisa membantu sebelum pasien mendapat penanganan medis dari tenaga kesehatan. Ia menilai pengetahuan dasar seperti ini seharusnya lebih dikenal masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa belum semua orang memahami manfaat obat jantung dalam situasi darurat. Karena itu, Ferry berharap kebiasaannya bisa memberi contoh positif bagi orang lain. Setidaknya, masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya kesiapsiagaan kesehatan.
Bagi Ferry, membantu orang lain dalam kondisi darurat adalah nilai yang ingin ia jaga. Ia merasa hidup akan lebih berguna bila dapat memberi manfaat nyata bagi sekitar. Sikap itu menjadi alasan utama mengapa ia tetap membawa obat-obatan tersebut.
Ferry juga mengakui bahwa niat baik saja tidak cukup tanpa kesiapan. Ia memilih menyiapkan kotak obat sebagai langkah konkret yang mudah dilakukan. Dengan begitu, ia bisa bertindak lebih cepat ketika ada situasi mendesak.
Kotak Kecil Selalu Siaga
Semua obat yang dibawa Ferry disimpan dalam kotak kecil yang praktis. Wadah itu dipilih agar tidak merepotkan saat dibawa bepergian. Ukurannya yang ringkas membuatnya mudah diselipkan ke dalam tas.
Di dalam kotak tersebut, terdapat beberapa obat dengan fungsi berbeda. Ferry menyebut ada empat butir obat untuk jantung, empat butir obat vertigo, dan obat sakit kepala. Susunan itu dibuat agar dirinya dapat menemukan kebutuhan dengan cepat.
Ia menganggap kerapian penyimpanan obat sangat penting untuk kondisi darurat. Dengan wadah khusus, ia tidak perlu mencari obat satu per satu ketika dibutuhkan. Hal ini juga meminimalkan risiko obat tercecer atau tertukar.
Meski terlihat sederhana, kotak kecil itu menjadi perlengkapan penting dalam keseharian Ferry. Ia selalu memastikan isinya lengkap sebelum beraktivitas. Menurutnya, kesiapan kecil seperti ini bisa memberi dampak besar saat keadaan tak terduga terjadi.
